Disdikbud Medan Perkuat Sekolah Ramah Anak, Siapkan Generasi Cerdas Bebas Bullying dan Kekerasan

Medan119 Dilihat

MEDAN, SINKAP.info – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Medan terus memperkuat implementasi program Sekolah Ramah Anak (SRA) melalui kegiatan pembinaan tingkat SMP yang digelar pada 20–21 Mei 2026. Program tersebut menjadi langkah strategis dalam mendukung terwujudnya Kota Layak Anak sekaligus memperkuat sistem pendidikan yang aman, inklusif, dan berorientasi pada perlindungan hak anak.

Kepala Bidang SMP Disdikbud Kota Medan, Prayogi, M.Pd, mengatakan pembinaan tersebut bertujuan mendorong satuan pendidikan agar mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.

“Program ini merupakan bagian dari langkah strategis mewujudkan Kota Layak Anak sekaligus memperkuat sistem pendidikan yang aman, inklusif, dan berorientasi pada perlindungan anak,” ujar Prayogi.

Dalam kegiatan tersebut, Disdikbud Kota Medan juga memperkenalkan Roadmap Strategis Muatan Lokal Edukasi Hukum Ramah Anak yang disusun melalui sembilan tahapan strategis. Tahapan itu meliputi penyusunan gagasan akademik, pembentukan tim penyusun, penyusunan kurikulum, uji publik, penetapan regulasi daerah, pilot project sekolah, pelatihan guru, implementasi bertahap, hingga monitoring dan evaluasi berkelanjutan.

Roadmap tersebut menempatkan pendidikan hukum anak sebagai instrumen penting dalam pembentukan karakter siswa sejak dini. Materi yang dipersiapkan mencakup pemahaman hak anak, pencegahan perundungan atau bullying, literasi digital, kesehatan mental, pendidikan karakter, hingga penguatan kesadaran hukum di lingkungan sekolah.

MENARIK DIBACA:  Wali Kota Tebing Tinggi Serahkan LKPD 2025, Tegaskan Komitmen Transparansi Anggaran Daerah

Sebagai narasumber utama, Disdikbud menghadirkan akademisi sekaligus Direktur Eksekutif Lingkar Studi Pembangunan dan Kebijakan Publik (LSPKP) Merah Putih, Dr. Bahrul Khair Amal, M.Si. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya pembangunan kurikulum dan proses pembelajaran yang berpusat pada anak.

Menurutnya, tantangan pendidikan saat ini tidak hanya berkaitan dengan transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga kemampuan lembaga pendidikan beradaptasi terhadap perkembangan zaman.

“Tantangan pendidikan saat ini meliputi ketertinggalan adaptasi kurikulum terhadap perkembangan teknologi, lemahnya pendidikan karakter, pengaruh budaya global tanpa filter, serta kesenjangan akses teknologi,” ujarnya kepada media, Rabu (20/5/2026).

Selain itu, pembinaan juga menyoroti sejumlah sekolah di Sumatera Utara yang telah meraih status Sekolah Ramah Anak berstandarisasi nasional. Beberapa di antaranya yakni SMK Negeri 1 Batang Toru Kabupaten Tapanuli Selatan, SD Negeri 100703 Batang Toru, TK Negeri Pembina Tanjung Morawa, RA Marhamah Rantau Prapat, serta SMA Negeri 2 Medan.

Sekolah-sekolah tersebut dinilai dapat menjadi contoh bagi satuan pendidikan lain dalam menerapkan sistem pembelajaran yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan peserta didik secara menyeluruh.

MENARIK DIBACA:  Dari Penjual Jajanan hingga Wajah Billboard: Kisah Tiffani Tjendra Tanpa Privilege

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kota Medan melalui Sekretaris Dinas, Andi Yudhistira, M.Pd, berharap penguatan program Sekolah Ramah Anak dapat melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan kesadaran sosial yang baik.

“Kita berharap program ini dapat membentuk generasi yang memahami hak dan kewajiban, memiliki literasi digital yang sehat, serta terlindungi dari berbagai bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan,” katanya.

Kegiatan tersebut turut menghadirkan sejumlah narasumber dan pemerhati pendidikan serta perlindungan anak, di antaranya Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak dan Kualitas Keluarga DP3AKB Provinsi Sumatera Utara Dr. Devita Mesayu, S.H., M.Hum, Penggiat Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ICMI Muda Junaidi, S.Pd, serta Rico Imanta Ginting, M.Kom.

Turut hadir pula tokoh pendidikan Sumatera Utara, Drs. H. Bahrumsyah, MM, yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara periode 2009–2011 sekaligus Ketua Tim Penilaian Kota Layak Anak (KLA) DP3AKB Kota Medan.