SINGAPURA, SINKAP.info – Merek kecantikan global LUX meluncurkan kampanye #LUXMyWill, sebuah inisiatif yang mengubah tren media sosial #BuryMeInThis menjadi deklarasi gaya personal yang terdokumentasi secara formal. Program ini dikembangkan bersama agensi kreatif VML Singapore sebagai bentuk dukungan terhadap kebebasan berekspresi melalui gaya berpakaian.
Kampanye tersebut terinspirasi dari tren yang berkembang di TikTok dan Instagram, di mana banyak perempuan menggunakan tagar #BuryMeInThis untuk menunjukkan busana atau penampilan yang ingin dikenang sebagai representasi diri mereka.
Fenomena yang awalnya bersifat hiburan itu dinilai berkembang menjadi bentuk ekspresi identitas, di mana perempuan tidak lagi sekadar berpakaian untuk menghadiri suatu acara, tetapi menjadikan diri mereka sebagai pusat perhatian.
Melihat perkembangan tersebut, LUX bekerja sama dengan para ahli hukum untuk menghadirkan mekanisme yang memungkinkan deklarasi tersebut didokumentasikan sebagai pernyataan resmi mengenai pilihan gaya personal.
Melalui program #LUXMyWill, peserta diajak merekam video yang berisi pilihan penampilan yang ingin dikenang, kemudian menandai seseorang yang dipercaya untuk menghormati keinginan tersebut di masa mendatang.
Selain itu, LUX juga menyediakan materi edukasi yang disusun bersama pakar hukum mengenai proses dan aspek legal dalam mendokumentasikan deklarasi tersebut.
Sejumlah peserta terpilih turut menerima LUX My Will Box, sebuah kotak khusus yang dirancang untuk menyimpan pakaian pilihan beserta rekaman deklarasi mereka.
Global Brand Director LUX, Judy Zu, mengatakan kecantikan selama ini menjadi salah satu bentuk ekspresi diri yang paling kuat bagi perempuan.
Menurutnya, tren #BuryMeInThis menunjukkan bahwa pilihan seseorang mengenai bagaimana ingin dikenang bukan sekadar persoalan penampilan, melainkan bagian dari identitas pribadi.
“Ketika seorang perempuan memilih bagaimana ia ingin dikenang, itu bukan sesuatu yang sepele, melainkan pernyataan tentang identitas dirinya. Kami ingin memberikan pengakuan yang lebih bermakna terhadap pernyataan tersebut,” ujar Judy Zu.
LUX menyebut kampanye ini berkembang secara organik melalui partisipasi para kreator konten yang sebelumnya telah menggunakan tagar #BuryMeInThis. Mereka kemudian membuat ulang unggahan dengan format deklarasi resmi dan mengajak pengguna lain untuk melakukan hal serupa.
Setiap unggahan yang disertai penandaan kepada pengguna lain memperluas partisipasi sehingga membentuk rangkaian deklarasi yang terus berkembang di media sosial.
Melalui kampanye #LUXMyWill, LUX menegaskan kembali komitmennya bahwa kecantikan bukan hanya sesuatu yang dikenakan sesaat, tetapi merupakan bagian dari identitas yang dapat diwujudkan, didefinisikan, dan dikenang sebagai ekspresi diri seseorang.
Inisiatif tersebut juga menjadi bagian dari strategi komunikasi merek dalam mengangkat isu ekspresi personal melalui pendekatan kreatif yang menggabungkan budaya digital dengan aspek hukum dan dokumentasi.







