Hashim Djojohadikusumo Lantik Srikandi Jaga Desa, Perkuat Kepemimpinan Perempuan Bangun Indonesia dari Desa

Sosial59 Dilihat

JAKARTA, SINKAP.info – Pendiri sekaligus Ketua Dewan Pembina Srikandi Jaga Desa, Hashim Djojohadikusumo, bersama Sekretaris Jenderal DPP ABPEDNAS, Adhitya Yusma Perdana, melantik jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Daerah (DPD), dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Srikandi Jaga Desa dan Kelurahan di Ballroom The Djakarta Theater, Jakarta, Jumat (3/7/2026).

Pelantikan organisasi sayap Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa (ABPEDNAS) Indonesia tersebut menjadi langkah untuk memperkuat peran perempuan dalam pembangunan desa dan kelurahan melalui peningkatan kepemimpinan, pemberdayaan ekonomi, serta ketahanan sosial masyarakat.

Acara pelantikan dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Ketua Dewan Pengawas DPP ABPEDNAS Prof. Dr. Reda Manthovani, serta Dewan Pembina Srikandi Jaga Desa Sherly Tjoanda Laos.

Dalam sambutannya, Hashim Djojohadikusumo menegaskan bahwa pembangunan nasional harus dimulai dari desa dengan melibatkan perempuan sebagai salah satu penggerak utama pembangunan.

“Ketahanan nasional yang kuat berawal dari ketahanan desa. Di situlah perempuan memiliki peran penting sebagai penjaga moral keluarga sekaligus penggerak ekonomi masyarakat,” ujar Hashim.

MENARIK DIBACA:  Warga Tangerang Akui Mengurus Sertifikat Tanah Sendiri Lebih Mudah dan Transparan Tanpa Calo

Menurutnya, perempuan memiliki posisi strategis dalam memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), membuka peluang kerja, serta meningkatkan kesejahteraan keluarga. Peran tersebut dinilai menjadi fondasi dalam mewujudkan desa yang mandiri, tangguh, dan berdaya saing.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP ABPEDNAS, Adhitya Yusma Perdana, mengatakan Srikandi Jaga Desa dibentuk sebagai wadah penguatan kepemimpinan perempuan, khususnya anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK), sekaligus membuka ruang partisipasi bagi masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap pembangunan desa.

Menurut Adhitya, organisasi tersebut akan menjadi mitra strategis pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, BPD, serta berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan yang transparan, inklusif, dan berkelanjutan.

Ia menjelaskan, sejumlah program prioritas yang akan dijalankan meliputi penguatan ketahanan pangan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemberdayaan UMKM, perlindungan perempuan dan anak, hingga pengembangan kepemimpinan perempuan di berbagai daerah.

“Program-program tersebut dirancang untuk mendukung pembangunan nasional yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat mulai dari tingkat desa dan kelurahan,” kata Adhitya.

Dewan Pembina Srikandi Jaga Desa, Sherly Tjoanda Laos, menilai keluarga menjadi fondasi utama dalam menciptakan masyarakat yang kuat. Karena itu, pemberdayaan perempuan dinilai memiliki dampak langsung terhadap ketahanan sosial maupun ekonomi keluarga.

MENARIK DIBACA:  Ingin Tau Data Penerima Bansos, Cek Sendiri Melalui Situs Resmi

“Kemandirian ekonomi dan ketahanan mental generasi muda bermula dari kekuatan di dalam keluarga. Perempuan yang berdaya secara ekonomi otomatis akan memiliki suara yang lebih lantang dalam menentukan masa depan desanya,” ujar Sherly.

Senada dengan itu, Dewan Pembina ABPEDNAS sekaligus Bendahara Umum Srikandi Jaga Desa, Maya Miranda Ambarsari, menekankan pentingnya tata kelola organisasi yang profesional, transparan, dan akuntabel agar setiap program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

Rangkaian pelantikan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan pengangkatan pengurus oleh Sekretaris Jenderal DPP ABPEDNAS, dilanjutkan penyerahan bendera pataka, peluncuran logo resmi organisasi, serta penyerahan kartu tanda anggota (KTA) secara simbolis kepada jajaran pengurus.

Melalui pelantikan tersebut, Srikandi Jaga Desa dan Kelurahan menegaskan komitmennya untuk memperkuat kepemimpinan perempuan serta mendukung pembangunan desa dan kelurahan yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.