Beranda NASIONAL HuKrim

Cipayung Plus Mengutuk Keras Tindakan Pembunuh Wartawan Marshal Harahap

351
Foto: Istimewa

PEMATANGSIANTAR, SINKAP.info – Seorang wartawan senior Pematangsiantar yang juga diketahui merupakan Pimred media massa lokal di Sumatera Utara. Mara Salem Harahap atau yang sering dikenal dengan panggilan Marshal ditemukan warga sudah berlumuran darah dan meraung kesakitan di dalam kendaraan pribadi beliau, Jumat (18/6) sekira pukul 22:30 Wib

Terkait dengan kejadian ini, organisasi kemahasiswaan yang tergabung dalam Kelompok Cipayung Plus Pematangsiantar yang terdiri dari IMM, GMKI, GMNI, PMKRI, PMII, dan HMI sangat mengutuk keras dan mengecam tindakan penembakan yang dilakukan kepada jurnalis.

Cipayung Plus Pematangsiantar dalam hal ini akan terus mengawal dan juga meminta agar pihak berwajib khususnya Poldasu dibawah naungan Kapolri dapat mengusut tuntas atas kasus yang terjadi terhadap wartawan di Pematangsiantar.

Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Pematangsiantar Fauzan Azmi Hasibuan mengatakan bahwa kejadian ini merupakan hal yang harus diusut tuntas, guna menghambat terjadinya kasus yang sama di waktu yang akan datang.

“Kami Cipayung Plus Pematangsiantar, terkhusus Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Pematangsiantar turut berduka atas meninggalnya wartawan senior yang kita tahu beliau ini saat kritis terhadap kebijakan-kebijakan yang menyimpang di tengah masyarakat,” ujarnya.

“Siapapun itu dan apapun motif pelaku melakukan aksi bejat tersebut, menghilangkan nyawa manusia secara sengaja harus dilawan, dan kita sebagai masyarakat dan khususnya negara tidak boleh kalah dengan kekerasan, dan kami yakin pihak kepolisian dapat mengusut sampai tuntas kasus ini, jangan sampai kepercayaan masyarakat hilang kepada aparat,” tegasnya.

Kemudian Ketua Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Pematangsiantar, Hexa Hutapea menyampaikan bahwa terjadinya penembakan terhadap salah satu wartawan senior ini merupakan hal yang sangat tidak manusiawi.

“Saya berharap agar pihak polres Simalungun serius dalam menyelidiki dan mengusut tuntas tindakan kriminal ini sehingga pihak keluarga korban mendapatkan perlindungan hukum dan kepastian hukum,” ungkapnya

keluarga besar GMNI Pematangsiantar turut berduka atas meninggalnya abangda Marshal Harahap yang merupakan seorang jurnalis senior di Kota Pematangsiantar yang dikenal sebagai wartawan yang kritis terhadap kebijakan kebijakan pemerintah kota Pematangsiantar

Lebih lanjut disampaikan oleh Edis Galingging selaku Ketua PMKRI Cabang Pematangsiantar menyampaikan, perisitiwa ini sangat mengejutkan dunia pers di Kota Pematangsiantar, mengingat beliau merupakan salah satu wartawan yang cukup kritis dalam hal menyoroti kebijakan-kebijakan di Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun.

“Penyebab kasus ini harus diusut tuntas, mengingat Pasal 4 UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dinyatakan bahwa kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara. Serta Pasal 8 UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dinyatakan bahwa dalam melaksanakan profesinya wartawan mendapat perlindungan hukum,” tegas Edis.

Kemudian dari Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Fauzan Hariansyah menyampaikan, menyampaikan pembunuhan yang terjadi terhadap wartawan ini merupakan tindakan yang keji, di mana diketahui korban adalah salah satu wartawan senior.

“Beliau ini sangat kritis terkait kebijakan-kebijakan pemerintah yang menyimpang, maka dari itu kita mengutuk keras pelaku pembunuhan tersebut, Keadilan harus ditegakkan. Para pelaku pembunuhan harus segera diadili dan diberi hukuman yang setimpal,” harapnya.

Kami berharap agar Kapolres Kabupaten Simalungun dapat mengungkap dan menyelasaikan kasus pembunuhan ini dengan cepat, dan juga harus mencari tahu lebih dalam apa sebenarnya motif pelaku. Jika kasus ini tidak selesai dan korban tidak mendapatkan keadilan, saya yakin teman-teman Cipayung Plus sepakat akan turun ke jalan dan menyuarakan keadilan.

Juwita Panjaitan selaku Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Cabang Pematangsiantar-Simalungun menyampaikan tanggapannya atas kejadian tersebut. Beliau mengatakan, hal tersebut adalah perbuatan yang sangat keji dan tidak memiliki perikemanusiaan.

“Saya menyampaikan hal ini jangan pernah terjadi lagi kejadian tersebut di Kota Pematangsiantar, karena hal ini telah mencoreng nilai-nilai kemanusian dan Hak Asasi Manusia,” tandasnya.

Sementara, Ketua Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pematangsiantar-Simalungun, Rifki Pratama mengutuk kekerasan dan pembunuhan terhadap wartawan Kota Pematangsiantar.

“Ini merupakan tindakan kriminal dan tidak manusiawi. Saya meminta kepada pihak Kapolres Simalungun agar mengusut tuntas tindakan yang tidak manusiawi sehingga memberi hukuman yang setimpal,” pungkasnya.

SINKAP.info | Laporan: Ichsan H
Facebook Comments