Vietnam Siap Saingi Singapura Melalui Kompleks Pameran Terbesar Asia Vietnam Exposition Center

Bisnis, GLOBAL84 Dilihat

HANOI, SINKAP.info – Di tengah mulai jenuhnya pasar tradisional seperti Singapura dan Thailand, Vietnam kini melesat menjadi destinasi utama bagi Experience Economy (ekonomi berbasis pengalaman) di Asia Tenggara. Kehadiran Vietnam Exposition Center (VEC) di Cổ Loa, Hanoi, menjadi katalisator strategis yang menghubungkan Vietnam dengan panggung acara berskala global.

Pergeseran tren industri MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions) dunia kini menuntut lebih dari sekadar tempat pertemuan. Konsumen saat ini mencari pengalaman imersif dan terintegrasi. VEC menjawab tantangan tersebut melalui ekosistem all-in-one berskala masif yang mendefinisikan ulang standar infrastruktur acara di Vietnam.

Ledakan Ekonomi Berbasis Pengalaman Industri acara di Vietnam kini telah bertransformasi dari sekadar hiburan menjadi motor penggerak ekonomi. Data dari Konferensi Tingkat Tinggi Industri Pameran, Acara, dan Periklanan Vietnam 2026 yang digelar di VEC pada 8 Mei lalu menunjukkan angka yang fantastis. Pasar hiburan langsung (live entertainment) Vietnam kini menembus pendapatan lebih dari USD 50 juta, dengan lebih dari 700 acara skala besar setiap tahun yang menyumbang dampak ekonomi lebih dari USD 1 miliar dari pengunjung internasional.

MENARIK DIBACA:  Studi Prudential Ungkap Generasi Muda Asia Lebih Prioritaskan Perencanaan Keuangan Matang

Dr. Cấn Văn Lực, Kepala Ekonom BIDV, mencatat bahwa pasar MICE Vietnam telah mencapai sekitar USD 6 miliar, dengan industri periklanan mencapai USD 3,5 miliar. Dengan proyeksi pertumbuhan tahunan di angka 12%, Vietnam memasuki “periode emas” bagi industri pengalaman.

VEC: Jembatan Strategis dan Hub Kelas Dunia VEC hadir sebagai jawaban atas kendala infrastruktur yang selama ini menghambat Vietnam menjadi tuan rumah acara internasional. Dengan luas 90 hektare, VEC merupakan salah satu kompleks pameran terbesar di Asia Tenggara. Kompleks ini dilengkapi dengan Balai Pameran Kim Quy seluas 13 hektare, sistem konferensi dan perjamuan VinPalace, hingga fasilitas parkir terintegrasi yang mampu menampung 10.000 kendaraan.

Tidak berhenti di Hanoi, jaringan infrastruktur acara Vingroup terus diperluas secara nasional. Proyek mendatang, VEC Can Gio di Ho Chi Minh City, akan menghadirkan Blue Wave Theater venue berkapasitas 60.000 penonton yang digadang-gadang akan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara.

MENARIK DIBACA:  Henkel Luncurkan Martha Schwarzkopf Award untuk Ilmuwan Perempuan Berprestasi

Ekosistem Terintegrasi yang Kompetitif Keunggulan utama VEC terletak pada integrasinya dengan ekosistem luas Vingroup. Penyelenggara acara dapat mengakses berbagai platform pendukung, mulai dari jaringan ritel Vincom, resor Vinpearl, taman hiburan VinWonders, hingga jaringan mobilitas hijau Green SM.

Jason Yan, Partner di M Square Capital, menyebut Vietnam sebagai titik konvergensi energi tanpa batas bagi industri budaya masa depan. Hal senada diungkapkan Geoff Dickinson, CEO dmg events, yang menilai kehadiran VEC menciptakan “badai sempurna” bagi pebisnis internasional yang mencari peluang jangka panjang di pasar yang sedang berkembang.

“VEC bukan sekadar tempat acara, melainkan platform yang menghubungkan perdagangan, pariwisata, hiburan, dan budaya. Visi kami jelas: membawa Vietnam ke dunia dan membawa dunia ke Vietnam,” demikian pernyataan resmi pihak manajemen VEC.

Dengan infrastruktur kelas wahid dan kemampuan operasional yang terbukti, VEC kini memposisikan Vietnam sebagai penantang serius bagi pusat MICE tradisional di Asia, siap menyambut gelombang acara megah dunia di masa depan.