HONG KONG, SINKAP.info – Konferensi teknologi LEAP East 2026 resmi menutup penyelenggaraan perdananya di Asia dengan sukses di Hong Kong Convention and Exhibition Centre (HKCEC), menandai tonggak baru bagi Hong Kong sebagai salah satu pusat inovasi dan teknologi global.
Selama tiga hari pelaksanaan, ajang yang merupakan ekspansi pertama konferensi teknologi LEAP di luar Timur Tengah itu memanfaatkan lebih dari 35.000 meter persegi area pameran di Hall 1 dan Hall 3 HKCEC. Kegiatan tersebut mempertemukan sekitar 300 startup dan 600 investor yang secara kolektif mengelola aset lebih dari US$6,5 triliun.
LEAP East 2026 juga tercatat sebagai konferensi teknologi perdana terbesar yang pernah digelar di Hong Kong. Acara ini menarik lebih dari 25.000 peserta, terdiri atas kalangan profesional, pembuat kebijakan, investor, serta pelaku industri teknologi dari berbagai negara. Sebanyak 55 persen peserta berasal dari mancanegara dan Tiongkok Daratan, sedangkan 45 persen merupakan peserta lokal.
Direktur Pelaksana Hong Kong Convention and Exhibition Centre (Management) Limited (HML), Monica Lee-Müller, mengatakan keberhasilan LEAP East menunjukkan peran strategis Hong Kong sebagai penghubung utama antara inovasi, investasi, dan kolaborasi internasional.
“Keberhasilan LEAP East membuktikan posisi Hong Kong sebagai super-connector dan super value-adder yang menjembatani ekonomi, inovasi, modal, serta budaya. Kami juga berterima kasih atas kolaborasi erat antara Pemerintah Daerah Administratif Khusus Hong Kong dan Pemerintah Arab Saudi yang memungkinkan terselenggaranya acara bersejarah ini,” ujarnya.
Menurut Monica, sejumlah ajang internasional yang memulai debutnya di Hong Kong sepanjang tahun ini menunjukkan minat besar untuk kembali pada tahun mendatang dengan skala yang lebih besar. LEAP East menjadi salah satu di antaranya.
Ia menambahkan HKCEC akan terus memperkuat perannya sebagai pusat penyelenggaraan pertemuan, insentif, konvensi, dan pameran (MICE) di kawasan Guangdong-Hong Kong-Macao Greater Bay Area.
Selain menyediakan fasilitas berstandar internasional, HKCEC juga menjadi lokasi pertama yang memperoleh sertifikasi Gold-standard Muslim-Friendly MICE Venue, berkat penyediaan layanan ramah muslim seperti pilihan kuliner halal, ruang salat, serta fasilitas pendukung lainnya.
Sementara itu, Executive Vice President Tahaluf sekaligus salah satu pendiri LEAP, Annabelle Mander, menilai Hong Kong merupakan lokasi yang ideal untuk menghadirkan LEAP di kawasan Asia.
Menurutnya, Hong Kong dan Arab Saudi memiliki visi yang sama dalam mengembangkan ekosistem teknologi, khususnya di bidang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), teknologi finansial (FinTech), dan sektor inovasi lainnya.
“LEAP East bukan sekadar sebuah acara, tetapi jembatan menuju ekosistem teknologi yang lebih luas. Hong Kong merupakan pilihan alami untuk menghadirkan LEAP di Asia dan HKCEC terbukti menjadi tempat yang ideal untuk membangun kolaborasi serta inovasi,” katanya.
Sebagai bentuk komitmen jangka panjang, Tahaluf dan Hong Kong telah menyepakati kerja sama eksklusif selama tiga tahun, yang menjadikan Hong Kong sebagai satu-satunya kota di Asia yang menjadi tuan rumah LEAP East hingga 2029.
Kesepakatan tersebut memperkuat posisi Hong Kong sebagai destinasi utama penyelenggaraan konferensi teknologi internasional sekaligus mendorong pertumbuhan sektor inovasi, investasi, dan ekonomi digital di kawasan Asia.
HKCEC sendiri merupakan pusat konvensi dan pameran seluas 306.000 meter persegi yang telah beroperasi sejak 1988. Gedung ikonik yang berada di kawasan tepi Victoria Harbour itu dikenal sebagai salah satu pusat konvensi terbaik di Asia dan menjadi lokasi berbagai pameran, konferensi, pertemuan bisnis, hingga acara internasional yang memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian Hong Kong.







