Hong Kong Resmi Kalahkan Swiss Jadi Pusat Manajemen Kekayaan Global Terbesar Dunia

GLOBAL79 Dilihat

HONG KONG, SINKAP.info – Hong Kong secara resmi mencatatkan sejarah baru dalam dunia keuangan global. Berdasarkan laporan Global Wealth Report 2026 yang dirilis oleh Boston Consulting Group (BCG) pada 27 Mei 2026, Hong Kong kini telah melampaui Swiss sebagai pusat manajemen kekayaan lintas batas (cross-boundary wealth management centre) terbesar di dunia.

Laporan tersebut mencatat bahwa kekayaan lintas batas yang dikelola di Hong Kong melonjak sebesar 10,7% pada tahun 2025, mencapai nilai fantastis sebesar US$2,9 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh arus dana dari daratan Tiongkok serta performa pasar saham yang dinamis, didukung oleh aktivitas penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) yang signifikan dan keuntungan kuat dari platform internet berkapitalisasi besar.

BCG memproyeksikan tren positif ini akan terus berlanjut. Dari 2025 hingga 2030, kekayaan lintas batas yang dikelola Hong Kong diprediksi tumbuh rata-rata 9% per tahun, yang akan mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin global dalam industri manajemen kekayaan.

MENARIK DIBACA:  Keperawatan dan Jurnalism CUHK Puncaki Peringkat QS World University

Dukungan Strategis Pemerintah Menteri Keuangan Pemerintah Daerah Administratif Khusus Hong Kong (HKSARG), Paul Chan, menegaskan bahwa pencapaian ini sejalan dengan Rencana Lima Tahun ke-15 Tiongkok yang mendukung penguatan peran Hong Kong sebagai pusat manajemen aset dan kekayaan internasional.

“Selama beberapa tahun terakhir, pemerintah telah bekerja sama dengan sektor keuangan untuk terus meningkatkan infrastruktur keuangan, memperluas jangkauan produk investasi dan alat manajemen risiko, serta memperdalam konektivitas dengan pasar modal di seluruh dunia,” ujar Paul Chan.

Ia menambahkan bahwa keunggulan sistem “satu negara, dua sistem”, kebijakan ekonomi yang transparan, serta lingkungan investasi yang stabil menjadi magnet utama bagi para individu berpengetahuan tinggi (ultra-high-net-worth) dan kantor keluarga (family offices) untuk menanamkan modal di Hong Kong.

MENARIK DIBACA:  Dua Restoran Hong Kong Kuasai Asia’s 50 Best 2026, Kuliner Dunia Tercengang

Daya Tarik Bagi Family Office Pemerintah Hong Kong juga terus menggencarkan kebijakan pro-bisnis untuk menarik lebih banyak family office. Christopher Hui, Sekretaris Layanan Keuangan dan Perbendaharaan HKSARG, mengungkapkan bahwa pemerintah akan mengajukan proposal legislatif ke Dewan Legislatif pada Juni 2026 mendatang.

“Kami akan lebih meningkatkan rezim pajak preferensial untuk dana, single family office, dan carried interest guna meningkatkan daya saing serta menarik lebih banyak dana untuk beroperasi di Hong Kong,” jelas Christopher.

Langkah ini menyusul kebijakan sebelumnya, seperti keringanan pajak laba untuk kendaraan investasi keluarga dan skema New Capital Investment Entrant. Hasilnya pun nyata; data dari Invest Hong Kong per Februari 2026 menunjukkan terdapat lebih dari 3.380 single family office yang beroperasi di Hong Kong pada akhir 2025, meningkat lebih dari 25% dalam dua tahun terakhir.