LABUHANBATU, SINKAP.info — Wakil Bupati Labuhanbatu, H. Jamri, ST, mengajak para pelajar menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan dan kerukunan antarumat beragama di tengah derasnya arus informasi digital.
Menurut Jamri, generasi muda memiliki peran strategis sebagai agen perdamaian sekaligus benteng bangsa dalam menghadapi ancaman intoleransi, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi palsu atau hoaks.
Pesan tersebut disampaikan Jamri saat membuka Sosialisasi dan Pembinaan Moderasi Kerukunan Antarumat Beragama di Kalangan Pelajar yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Labuhanbatu di Aula Gedung PKK Kabupaten Labuhanbatu, Jalan WR. Supratman, Padang Matinggi, Kecamatan Rantau Utara, Kamis (6/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Hamdy Erazona, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Mazenil Khairi, Plt. Kepala Badan Kesbangpol Nurdin Edi, perwakilan Polres Labuhanbatu, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Labuhanbatu, TP PKK Labuhanbatu, tokoh agama, serta ratusan pelajar SMA/SMK sederajat.
Pelajar Diminta Bijak Bermedia Sosial
Dalam sambutannya, Jamri menegaskan tantangan menjaga kerukunan saat ini tidak hanya terjadi dalam kehidupan sosial, tetapi juga telah merambah ruang digital.
Pesatnya perkembangan teknologi informasi membuat generasi muda menjadi salah satu kelompok yang rentan terpapar ujaran kebencian, narasi intoleransi, hingga informasi palsu yang berpotensi memecah persatuan.
Karena itu, menurut Jamri, penguatan moderasi beragama di lingkungan sekolah menjadi langkah penting untuk membentuk generasi muda yang cerdas, berkarakter, serta mampu menghargai keberagaman.
“Pelajar harus menjadi pelopor toleransi. Bangun persahabatan tanpa membedakan agama maupun suku. Bijaklah menggunakan media sosial dengan menyaring setiap informasi sebelum membagikannya,” tegas Jamri.
Ia juga meminta para pelajar meningkatkan literasi kebangsaan, memahami ajaran agama masing-masing dengan baik, serta tetap menjadikan Pancasila sebagai landasan dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
“Tingkatkan literasi kebangsaan, pahami ajaran agama masing-masing dengan baik, serta terus menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila sebagai perekat persatuan bangsa,” lanjutnya.
Jamri turut menyampaikan apresiasi kepada MUI Kabupaten Labuhanbatu, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Kantor Kementerian Agama, serta para pendidik yang terus berkomitmen menanamkan nilai toleransi dan kebangsaan kepada generasi muda.
MUI Dorong Generasi Muda Jadi Perekat Persatuan
Sementara itu, Ketua Umum MUI Kabupaten Labuhanbatu, Drs. H. Buya Abdul Hamid Zahid, mengatakan sosialisasi moderasi kerukunan antarumat beragama merupakan program berkelanjutan yang telah dilaksanakan di berbagai kalangan, termasuk organisasi kemasyarakatan.
Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada para pelajar mengenai pentingnya moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami ingin melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam pendidikan, tetapi juga memiliki sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, dan menjadi perekat persatuan bangsa,” ujarnya.
Buya Hamid juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu atas dukungan terhadap berbagai program MUI dalam memperkuat kehidupan beragama yang harmonis.
Sebelumnya, Ketua Panitia Pelaksana, H. Yursalim, melaporkan bahwa MUI Kabupaten Labuhanbatu secara konsisten melaksanakan berbagai program pembinaan untuk memperkuat kerukunan antarumat beragama.
Program tersebut di antaranya dialog lintas agama bagi pelajar, sosialisasi moderasi beragama, serta berbagai kegiatan pembinaan lainnya.
Kegiatan berlangsung dengan antusias. Para peserta mengikuti setiap sesi dengan semangat dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai ruang belajar bersama.
Melalui pembinaan tersebut, para pelajar diharapkan semakin memahami pentingnya toleransi, mempererat persaudaraan di tengah keberagaman, serta ikut menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan menjunjung tinggi semangat Bhinneka Tunggal Ika.







