Hong Kong Perkuat Posisi Pusat Mediasi Dunia Lewat Global Mediation Summit Internasional 2026

GLOBAL104 Dilihat

HONG KONG, SINKAP.info — Hong Kong semakin memperkuat posisinya sebagai pusat mediasi internasional setelah sukses menggelar Global Mediation Summit 2026, konferensi internasional perdana yang diselenggarakan oleh International Organization for Mediation (IOMed) sejak diresmikan di Hong Kong pada Oktober tahun lalu.

Kegiatan yang berlangsung di Hong Kong Convention and Exhibition Centre pada 8 Mei 2026 itu dihadiri lebih dari 400 pemimpin, pembuat kebijakan, dan profesional dari 48 negara dan wilayah.

Konferensi yang didukung oleh Department of Justice of Hong Kong dan Hong Kong International Legal Talents Training Academy tersebut membahas berbagai isu strategis, mulai dari mediasi lintas budaya, penyelesaian sengketa investasi dan keuangan, hingga pengembangan ekosistem mediasi global.

Kepala Eksekutif Hong Kong, John Lee, dalam sambutannya menegaskan komitmen Hong Kong untuk menjadi ibu kota mediasi dunia.

“Hong Kong berkomitmen menjadi pusat mediasi global dan kami memiliki posisi yang sangat strategis untuk mewujudkannya,” ujar John Lee.

Ia menilai sistem “one country, two systems” menjadikan Hong Kong sebagai pusat keuangan, perdagangan, dan pelayaran internasional yang memiliki konektivitas global kuat.

MENARIK DIBACA:  Ascott Ekspansi Global, Hadirkan 11 Resort Baru di Destinasi Wisata Strategis

Menurutnya, Hong Kong juga memiliki keunggulan sebagai satu-satunya wilayah hukum common law di China dengan profesional hukum yang diakui secara internasional.

Sementara itu, Sekretaris Kehakiman Hong Kong, Paul Lam, menyatakan pemerintah Hong Kong akan terus mendukung IOMed dalam berbagai aspek, termasuk pemeliharaan kantor pusat organisasi tersebut.

Selain itu, pemerintah juga akan terus menempatkan tenaga profesional hukum Hong Kong untuk mendukung operasional sekretariat IOMed.

“Pemerintah juga akan aktif mempromosikan penggunaan mediasi IOMed dalam berbagai perjanjian internasional yang melibatkan Hong Kong,” katanya.

Sejak diresmikan, jumlah negara penandatangan IOMed meningkat dari 37 menjadi 41 negara, sementara jumlah negara pihak bertambah dari delapan menjadi 13 negara.

Sekretaris Jenderal IOMed, Teresa Cheng, mengatakan IOMed merupakan organisasi internasional antarpemerintah pertama yang secara khusus dibentuk untuk mempromosikan penyelesaian sengketa melalui mediasi.

“IOMed mengisi kekosongan institusional dan menghadirkan mediasi sebagai alternatif nyata penyelesaian sengketa internasional selain litigasi dan arbitrase,” ujarnya.

MENARIK DIBACA:  MemeStrategy Hadirkan Grade10 Vault, Penyimpanan Kartu Koleksi Berbasis Blockchain

Teresa Cheng juga mengungkapkan dua perkembangan penting yang dicapai IOMed. Salah satunya adalah keberhasilan penyelesaian sengketa maritim internasional pertama melalui mediasi di kantor pusat IOMed di Hong Kong awal Mei 2026.

Kasus tersebut menjadi tonggak penting karena merupakan sengketa maritim internasional pertama terkait rantai charterparty yang dimediasi oleh IOMed.

Selain itu, IOMed juga tengah menjajaki pembentukan panel mediator khusus untuk sengketa pasar komoditas bekerja sama dengan pemerintah Hong Kong dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Global Mediation Summit 2026 menjadi penutup rangkaian Mediation Week 2026 yang digelar di Hong Kong dengan tema “Mediate First: An Attempt of Mediation, Harvests Abundant Harmony”.

Melalui kegiatan tersebut, pemerintah Hong Kong berupaya mempromosikan mediasi sebagai cara damai dalam menyelesaikan konflik dan membangun masyarakat yang lebih harmonis.

“Kegiatan selama Mediation Week menunjukkan bagaimana mediasi dapat diterapkan dalam berbagai persoalan, mulai dari pendidikan, olahraga, lingkungan masyarakat hingga isu lansia, guna menciptakan solusi yang damai dan rasional,” tutup John Lee.