Lomba Mancing Budak Kampung Meranti Kembali Digelar, Hadiah Puluhan Juta Menanti Peserta

MERANTI, SINKAP.info – Lomba wisata memancing “Budak Kampung” kembali digelar di Perairan Tanjung Kebal, tepatnya di depan Pulau Tiga, Desa Tanjung Gadai, Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti, Minggu (24/5/2026).

Kegiatan yang telah memasuki tahun keenam ini terus menarik perhatian masyarakat dan pecinta mancing, baik dari dalam daerah maupun luar kabupaten. Event tersebut bahkan telah menjadi agenda tahunan yang dinantikan warga.

Ketua pelaksana, Sabri, mengatakan lomba ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana mempererat silaturahmi sekaligus menyalurkan hobi masyarakat.

“Tahun sebelumnya peserta mencapai sekitar 600 orang. Antusias masyarakat sangat luar biasa, bahkan banyak yang datang dari luar daerah,” ujar Sabri.

MENARIK DIBACA:  DPRD Meranti Bahas APBD 2026, Fraksi Sampaikan Pandangan Strategis dan Kritikan

Ia berharap jumlah peserta pada tahun ini semakin meningkat dan kegiatan tersebut dapat terus berlanjut sebagai event tahunan masyarakat Tebing Tinggi Timur.

“Insyaallah kegiatan ini terus digelar setiap tahun. Mudah-mudahan tahun ini lebih ramai lagi,” tambahnya.

Lomba memancing dijadwalkan berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga 15.30 WIB. Panitia juga telah menyiapkan berbagai hadiah menarik bagi para pemenang, serta doorprize bagi pengunjung yang hadir.

Sabri turut menyampaikan apresiasi kepada Anggota DPRD Kepulauan Meranti, H. Atan Ismail, atas dukungan dana yang diberikan untuk menyukseskan kegiatan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan dan dukungan beliau. Semoga selalu diberikan kesehatan dan rezeki yang melimpah,” ucapnya.

MENARIK DIBACA:  JMSI Meranti Apresiasi Pelayanan Badan Kesbangpol Meranti

Hadiah utama dalam lomba ini mencapai puluhan juta rupiah. Selain itu, panitia juga menyediakan hadiah hiburan berupa peralatan rumah tangga, elektronik, serta kupon undian bagi masyarakat yang beruntung.

Sementara itu, tokoh masyarakat setempat menyebutkan bahwa waktu pelaksanaan lomba dipilih bertepatan dengan kondisi “air mati”, yang diyakini sebagai waktu terbaik untuk mendapatkan ikan.

“Kalau laut tenang biasanya ikan lebih banyak. Target tangkapan dalam lomba ini seperti pari dan debuk,” ungkapnya.

Panitia berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga mampu mempererat kebersamaan masyarakat serta mendukung promosi potensi wisata daerah di Kabupaten Kepulauan Meranti.