HONG KONG, SINKAP.info – The Marketing Society bersama Ekimetrics resmi meluncurkan laporan riset terbaru bertajuk The CMO Tension Report yang mengungkap tantangan utama para Chief Marketing Officer (CMO) di kawasan Asia-Pasifik (APAC).
Laporan tersebut menyoroti bahwa kompleksitas yang dihadapi para pemimpin pemasaran saat ini bukan semata berasal dari faktor eksternal, melainkan dari persoalan internal organisasi, khususnya dalam proses pengambilan keputusan.
Riset ini disusun berdasarkan wawancara dengan 14 CMO dan pemimpin bisnis lintas sektor di kawasan APAC. Hasilnya menunjukkan adanya pola tekanan yang serupa, mulai dari konflik antara target keuntungan jangka pendek dan pembangunan nilai merek jangka panjang, hingga persoalan pengukuran kinerja dan pembagian tanggung jawab antar divisi yang dinilai masih terfragmentasi.
Dalam laporan itu disebutkan, banyak perusahaan kini memiliki akses terhadap data dan teknologi pemasaran yang melimpah. Namun, para pemimpin pemasaran justru menghadapi tantangan dalam menciptakan kejelasan strategi dan arah keputusan bisnis.
CEO The Marketing Society, Sophie Devonshire mengatakan bahwa pemasaran selama ini dipandang sebagai penggerak utama pertumbuhan bisnis. Namun di sisi lain, banyak CMO mengalami kesenjangan antara ambisi perusahaan dan kemampuan nyata untuk mewujudkan pertumbuhan tersebut.
“Ketegangan itu muncul dalam berbagai aspek sekaligus, mulai dari AI, kreativitas, pengukuran, kepemilikan tanggung jawab, hingga keseimbangan antara target jangka pendek dan jangka panjang,” ujar Sophie Devonshire.
Ia menambahkan, kawasan APAC dengan karakter pasar yang sangat beragam membuat tantangan tersebut semakin kompleks. Meski demikian, prinsip dasar pemasaran dinilai tetap relevan, sementara pendekatan penerapannya terus berubah mengikuti dinamika bisnis modern.
Sementara itu, Managing Partner APAC Ekimetrics, Olivier Kuziner menilai tantangan terbesar kepemimpinan pemasaran modern terletak pada kemampuan mengelola performa jangka pendek dan jangka panjang secara bersamaan melalui pengambilan keputusan yang lebih baik.
Menurutnya, budaya bisnis yang berfokus pada performa, fragmentasi kanal pemasaran, dan melimpahnya data telah mempercepat siklus pengambilan keputusan, namun sekaligus mengurangi toleransi terhadap hasil jangka panjang.
“Risikonya adalah perusahaan sering kali keliru menganggap efisiensi sebagai efektivitas, dan optimasi sebagai transformasi,” kata Olivier Kuziner.
Laporan tersebut juga menekankan perlunya perubahan mendasar dalam organisasi, termasuk menciptakan kerangka pengambilan keputusan yang lebih jelas, meningkatkan kolaborasi lintas fungsi, serta menyamakan pemahaman mengenai bagaimana pemasaran menciptakan nilai bisnis dalam jangka panjang.
The CMO Tension Report dapat diakses dan diunduh melalui The CMO Tension Report.
Didirikan pada 1959, The Marketing Society merupakan komunitas global bagi para pemimpin pemasaran dengan jaringan di Inggris, Skotlandia, Hong Kong, Singapura, Uni Emirat Arab, dan New York. Organisasi ini memiliki lebih dari 3.000 anggota dan aktif menghadirkan berbagai program pengembangan profesional, penghargaan industri, hingga forum diskusi pemasaran global.
Informasi lebih lanjut mengenai organisasi tersebut dapat diakses melalui The Marketing Society.







