Beranda DAERAH SULAWESI TENGGARA

September Berkabung, PKC PMII Sulawesi Tenggara Intruksikan Kader Ikut Serta

96

SULTRA, SINKAP.info – Terkait tragedi september berdarah pada 2019 silam yang mengakibatkan gugurnya sahabat Alm. Randi & Alm. Yusuf, PKC PMII Sulawesi Tenggara mengintruksikan seluruh kader maupun anggota untuk ikut andil dalam kegiatan september berkabung.

Dalam mengenang gugurnya 2 pahlawan demokrasi ini, PKC PMII Sulawesi Tenggara akan mengadakan doa bersama agar Alm. Sahabat Randy dan Alm. Yusuf tenang serta mendapatkan tempat yg jannah di sisi Allah SWT. September berkabung ini akan dipimpin langsung oleh Wakil Ketua II (Bidang Eksternal) PKC PMII Sulawesi Tenggara Sahabat Muh Firmansyah.

Adapun kegiatan september berkabung ini akan di lakukan dalam 2 agenda yang sudah sementara di susun oleh Kepala bidang eksternal yaitu : Menggelar d’oa bersama sekaligus yasinan setiap kamis malam dan aksi unjuk rasa damai diKantor Gubernur Sulawesi Tenggara dan di Mapolda Sulawesi Tenggara guna meminta agar pemerintah Sulawesi Tenggara turut mengenang 2 pahlawan demokrasi yang juga salah satunya yakni Sahabat Alm. Randy adalah kader PMII Sultra untuk segera dibangunkan tugu/monumen agar kejadian 2019 silam terus dapat dikenang serta di doakan.

“Jadi kami secara struktur menghimbau kepada seluruh kader maupun anggota PMII yang berada di Seluruh Cabang Se-Sulawesi Tenggara agar mengirimkan doa kepada Sahabat Alm. Randy & Yusuf” Ungkap pria yang biasa disapa Ojon Mantobua Saat di wawancarai oleh wartawan pada Minggu 5 september 2021.

Lanjut Muh Firmansyah, dengan tegas mengintruksikan kepada seluruh Ketua Cabang PMII se-Sulawesi Tenggara untuk memastikan anggota & kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia agar ikut serta dalam aksi unjuk rasa damai yang akan di laksanakan oleh PKC PMII Sulawesi Tenggara.

“Kita semuapun turut berharap agar kejadian penembakan dan tindakan represif pada aksi demonstrasi Mahasiswa tidak terulang kembali, dan kami meminta kepada Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara untuk melaksanakan tugas tanpa harus dengan melakukan cara cara kekerasan yang dapat mencederai intitusi Kepolisian seperti yang tertuang dalam Tri Brata Polri,” Tutup Firmansyah.

SINKAP.Info | Laporan : Pusnawir
Facebook Comments