MERANTI, SINKAP.info – Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Polsek Rangsang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program swasembada pangan nasional di wilayah pesisir Provinsi Riau. Dipimpin langsung Kapolsek Rangsang, AKP Gunawan, jajaran kepolisian turun ke lahan pertanian warga untuk melaksanakan penanaman jagung pipil di Desa Penyagun, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti.
Kegiatan tersebut berlangsung di Jalan M. Ali, RT 07/RW 04, Dusun 2, Desa Penyagun, Kamis (21/5/2026). Penanaman dilakukan sebagai bagian dari program optimalisasi lahan guna memperkuat ketahanan pangan masyarakat kepulauan yang masih bergantung pada pasokan bahan pangan dari luar daerah.
Kapolsek Rangsang, AKP Gunawan, mengatakan keterlibatan Polri dalam sektor pertanian bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah strategis untuk memperkuat kemandirian pangan masyarakat pesisir.
“Sebagai wilayah kepulauan, Kepulauan Meranti cukup rentan terhadap fluktuasi harga dan distribusi pangan yang sebagian besar masih didatangkan dari luar pulau. Karena itu, pemanfaatan lahan tidur seperti di Desa Penyagun menjadi langkah penting untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat,” ujar AKP Gunawan.
Dalam kegiatan tersebut, lahan seluas 0,5 hektare milik warga bernama Abdul Karim DJ dimanfaatkan untuk penanaman jagung pipil. Polsek Rangsang juga mengedepankan peran bhayangkara pembina keamanan dan ketertiban masyarakat (Bhabinkamtibmas) dalam mendampingi masyarakat di lapangan.
Dua personel yang terlibat langsung yakni AIPDA Taufiq Dirgahayu dan AIPDA Haryandi. Bersama Kepala Dusun 2, Abdul Rahman, serta masyarakat setempat, mereka bergotong royong menanam benih jagung di lahan pertanian warga.
Menurut AKP Gunawan, pemilihan komoditas jagung pipil dilakukan berdasarkan pertimbangan kondisi tanah pesisir dan potensi pasar yang cukup menjanjikan.
“Jagung pipil memiliki daya tahan yang baik terhadap cuaca pesisir dan masa tanamnya relatif terukur. Selain itu, kebutuhan pakan ternak berbasis jagung di tingkat regional juga cukup tinggi. Kami tidak hanya mendampingi proses penanaman, tetapi juga mendorong keberlanjutan hasil panen agar petani memiliki kepastian pasar,” jelasnya.
Program tersebut mendapat respons positif dari masyarakat Dusun 2 Desa Penyagun. Kehadiran aparat kepolisian di tengah aktivitas pertanian dinilai mampu membangkitkan kembali semangat warga untuk mengelola lahan produktif di tengah tantangan ekonomi dan keterbatasan distribusi pangan.
Kegiatan penanaman dimulai sekitar pukul 10.30 WIB dan berakhir pukul 12.00 WIB dalam situasi aman dan kondusif. Program ini menjadi bagian dari dukungan berkelanjutan Polri dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya di wilayah kepulauan dan pesisir.







