Beranda DAERAH SULAWESI TENGGARA

PD2D Pressure Laporan Dugaan Penyimpangan Dana Desa Pola di Mapolda Sultra

642
Pemuda Pemerhati Desa Pola membahas dugaan penyimpangan Dana Desa Pola di ruang Tipikor l Polda Sultra, Jumat (23/4).

SULTRA, Sinkap.info –  Aksi demonstrasi Mahasiswa desa Pola yang tergabung dalam Pemuda Pemerhati Desa Pola (P2DP) melakukan aksi unjuk rasa di depan Mapolda Sultra. Aksi unjuk rasa tersebut menuntut agar Tipikor Polda Sultra menindak lanjuti laporan sebelumnya yang pernah disampaikan pada Senin (5/4) lalu.

Kepada media ini, Jumat (23/4) Koordinator Lapangan Leonardo menerangkan, Kami dari pemuda pemerhati desa hari ini membangun gerakan di depan Polda Sultra untuk mempressure dan mempercepat aduan kami tertanggal 5 april kemarin atas indikasi dugaan penyimpangan Dana Desa tahun 2020 di desa Pola kecamatan Pasir putih kabupaten Muna.

“Kami meminta agar Polda Sultra segera memeriksa Eks PJ Kepala Desa tahun 2020. Jangan biarkan hal ini berlarut-larut guna memutus rantai dugaan tindakan merugikan uang negara tersebut,” ujar Leonardo.

Dijelaskan, Aduan dugaan korupsi Dana Desa tahun anggaran 2020 yang di duga ada beberapa pekerjaan yang tidak di kerjakan, diduga merugikan negara sebesar RP. 126.000.000 yakni meliputi pekerjaan Penanganan Stunting Rp.32.000.000-, pembangunan gedung posyandu Rp.51.000.000-, Perbaikan dan pemeliharaan air bersih Rp.42.000.000-, dana kegiatan tersebut di duga tidak di temukan fisiknya di lapangan.

Sementara, AKP Hairudin Kanit II Subdi III mengatakan laporan tersebut sekarang ada di ruangan kasubdit dan akan di distribusikan ke unit Tipikor. Kita akan terus berkoordinasi dengan pelapor mengenai proses perkembangan aduan ini.

“Kasus ini akan tetap diproses secepatnya karna memang menjadi tanggung jawab kami,” ujar AKP Hairudin.

Serius untuk mengawal kasus tersebut, Pemuda Pemerhati Desa Pola (P2DP) akan melakukan aksi susulan apabila tuntutan mereka tidak di tindak lanjuti oleh Polda Sultra.

“Kami akan tetap mengawal kasus dugaan korupsi ini sampai ada titik kejelasan. Jika Polda sultra berlarut larut dalam menangani kasus ini maka kami akan kembali melakukan aksi dengan masa yang lebih banyak lagi,” tegas Ketua PD2D Hendirawan.

SINKAP.info | Laporan: La Ode M Azlan
Facebook Comments