Bapperida Sumut Gelar Pelatihan Strategis, Target Penurunan Emisi Karbon Jadi Sorotan Utama

Medan44 Dilihat

MEDAN, SINKAP.info – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Sumatera Utara menggelar pelatihan System Dynamics dan Modeling untuk memperkuat kapasitas pemangku kepentingan dalam menyusun perencanaan pembangunan rendah karbon dan berketahanan iklim.

Kegiatan berlangsung selama empat hari, 26–29 Oktober 2026, di Cambridge Hotel, Jalan S. Parman, Medan, dengan melibatkan 33 peserta dari organisasi perangkat daerah (OPD) tingkat provinsi, Bapperida dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) kabupaten/kota, serta Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sumatera Utara (LPPM USU).

Pelatihan dibuka oleh Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam Bapperida Sumut, Sry Puspa Sari. Ia mengatakan, pencapaian target penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) membutuhkan kebijakan pembangunan yang terintegrasi, berbasis data, serta mempertimbangkan keterkaitan antarsektor dan dampak jangka panjang.

Ia menjelaskan, Indonesia menargetkan penurunan emisi GRK sebesar 31,89 persen pada 2030 melalui upaya mandiri dan 43,20 persen dengan dukungan internasional. Sementara itu, Sumatera Utara menargetkan penurunan emisi GRK kumulatif sebesar 12,92 persen pada 2029 dan 14,24 persen pada 2030.

Menurut Sry, pendekatan systems thinking atau berpikir sistem diperlukan untuk memahami hubungan sebab-akibat dalam pembangunan, termasuk dampak suatu kebijakan terhadap sektor lainnya.

MENARIK DIBACA:  Mhd Rais Khair Wakili Sumatera Utara di Parlemen Remaja 2025

Melalui metode system dynamics, causal loop diagram (CLD), dan stock and flow diagram (SFD), peserta dilatih memahami dinamika emisi, memproyeksikan perkembangan sektoral, serta menguji berbagai skenario kebijakan.

Skenario tersebut meliputi business as usual (BAU), moderat, dan ambisius. Hasil pemodelan diharapkan dapat membantu pemerintah daerah menentukan intervensi yang efektif dalam mencapai target pembangunan rendah karbon dan berketahanan iklim.

Sry berharap pelatihan tersebut menghasilkan peningkatan kapasitas peserta, model yang aplikatif, serta rekomendasi kebijakan terukur untuk mendukung penyempurnaan RPJMD, Renstra OPD, RKPD, dan RPRKBI-D Sumatera Utara.

Sementara itu, Senior Provincial Coordinator Oxford Policy Management (OPML) Sumatera Utara, Dr. Agus Marwan, M.SP., mengapresiasi komitmen Bapperida Sumut dalam mengimplementasikan program Low Carbon Development Initiative (LCDI) dan mendukung pelaksanaan pelatihan tersebut.

Agus menjelaskan, kegiatan ini memiliki tiga tujuan utama, yakni meningkatkan pemahaman pemangku kepentingan mengenai penerapan system dynamics dalam penyusunan dokumen PRKBI, meningkatkan kemampuan membangun dan memahami diagram CLD serta SFD, dan mengembangkan keterampilan peserta dalam melakukan simulasi serta menginterpretasikan berbagai skenario pembangunan rendah karbon.

MENARIK DIBACA:  Tammat Tarigan Ajukan Upaya Banding Dugaan Pemalsuan Surat Melalui Kuasa Hukumnya

Ia berharap peserta tidak hanya memahami konsep pemodelan, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk menganalisis persoalan pembangunan, menguji alternatif kebijakan, dan menyusun rekomendasi sesuai kebutuhan daerah.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi teori dan praktik pemodelan yang berfokus pada empat sektor utama, yaitu persampahan, tutupan lahan, transportasi, dan energi. Keempat sektor tersebut menjadi perhatian dalam mengidentifikasi sumber emisi dan merumuskan intervensi pembangunan rendah karbon.

Kegiatan ini difasilitasi narasumber dari OPML Jakarta dengan dukungan teknis penyelenggaraan dari PT Hatfield Indonesia. Seluruh pembiayaan pelatihan didukung melalui program LCDI2, hasil kerja sama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas dengan UK Foreign, Commonwealth & Development Office (FCDO).

Sumatera Utara menjadi salah satu provinsi penerima program LCDI2. Melalui program tersebut, pemerintah daerah diharapkan semakin mampu mengintegrasikan upaya penurunan emisi dan ketahanan iklim ke dalam perencanaan pembangunan.

Pelatihan ini juga diharapkan memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pendamping, perguruan tinggi, dan pemangku kepentingan lainnya guna mewujudkan pembangunan Sumatera Utara yang adaptif, terukur, rendah karbon, dan berkelanjutan.