Booming AI dan Mobil Listrik, Thailand Incar Investasi Material Canggih Senilai US$690 Juta

GLOBAL, TEKNOLOGI77 Dilihat

BANGKOK, SINKAP.info – Thailand menarik minat investasi di sektor material canggih yang menjadi komponen penting bagi industri kecerdasan buatan (AI), kendaraan listrik (EV), baterai, dan energi bersih. Sejak 2023 hingga semester I 2026, sebanyak 35 proyek material canggih telah diajukan untuk memperoleh promosi investasi dari Thailand Board of Investment (BOI), dengan nilai sekitar US$690 juta atau 23,5 miliar baht.

Proyek-proyek tersebut mencakup produksi kapasitor untuk server AI, film grafit untuk mengendalikan panas perangkat elektronik, magnet untuk motor kendaraan listrik, hingga material baterai dan sel bahan bakar hidrogen.

Peningkatan permintaan global terhadap teknologi AI, mobilitas listrik, dan energi bersih mendorong perusahaan pemasok membangun kapasitas produksi material di Thailand. Perkembangan ini sekaligus menandai upaya negara tersebut untuk memperkuat posisinya dalam rantai pasok industri bernilai tambah tinggi, tidak hanya sebagai basis perakitan produk akhir.

Material canggih jadi kunci industri AI dan EV

Menurut BOI, proyek-proyek investasi yang diajukan hingga paruh pertama 2026 meliputi kapasitor keramik multilapis atau multilayer ceramic capacitors (MLCC), film grafit termal, keramik berkinerja tinggi, material baterai dan sel bahan bakar, magnet neodimium, kain kaca dan kuarsa untuk papan sirkuit cetak, serta nanomaterial untuk manufaktur presisi.

Material tersebut memiliki peran penting dalam meningkatkan kinerja perangkat elektronik dan teknologi energi. Dalam komputasi AI, misalnya, material yang lebih ringan, tahan panas, dan mampu menghantarkan panas secara efektif dibutuhkan untuk mendukung kinerja perangkat berdaya tinggi.

Kapasitor MLCC juga menjadi komponen penting pada berbagai perangkat elektronik, mulai dari telepon pintar hingga server AI. Satu server AI kelas atas bahkan dapat menggunakan hingga 30.000 unit kapasitor jenis tersebut.

MENARIK DIBACA:  130 Elite Dunia Berkumpul di Hong Kong, Bahas Strategi Warisan Kekayaan Global Berkelanjutan

Sekretaris Jenderal BOI, Narit Therdsteerasukdi, mengatakan perkembangan industri material canggih dapat membantu Thailand membangun kapasitas industri yang berkelanjutan, mengurangi ketergantungan terhadap impor, serta membuka peluang bagi perusahaan lokal untuk masuk ke rantai pasok global bernilai tinggi.

“Dunia bergerak menuju produk yang lebih kecil dan ringan, tetapi lebih kuat dan efisien. Produksi material canggih di Thailand menjadi kunci untuk membangun kapasitas industri yang berkelanjutan, mengurangi ketergantungan pada impor, dan membuka peluang bagi perusahaan Thailand untuk bergabung dalam rantai pasok bernilai tambah lebih tinggi,” ujar Narit.

Perusahaan global perluas basis produksi di Thailand

Thailand telah menjadi basis produksi bagi sejumlah produsen komponen internasional. Di antaranya Murata Electronics dari Jepang, yang menurut naskah sumber menguasai lebih dari 35 persen pasar MLCC global, serta Kyocera AVX Components, produsen kapasitor tantalum terkemuka dunia.

Sejumlah proyek baru juga mencakup perusahaan yang memproduksi material khusus untuk kebutuhan elektronik dan komputasi AI.

Fultech Fiber Glass dari Taiwan memproduksi kain kaca untuk papan sirkuit cetak, termasuk jenis berkinerja tinggi yang digunakan pada server AI. Sementara itu, Jones Tech memproduksi film grafit sintetis dan alami untuk membantu membuang panas dari perangkat elektronik.

Di luar sektor elektronik, investasi tersebut turut memperkuat rantai pasok kendaraan listrik, baterai, dan energi bersih.

BGN Thai memproduksi lembaran berlapis untuk baterai lithium-ion, sedangkan Phinis Well mengembangkan magnet neodimium untuk motor kendaraan listrik. Xinyuan Graphite memproduksi pelat bipolar untuk sel bahan bakar hidrogen.

Perusahaan CoorsTek Advanced Materials, anak usaha CoorsTek yang berbasis di Amerika Serikat, juga berinvestasi dalam produksi keramik untuk sensor tekanan otomotif serta bola silikon nitrida untuk bantalan hibrida yang digunakan pada kendaraan listrik dan turbin angin.

MENARIK DIBACA:  SCG Andalkan Inovasi dan AI, Kembangkan Semen Rendah Karbon hingga Bidik Pasar Indonesia

Sementara itu, Golden Egret Cemented Carbide memproduksi serbuk tungsten karbida untuk perkakas pemotong presisi. Produksi material ini mendukung pengembangan basis manufaktur presisi di Thailand.

Thailand bidik posisi sebagai pusat material canggih Asia

BOI menilai pengembangan industri material canggih menjadi fondasi penting bagi rantai pasok masa depan, terutama pada sektor elektronik, kendaraan listrik, baterai, dan energi bersih.

Narit mengatakan pihaknya akan terus mendorong investasi, memperkuat produksi material dan komponen hulu, serta mendukung penelitian dan pengembangan (R&D), penguasaan teknologi, dan peningkatan keterampilan tenaga kerja.

Langkah tersebut diarahkan untuk menggeser posisi Thailand dari produksi hilir menuju kegiatan manufaktur hulu yang memiliki nilai tambah lebih tinggi, sekaligus memperkuat ambisi negara itu menjadi pusat industri material canggih di kawasan.

Dengan 35 proyek bernilai sekitar US$690 juta yang diajukan sejak 2023 hingga semester I 2026, Thailand berupaya memanfaatkan pertumbuhan permintaan global terhadap AI, kendaraan listrik, dan energi bersih untuk memperkuat daya saing industrinya.

Tentang Thailand Board of Investment (BOI)

Thailand Board of Investment (BOI) didirikan pada 1966 dan bertugas mendorong investasi bernilai tambah tinggi dari investor domestik maupun asing. Lembaga pemerintah ini berfokus pada penguatan daya saing Thailand serta mendukung transformasi menuju perekonomian baru yang berkelanjutan dan seimbang.

Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui Thailand Board of Investment di Bangkok, Thailand.