Belanja Kesehatan Vietnam Tembus US$34,1 Miliar, Ketergantungan Impor Teknologi Medis Jadi Tantangan Besar

GLOBAL, TEKNOLOGI48 Dilihat

HANOI, SINKAP.info – Belanja sektor kesehatan Vietnam diproyeksikan mencapai US$34,1 miliar pada 2028, meningkat dari perkiraan US$27,5 miliar pada 2025. Di tengah pertumbuhan tersebut, Vietnam masih bergantung pada impor alat kesehatan, obat jadi, dan bahan baku farmasi. Kondisi ini mendorong kebutuhan terhadap teknologi, investasi, serta penguatan kapasitas industri kesehatan dalam negeri.

Perkembangan sektor kesehatan Vietnam juga ditandai dengan pergeseran kebijakan dari pendekatan yang berfokus pada pengobatan menuju pencegahan penyakit dan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Dalam konteks tersebut, Global Health Week Vietnam 2027 dijadwalkan berlangsung pada 5–7 April 2027 di Vietnam Exposition Center (VEC), Hanoi. Kegiatan ini akan mempertemukan fasilitas kesehatan, pelaku industri, investor, dan penyedia teknologi internasional untuk membahas peluang kerja sama serta solusi bagi kebutuhan sektor kesehatan Vietnam.

Belanja kesehatan meningkat, kebutuhan teknologi ikut berkembang

Dalam lokakarya yang diselenggarakan Health Strategy and Policy Institute pada 24 Desember 2025, Dr. Ong The Due menyampaikan bahwa belanja kesehatan Vietnam tumbuh rata-rata sekitar 7–8 persen per tahun. Nilainya meningkat dari US$17,4 miliar pada 2019 menjadi sekitar US$27,5 miliar pada 2025, dan diperkirakan mencapai US$34,1 miliar pada 2028.

Arah kebijakan kesehatan negara tersebut juga mengalami perubahan. Resolusi Politbiro Nomor 72-NQ/TW pada September 2025 menekankan peralihan dari pelayanan yang berpusat pada pengobatan menuju pencegahan aktif dan pelayanan kesehatan berkelanjutan sepanjang kehidupan.

Sementara itu, Instruksi Perdana Menteri Nomor 17/CT-TTg pada Mei 2026 menyerukan agar seluruh warga mendapatkan pemeriksaan kesehatan atau skrining berkala secara gratis setidaknya sekali setahun serta memiliki rekam medis elektronik pribadi pada akhir 2026.

Dukungan pendanaan juga telah disiapkan. Majelis Nasional Vietnam menyetujui kebijakan investasi Program Target Nasional untuk Kesehatan, Kependudukan, dan Pembangunan periode 2026–2035 melalui Resolusi Nomor 262/2025/QH15.

Total pendanaan program untuk periode 2026–2030 mencapai 88.635 miliar dong Vietnam atau sekitar US$3,4 miliar. Dari jumlah tersebut, sebanyak 47.692 miliar dong dialokasikan sebagai modal investasi publik.

Selain itu, kampus kedua Bach Mai Hospital dengan kapasitas 1.000 tempat tidur memiliki rencana pengadaan peralatan pada 2025 melalui 47 paket senilai lebih dari 338 miliar dong atau sekitar US$13 juta.

Ketergantungan impor masih tinggi

Meski belanja dan investasi kesehatan terus meningkat, ketersediaan teknologi masih menjadi tantangan. Data Bank Dunia mencatat indeks cakupan layanan kesehatan esensial Vietnam mencapai 71 dari skala 100 pada 2023.

Di sisi lain, tenaga medis Vietnam telah mengembangkan kemampuan dalam berbagai prosedur kompleks, termasuk transplantasi multiorgan, intervensi jantung janin, dan bedah robotik. Negara tersebut dilaporkan melaksanakan lebih dari 1.000 transplantasi organ setiap tahun.

MENARIK DIBACA:  Desa Terpencil di Guangxi Disulap 5G Jadi Pusat Ekonomi Digital Maju Pesat

Namun, kemampuan tenaga medis itu belum sepenuhnya diimbangi dengan ketersediaan peralatan di sejumlah fasilitas kesehatan.

Mengutip proyeksi BMI melalui U.S. International Trade Administration (ITA), pasar perangkat medis Vietnam diperkirakan tumbuh dari US$1,9 miliar pada 2024 menjadi US$2,8 miliar pada 2029. Sekitar 90 persen peralatan medis di negara tersebut masih bergantung pada produk impor.

Karena itu, pengadaan peralatan tidak cukup hanya berfokus pada pembelian produk. Proses tersebut perlu disertai transfer teknologi, ketersediaan bahan habis pakai, integrasi data, pemeliharaan, serta dukungan teknis setelah peralatan diserahkan.

Tantangan serupa juga dihadapi industri farmasi. Vietnam masih mengimpor sekitar 60 persen obat jadi dan 90 persen bahan aktif farmasi atau active pharmaceutical ingredients (API), berdasarkan data ITA.

Melalui Strategi Nasional Pengembangan Industri Farmasi yang ditetapkan dalam Keputusan Perdana Menteri Nomor 1165/QD-TTg, Vietnam menargetkan obat produksi dalam negeri mampu memenuhi sekitar 80 persen kebutuhan dan 70 persen nilai pasar pada 2030. Negara itu juga menargetkan bahan baku farmasi domestik dapat memenuhi 20 persen kebutuhan.

Pencapaian target tersebut membutuhkan pengembangan teknologi manufaktur, penguatan pengendalian mutu, serta perjanjian transfer teknologi dengan pembagian tanggung jawab yang jelas.

Investasi asing membuka peluang

Investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI) juga menjadi bagian dari perkembangan sektor kesehatan Vietnam.

Berdasarkan Statistical Yearbook 2024, tercatat 159 proyek FDI aktif di sektor kesehatan dan bantuan sosial, dengan total modal terdaftar hampir US$1,77 miliar.

Pada 2023, Thomson Medical Group menyelesaikan akuisisi perusahaan pemilik FV Hospital dengan pembayaran awal sebesar US$352,8 juta. Pada tahun yang sama, Raffles Medical Group menandatangani perjanjian bersyarat untuk mengakuisisi saham pengendali sekaligus terlibat dalam pengelolaan American International Hospital di Ho Chi Minh City.

Selain itu, AstraZeneca telah berkomitmen menginvestasikan US$360 juta di Vietnam hingga 2030.

Pertumbuhan permintaan, masuknya modal asing, dan kebutuhan peningkatan mutu pelayanan membuka peluang bagi perusahaan internasional yang bergerak di bidang teknologi medis, infrastruktur rumah sakit, serta solusi kesehatan digital.

Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan teknologi yang dipilih sesuai dengan kebutuhan fasilitas kesehatan dan dapat diterapkan secara efektif.

Global Health Week Vietnam 2027 pertemukan pelaku industri

Untuk mendukung kolaborasi tersebut, Global Health Week Vietnam 2027 akan diselenggarakan oleh VEC bersama dmg events pada 5–7 April 2027 di Hanoi.

Acara ini mencakup tiga pameran dan konferensi khusus yang berlangsung bersamaan, yakni Global Health Week Vietnam 2027 yang berfokus pada sistem dan layanan kesehatan, Laboratory & Diagnostics Vietnam 2027 untuk sektor laboratorium dan diagnostik, serta BioPharma Vietnam 2027 yang membahas farmasi dan bioteknologi.

MENARIK DIBACA:  Beijing CBD Buka Peluang Global, Ribuan Perusahaan Asing Sudah Bergabung

Penyelenggara menargetkan sekitar 30.000 peserta dari lebih dari 120 negara, termasuk 3.000 delegasi konferensi. Kegiatan tersebut juga ditargetkan diikuti lebih dari 500 peserta pameran, lebih dari 10 paviliun negara, serta lebih dari 300 pembicara dari dalam dan luar negeri.

Global Health Week Vietnam 2027 akan menampilkan solusi terkait infrastruktur dan operasional rumah sakit, kesehatan digital, kecerdasan buatan (AI), perawatan preventif, serta kesehatan populasi.

Agenda lainnya mencakup Global Health Week Vietnam Forum yang membahas kebijakan dan investasi kesehatan, serta Innovation Theatre untuk memperkenalkan berbagai inovasi teknologi.

Sementara itu, Laboratory & Diagnostics Vietnam 2027 akan menyoroti penguatan kapasitas pemeriksaan dan diagnostik seiring meningkatnya kebutuhan skrining. Area Diagnostics Innovation Zone akan menampilkan teknologi diagnostik molekuler, pemeriksaan di titik pelayanan (point-of-care), serta sistem laboratorium berbasis AI.

Adapun BioPharma Vietnam 2027 akan berfokus pada teknologi manufaktur farmasi, standar mutu, dan transfer teknologi. Program Partnership & Investment Meetings juga dirancang untuk mempertemukan produsen, investor, dan mitra teknologi.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, penyelenggara berharap dapat memperluas peluang kerja sama antara penyedia teknologi internasional dan fasilitas kesehatan Vietnam, sekaligus mendukung pengembangan industri kesehatan di kawasan Asia.

Informasi lebih lanjut dan pemesanan stan pameran dapat diakses melalui situs resmi masing-masing acara:

Tentang Vietnam Exposition Center (VEC)

Vietnam Exposition Center berlokasi di Dong Anh, Hanoi, dan merupakan kompleks pameran serta konvensi berstandar internasional dengan luas sekitar 900.000 meter persegi. Kompleks ini mencakup ruang pameran dalam ruangan, lapangan terbuka, pusat konvensi, teater, dan stadion.

VEC pernah menjadi lokasi National Achievements Exhibition 2025 yang dikunjungi lebih dari 10 juta orang selama 19 hari, serta menjadi tuan rumah kegiatan perdagangan khusus seperti Vietnam Industry and Technology Week 2026.

Informasi lebih lanjut: https://vec.global/

Tentang dmg events

Didirikan pada 1989, dmg events merupakan penyelenggara pameran dan konferensi internasional yang menggelar lebih dari 80 acara setiap tahun di lebih dari 20 negara. Kegiatan tersebut menarik lebih dari satu juta pengunjung dan delegasi, dengan sejumlah acara unggulan seperti ADIPEC, Gastech, EGYPES, Big 5 Global, dan Abu Dhabi Global Health Week.

Informasi lebih lanjut: https://www.dmgevents.com/