FISIP USU Dorong Sekolah Parulian Bertransformasi Digital, Puluhan Guru Mulai Kuasai Tata Kelola Modern

Medan104 Dilihat

MEDAN, SINKAP.info – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (FISIP USU) mendorong transformasi digital dalam tata kelola pendidikan melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Skema Perintis di Sekolah Parulian 1 Medan, Jalan Stadion Teladan, Kamis (8/10/2026).

Kegiatan bertajuk “Optimalisasi Tata Kelola Sekolah Melalui Pelatihan dan Pendampingan Digital School Management” tersebut menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi mendukung peningkatan efektivitas dan kualitas pengelolaan sekolah melalui pemanfaatan teknologi digital.

Tim PKM FISIP USU diketuai Dr. Agus Marwan, S.IP., M.SP., dengan anggota Dr. Tetty Juliaty, S.E., M.Si., Dr. Guntur Khayangan Sitompul, S.Sos., M.IP., dan Putri Evi Oviyanti, S.IP., M.IP.

Kegiatan dibuka oleh Ketua Yayasan Pendidikan Parulian yang diwakili Sekretaris Yayasan, Erita Siburian, S.Pd., M.Pd. Ia mengapresiasi pelaksanaan PKM tersebut karena dinilai relevan dengan kebutuhan pengembangan tata kelola pendidikan di tengah perkembangan teknologi.

“Transformasi digital merupakan salah satu kebutuhan penting dalam pengelolaan lembaga pendidikan saat ini. Kami berharap melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan ini, para kepala sekolah, guru, dan tenaga operator semakin memahami pentingnya pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung administrasi, koordinasi, dan peningkatan kualitas layanan pendidikan,” ujar Erita.

Kepala Sekolah Didorong Pahami Transformasi Digital

Rangkaian kegiatan diawali dengan orientasi Digital School Management bagi kepala sekolah di Ruang Production House Sekolah Parulian 1 Medan.

MENARIK DIBACA:  Dialog Interaktif di Fakultas Vokasi USU, Sinergi Perguruan Tinggi dan IKPI tentang RUU Konsultan Pajak

Orientasi tersebut diikuti 14 kepala sekolah dan dua perwakilan yayasan. Materi diarahkan untuk membangun pemahaman mengenai pentingnya digitalisasi tata kelola sekolah, kesiapan sumber daya manusia, serta peran kepemimpinan dalam mendorong penerapan sistem pengelolaan berbasis digital.

Ketua Tim PKM FISIP USU, Dr. Agus Marwan, mengatakan digitalisasi tata kelola sekolah tidak hanya berkaitan dengan penggunaan perangkat teknologi, tetapi juga perubahan pola kerja dan peningkatan kualitas manajemen pendidikan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong sekolah agar semakin siap mengembangkan tata kelola yang efektif, efisien, transparan, dan terintegrasi melalui pemanfaatan teknologi digital,” katanya.

Menurut Agus, kepala sekolah memiliki peran strategis untuk memastikan transformasi digital tidak berhenti pada penggunaan perangkat, tetapi menjadi bagian dari budaya kerja dan peningkatan kualitas manajemen sekolah.

Karena itu, kegiatan tidak hanya dilakukan melalui orientasi dan pelatihan, tetapi juga pendampingan agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam pengelolaan sekolah.

Libatkan Puluhan Guru dan Pengelola Sekolah

Setelah orientasi kepala sekolah, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan dan pendampingan Digital School Managementbagi guru dan unsur pengelola sekolah di Aula Sekolah Parulian 1 Medan.

Kegiatan tersebut diikuti 50 guru dari Unit Sekolah Parulian 1, 14 kepala sekolah, dua perwakilan yayasan, serta tiga staf operator yayasan.

MENARIK DIBACA:  Kwardasu Turun Tangan Pulihkan Rumah Ibadah Pascabencana di Lima Wilayah

Pelatihan diarahkan untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia dalam memanfaatkan teknologi digital, terutama untuk mendukung administrasi, pengelolaan informasi, koordinasi antarunit sekolah, dan peningkatan efektivitas pelayanan pendidikan.

Tim PKM FISIP USU menilai keberhasilan penerapan Digital School Management membutuhkan keterlibatan seluruh unsur organisasi sekolah. Komitmen pimpinan, kesiapan guru, kompetensi tenaga operator, serta dukungan kebijakan yayasan menjadi faktor penting agar transformasi digital dapat berjalan secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan tersebut, FISIP USU berharap Sekolah Parulian 1 Medan dapat semakin mengoptimalkan teknologi digital dalam tata kelola pendidikan.

Pengelolaan data yang lebih tertata, administrasi yang lebih efisien, koordinasi yang lebih baik, serta ketersediaan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan diharapkan dapat memperkuat manajemen sekolah ke depan.

Pelaksanaan PKM Skema Perintis tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen FISIP USU menjalankan tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan pengetahuan dan keahlian akademik untuk menjawab kebutuhan institusi pendidikan.

Sinergi antara FISIP USU dan Yayasan Pendidikan Parulian diharapkan terus diperkuat sehingga pengembangan tata kelola sekolah dapat semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan.

Dengan penerapan Digital School Management, Sekolah Parulian 1 Medan diharapkan mampu membangun tata kelola pendidikan yang lebih efektif, transparan, akuntabel, dan berdaya saing.