Setahun Sekolah Rakyat Berjalan, Evaluasi RRI Medan Ungkap Sejumlah Catatan Penting

Medan45 Dilihat

MEDAN, SINKAP.info – Pelaksanaan tahun pertama program Sekolah Rakyat menjadi pembahasan dalam program Dialog Aspirasi Sumut yang disiarkan Pro 1 RRI Medan, Senin (2/11/2026).

Dialog bertajuk “Kilas Balik Satu Tahun Sekolah Rakyat” tersebut berlangsung pukul 08.00 hingga 08.30 WIB melalui frekuensi 94,3 FM. Program ini menghadirkan dosen Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan, Dr. Bakhrul Khair Amal, M.Si., dan Kepala SMA Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Medan, Syahripal Putra, S.Pd., M.Hum. Diskusi dipandu oleh Salsabila.

Dalam dialog tersebut, Dr. Bakhrul menilai evaluasi tahun pertama Sekolah Rakyat tidak cukup hanya mengukur perluasan akses pendidikan. Mutu layanan yang diterima peserta didik juga perlu menjadi perhatian utama.

Menurutnya, evaluasi harus mencakup sejumlah aspek, mulai dari ketepatan sasaran penerima manfaat, kesiapan fasilitas, kecukupan tenaga pendidik, proses pembelajaran, hingga pengasuhan dan perlindungan siswa.

MENARIK DIBACA:  Rocky Gerung Sebut Taruna STPN Kampus Paling Lengkap Pelajari Semua Ilmu

Ia menjelaskan, tahun pertama pelaksanaan program seharusnya menjadi momentum untuk memetakan layanan yang telah berjalan efektif sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang masih membutuhkan penanganan.

Hasil evaluasi tersebut nantinya dapat menjadi dasar dalam menentukan prioritas perbaikan sebelum program diperluas ke wilayah lain.

Selain kualitas fasilitas dan pembelajaran, keragaman kebutuhan peserta didik juga menjadi perhatian. Perbedaan latar belakang keluarga, kesiapan belajar, serta kebutuhan pendampingan membuat layanan pendidikan perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing siswa.

Menurut Dr. Bakhrul, sistem pendidikan berasrama juga menghadirkan tantangan tersendiri. Kemampuan siswa beradaptasi dengan jadwal harian, kedisiplinan, serta kehidupan jauh dari keluarga perlu menjadi bagian dari penilaian perkembangan peserta didik.

Karena itu, keberhasilan program tidak hanya dapat diukur dari aktivitas pembelajaran di kelas, tetapi juga dari pengalaman siswa selama menjalani kehidupan di asrama.

MENARIK DIBACA:  Rakyat Harus Melek dan Berpartisipasi Aktif Dalam Politik Serta Menjadi Pemilih Cerdas

Untuk mengukur perkembangan secara lebih objektif, Dr. Bakhrul merekomendasikan penggunaan data awal sebagai dasar pembanding. Indikator evaluasi dapat mencakup tingkat kehadiran, keberlanjutan pendidikan, kemajuan belajar, kesehatan, hingga kondisi psikososial siswa.

Data kuantitatif tersebut juga perlu dilengkapi dengan pengalaman langsung dari siswa, guru, pengasuh, dan keluarga. Dengan demikian, evaluasi dapat memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai pelaksanaan program di setiap lokasi.

Adapun sejumlah prioritas perbaikan yang perlu diperhatikan meliputi pemenuhan fasilitas belajar dan asrama, penguatan kapasitas tenaga pendidik serta pendamping, standardisasi perlindungan siswa, hingga penyusunan laporan kemajuan dan kendala secara berkala.

Melalui evaluasi yang menyeluruh, pelaksanaan Sekolah Rakyat diharapkan dapat terus diperbaiki sehingga perluasan akses pendidikan berjalan seiring dengan peningkatan mutu layanan bagi peserta didik.