Pemkab Labuhanbatu Siaga Hadapi Banjir dan Karhutla, Warga Diminta Segera Gotong Royong

Labuhan Batu60 Dilihat

LABUHANBATU, SINKAP.info – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu menggelar rapat evaluasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi basah dan kering di wilayah Kabupaten Labuhanbatu, Senin (26/10/2026). Rapat berlangsung di Ruang Rapat Bupati Labuhanbatu dengan membahas langkah antisipasi banjir, tanah longsor, angin kencang, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Rapat dipandu Asisten II Pemkab Labuhanbatu, Drs. Ikramsyah Putra Nasution, dan dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Labuhanbatu Abdi Jaya Pohan, S.H., M.H., Asisten I Drs. Sarimpunan Ritonga, M.Pd., Asisten III Zaid Harahap, S.Sos., M.M., serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Turut hadir Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Ahmad Fadly Rangkuti, S.T., M.Kom., Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Hamdi Erazona, Kepala Pelaksana BPBD Muhammad Perjuangan Hasibuan, Kasatpol PP Ade Rahmadyansyah, Direktur Utama PUDAM Tirta Bina, para camat, dan kepala lingkungan (kepling).

Pembahasan difokuskan pada penguatan koordinasi lintas perangkat daerah, pemantauan wilayah rawan bencana, serta kesiapan personel dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang dapat mengancam keselamatan masyarakat, mengganggu aktivitas warga, dan merusak infrastruktur.

MENARIK DIBACA:  Bupati Labuhanbatu Hadiri Kampung KB Sarasehan di Panai Tengah

Salah satu langkah yang menjadi perhatian Pemkab Labuhanbatu adalah rencana normalisasi parit dan saluran drainase yang mengalami pendangkalan, penyempitan, maupun penyumbatan. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperlancar aliran air, terutama saat intensitas curah hujan meningkat.

Normalisasi dan pemeliharaan saluran air diharapkan dapat mengurangi risiko genangan serta banjir, khususnya di kawasan permukiman dan sejumlah titik rawan luapan air.

Sekdakab Labuhanbatu, Abdi Jaya Pohan, menekankan pentingnya peningkatan kewaspadaan oleh seluruh camat dan instansi terkait. Ia meminta agar pemantauan wilayah rawan terus dilakukan dan koordinasi diperkuat guna mengantisipasi potensi bencana sejak dini.

Pada akhir rapat, Abdi juga menginstruksikan para camat, lurah, kepala desa, dan kepling untuk menggerakkan kegiatan gotong royong secara rutin, tanpa hanya bergantung pada hari Jumat.

“Secepatnya lakukan gotong royong, ajak masyarakat membersihkan parit dan gorong-gorong,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Labuhanbatu, Muhammad Perjuangan Hasibuan, menjelaskan bahwa terdapat sejumlah faktor yang berpotensi menyebabkan banjir di wilayah tersebut. Di antaranya, peningkatan intensitas curah hujan, sedimentasi di daerah aliran sungai (DAS), serta penyempitan, pendangkalan, dan penyumbatan saluran drainase.

MENARIK DIBACA:  Bupati Labuhanbatu Dorong Digitalisasi Keuangan Daerah Melalui CMS Bank Sumut untuk Transparansi Anggaran

Untuk mengantisipasi persoalan tersebut, BPBD menyiapkan sejumlah langkah penanganan, meliputi normalisasi dan pembersihan drainase, pengerukan sedimentasi sungai, perbaikan tanggul atau bronjong, serta penguatan koordinasi antarinstansi. Koordinasi dengan BMKG Wilayah I Sumatera Utara juga menjadi bagian dari upaya pemantauan kondisi cuaca dan potensi bencana.

Dalam rapat tersebut, Camat Rantau Utara, Nafsir Rambe, turut melaporkan sejumlah titik di wilayah Kota Rantauprapat dan sekitarnya yang berpotensi mengalami banjir maupun menjadi penyebab terjadinya genangan.

Melalui rapat evaluasi dan kesiapsiagaan ini, Pemkab Labuhanbatu berharap seluruh perangkat daerah dapat memperkuat sinergi dalam upaya mitigasi bencana. Kesiapan personel, pemantauan wilayah rawan, serta keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan saluran air diharapkan mampu menekan risiko bencana dan menjaga keselamatan warga.