BANGKOK, SINKAP.info – Perusahaan produsen dan eksportir saus asal Thailand, Exotic Food Public Company Limited (XO), menampilkan produk unggulannya dalam pameran industri pangan internasional SIAL Paris 2026 yang berlangsung pada 17–21 Oktober 2026 di Paris, Prancis.
Keikutsertaan perusahaan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pasar internasional, memperkenalkan inovasi produk, serta memperkuat posisi merek kuliner Thailand di pasar global.
Exotic Food memasarkan produknya ke lebih dari 80 negara dengan dukungan jaringan distribusi yang menjangkau lebih dari 30.000 titik penjualan di berbagai belahan dunia. Perusahaan ini mengandalkan dua merek utamanya, yakni Exotic Food dan Flying Goose.
Eropa menjadi salah satu pasar penting bagi perusahaan tersebut. Berbagai produk saus, bumbu, dan bahan kuliner khas Thailand dipasarkan melalui jaringan ritel serta mitra distribusi internasional.
SIAL Paris merupakan salah satu pameran industri pangan internasional yang mempertemukan produsen, distributor, pembeli, dan pelaku usaha dari berbagai negara. Dalam materi publikasinya, Exotic Food menyebut SIAL Paris 2026 diikuti lebih dari 8.000 peserta pameran dari 130 negara dan menampilkan lebih dari 400.000 produk.
Bagi Exotic Food, pameran tersebut menjadi kesempatan untuk menjalin hubungan dengan calon pembeli dan distributor internasional, memperkuat kemitraan bisnis yang telah terjalin, serta menjajaki peluang pasar baru.
Hadirkan Lebih dari 50 Varian Sriracha
Dalam pameran tersebut, Exotic Food memperkenalkan beragam produk dengan cita rasa autentik Thailand serta inovasi yang disesuaikan dengan preferensi konsumen internasional.
Salah satu produk yang menjadi sorotan adalah rangkaian saus Sriracha merek Flying Goose yang memiliki lebih dari 50 varian rasa. Perusahaan juga menampilkan kolaborasi produk berupa keripik kentang dan kacang dengan cita rasa Sriracha.
Inovasi tersebut menunjukkan upaya perusahaan mengembangkan cita rasa khas Thailand ke dalam kategori produk yang lebih beragam, sejalan dengan perubahan tren konsumsi pangan di pasar internasional.
Stan pameran Exotic Food tampil dengan dominasi warna merah cerah yang terinspirasi dari budaya Thailand dan identitas visual Flying Goose Sriracha. Konsep tersebut digunakan untuk menonjolkan karakter merek sekaligus memperkenalkan asal-usul produknya kepada pengunjung internasional.
Chief Executive Officer Exotic Food Public Company Limited, Jittiporn Jantarach, mengatakan bahwa ekspansi internasional tidak cukup hanya mengandalkan produk, tetapi juga membutuhkan pemahaman terhadap konsumen dan karakteristik pasar yang berbeda.
“Membawa cita rasa Thailand ke seluruh dunia hanyalah langkah awal. Membangun merek global yang sukses membutuhkan pemahaman mendalam tentang konsumen internasional, kemampuan beradaptasi dengan pasar yang berbeda, serta komitmen jangka panjang terhadap kualitas dan inovasi,” kata Jittiporn dalam keterangan perusahaan.
Ia menambahkan, Exotic Food memadukan warisan kuliner Thailand dengan pemahaman pasar global untuk menghasilkan produk yang dapat diterima konsumen dari berbagai latar belakang budaya.
Menurutnya, partisipasi dalam SIAL Paris mencerminkan perkembangan merek Thailand sekaligus peluangnya untuk bersaing dan tumbuh di pasar internasional.
Perkuat Komitmen Keberlanjutan
Selain memperluas pasar dan mengembangkan produk, Exotic Food menyatakan terus memperkuat komitmen keberlanjutan sebagai bagian dari strategi bisnis jangka panjang.
Perusahaan tersebut menyebut telah memperoleh sertifikasi ISO 14068-1:2023, yang berkaitan dengan pengelolaan dan pencapaian netralitas karbon. Sertifikasi itu menjadi bagian dari peta jalan perusahaan menuju netralitas karbon pada 2040 dan emisi nol bersih pada 2050.
Komitmen tersebut dinilai relevan di tengah meningkatnya perhatian terhadap aspek lingkungan dalam kegiatan bisnis dan perdagangan internasional.
Melalui keikutsertaannya dalam SIAL Paris 2026, Exotic Food berupaya memperkuat posisinya sebagai produsen dan eksportir produk pangan Thailand di pasar global. Strategi tersebut dijalankan melalui pengembangan produk, perluasan jaringan distribusi, penguatan merek, serta penerapan praktik bisnis yang memperhatikan keberlanjutan.







