Putra Papua Pilih STPN Demi Wujudkan Mimpi Bangun Daerah Asal

Pendidikan156 Dilihat

YOGYAKARTA, SINKAP.info – Keinginan untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah menjadi motivasi kuat bagi sejumlah generasi muda asal Papua menempuh pendidikan di Politeknik Agraria Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN), perguruan tinggi kedinasan di bawah Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Melalui pendidikan di bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang, mereka berharap dapat kembali ke daerah asal dengan bekal ilmu dan keterampilan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Salah satu taruna yang memiliki tekad tersebut adalah Alfando Almendo, Taruna Tingkat II asal Manokwari, Papua Barat. Ia memilih melanjutkan pendidikan di Politeknik Agraria STPN karena melihat masih besarnya kebutuhan sumber daya manusia yang memahami persoalan agraria di Papua.

“Yang saya pikirkan ketika memutuskan berkuliah di Politeknik Agraria STPN sederhana saja, nantinya saya ingin terlibat membangun daerah saya. Papua masih membutuhkan banyak pembangunan dan tentu membutuhkan sumber daya manusia yang memahami bidang pertanahan dan tata ruang,” ujar Alfando.

Menurutnya, berbagai persoalan pertanahan yang masih terjadi di Papua menjadi alasan utama untuk mendalami ilmu agraria. Ia berharap ilmu yang diperoleh selama masa pendidikan dapat menjadi bekal dalam membantu menyelesaikan persoalan tersebut ketika kembali ke daerah asal.

MENARIK DIBACA:  Dari Medan ke Senayan, Rais Khair Tunjukkan Kepemimpinan Remaja Inspiratif

Selain mendapatkan pengetahuan akademik, Alfando juga mengaku memperoleh banyak pengalaman melalui sistem pendidikan berasrama yang diterapkan di kampus tersebut. Lingkungan pendidikan itu dinilai mampu membentuk karakter, kedisiplinan, serta kemampuan kepemimpinan para taruna.

“Di sini kami tidak hanya belajar akademik, tetapi juga belajar disiplin, kepemimpinan, dan hidup bersama dengan teman-teman dari seluruh Indonesia. Ini menjadi modal penting untuk bisa bersinergi dengan teman-teman dari banyak daerah untuk membangun Papua,” katanya.

Semangat yang sama juga ditunjukkan Rafael Korwa, Taruna Tingkat II asal Merauke, Papua Selatan. Ketertarikannya terhadap dunia pemetaan sejak kecil menjadi pintu masuk untuk mengenal lebih jauh bidang pertanahan dan tata ruang.

Selama menjalani pendidikan, Rafael menyadari bahwa ilmu pertanahan memiliki peran penting dalam membantu masyarakat, terutama dalam menyelesaikan berbagai persoalan sengketa tanah yang masih sering terjadi.

“Dari kecil saya memang suka melihat peta. Setelah mengetahui dan mempelajari bidang pertanahan, saya jadi tahu bahwa ilmu ini sangat penting untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang ada di masyarakat, termasuk masalah sengketa tanah yang sering terjadi di lingkungan saya,” ungkap Rafael.

Ia menilai masih banyak masyarakat yang belum memahami hak atas tanah maupun aspek hukum pertanahan. Karena itu, kebutuhan akan tenaga profesional yang memiliki kompetensi di bidang agraria menjadi sangat penting, khususnya di wilayah Papua yang memiliki karakteristik pertanahan yang kompleks.

MENARIK DIBACA:  ATR/BPN dan KPK Jadikan Sulut Percontohan Transformasi Layanan Pertanahan Modern Terintegrasi Nasional

“Harapannya setelah lulus nanti saya bisa kembali dan membagikan ilmu yang saya dapatkan kepada masyarakat. Dengan begitu masyarakat bisa lebih memahami hak-haknya dan tidak mudah dirugikan dalam urusan pertanahan,” tuturnya.

Bagi Alfando dan Rafael, pendidikan di Politeknik Agraria STPN bukan sekadar sarana untuk meraih gelar, melainkan langkah awal untuk menjadi bagian dari pembangunan daerah asal. Keduanya berharap ilmu yang diperoleh dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Papua, khususnya dalam mewujudkan tata kelola pertanahan yang lebih baik dan berkelanjutan.

Kisah para taruna asal Papua tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan sumber daya manusia di bidang agraria dan tata ruang tidak hanya penting di pusat-pusat pembangunan, tetapi juga di daerah yang masih menghadapi berbagai tantangan pertanahan.

Sementara itu, Politeknik Agraria STPN masih membuka pendaftaran Taruna/Taruni Tahun Akademik 2026/2027 hingga 18 Juni 2026. Kesempatan tersebut terbuka bagi lulusan SMA/sederajat yang ingin mendalami bidang pertanahan dan tata ruang serta berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui jalur pendidikan.