Meranti Siapkan Gudang Bulog Baru, Strategi Besar Atasi Krisis Pangan

Ekonomi40 Dilihat

JAKARTA, SINKAP.info – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti terus mempercepat pembangunan Gudang Perum Bulog di Selatpanjang sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan pangan daerah kepulauan. Upaya tersebut dibahas dalam audiensi Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, bersama jajaran Perum Bulog di Kantor Pusat Perum Bulog, Jakarta Selatan, Rabu (5/8/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Asmar didampingi Ketua DPRD Kepulauan Meranti H. Khalid Ali, Wakil Ketua I DPRD Jack Ardiansyah, Asisten I dan II Setdakab, Staf Ahli Bidang Ekonomi, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Bagian Ekonomi, serta Kepala Bagian Hukum.

Rombongan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti diterima langsung Wakil Direktur Utama Perum Bulog, Mayjen TNI (Purn.) Dr. Marga Taufiq, S.H., M.H., bersama jajaran pimpinan dan kepala divisi terkait.

Dalam audiensi tersebut, Perum Bulog menyambut positif rencana pembangunan gudang yang diusulkan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti. Fasilitas tersebut nantinya diharapkan menjadi pusat penyerapan, pengolahan, dan penyimpanan hasil pertanian masyarakat setempat.

“Lahan yang telah disiapkan akan kami maksimalkan untuk pembangunan infrastruktur pascapanen. Fasilitas ini akan menjadi pusat penyerapan, pengolahan, dan penyimpanan hasil panen petani lokal,” ujar Marga Taufiq.

Menurutnya, keberadaan gudang Bulog di Kepulauan Meranti akan memberikan banyak manfaat, mulai dari mengurangi kehilangan hasil panen, menjaga stabilitas harga di tingkat petani, hingga meningkatkan kualitas komoditas pangan daerah.

MENARIK DIBACA:  ATR/BPN Catat 8,4 Juta Layanan Pertanahan per Tahun, PNBP Tembus Triliunan Rupiah Nasional

Perum Bulog, lanjutnya, berkomitmen mempercepat proses realisasi pembangunan dengan dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dalam aspek perizinan, tata ruang, dan kesiapan infrastruktur pendukung.

Sementara itu, Bupati Kepulauan Meranti H. Asmar menjelaskan pembangunan Gudang Bulog merupakan kebutuhan penting bagi daerah yang memiliki karakteristik geografis kepulauan.

Menurutnya, Kabupaten Kepulauan Meranti terdiri atas 12 pulau kecil dan berada di kawasan strategis Segitiga Pertumbuhan Ekonomi Indonesia-Malaysia-Singapura (IMS-GT), namun masih menghadapi tantangan dalam distribusi pangan dan konektivitas antarwilayah.

“Meranti masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari angka kemiskinan yang mencapai 20,51 persen pada 2025, keterbatasan infrastruktur transportasi dan distribusi antar-pulau, hingga tingginya ketergantungan terhadap pasokan kebutuhan pokok dari luar daerah,” kata Asmar.

Ia menjelaskan, selama ini distribusi beras SPHP dan Minyakita ke Kabupaten Kepulauan Meranti masih bergantung pada gudang Bulog yang berada di Bengkalis dan Siak. Kondisi tersebut menyebabkan proses distribusi membutuhkan waktu dan biaya lebih besar.

Berdasarkan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan 2025 yang diterbitkan Badan Pangan Nasional, Meranti juga masih menghadapi tantangan pada aspek keterjangkauan, pemanfaatan, dan ketahanan pangan.

Meski demikian, Asmar menegaskan bahwa Kepulauan Meranti memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perikanan. Selain dikenal sebagai penghasil sagu terbesar di Indonesia, daerah tersebut juga memiliki komoditas unggulan seperti kelapa, karet, kopi, pinang, serta budidaya kakap putih.

MENARIK DIBACA:  Afiza Ghania, Superkids Palu, Rilis Lagu Kedua Berjudul “Kota Palu Kota Lima Dimensi”

Sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah, Pemkab Kepulauan Meranti telah menyiapkan dan menghibahkan lahan strategis untuk pembangunan gudang di kawasan Jalan Lingkar Dorak, Selatpanjang.

Lokasi tersebut telah sesuai dengan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Perkotaan Selatpanjang 2025–2044 dan diperuntukkan sebagai kawasan transportasi serta pergudangan.

Rencana pembangunan Gudang Bulog tersebut merupakan tindak lanjut dari nota kesepakatan sinergi antara Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dan Perum Bulog yang telah ditandatangani di Pekanbaru pada 15 Desember 2025.

Kerja sama tersebut kemudian diperkuat melalui kesepakatan penyediaan dan pendistribusian kebutuhan pokok masyarakat serta ASN yang ditandatangani di Batam pada 6 Februari 2026.

Ketua DPRD Kepulauan Meranti H. Khalid Ali menyatakan dukungan penuh terhadap percepatan pembangunan Gudang Bulog karena dinilai memiliki dampak besar terhadap stabilitas pangan daerah.

“Keberadaan gudang Bulog akan memperkuat cadangan pangan daerah, mempercepat distribusi logistik di wilayah kepulauan, mengendalikan inflasi, mengurangi risiko kelangkaan bahan pokok, serta mendukung stabilitas rantai pasok komoditas unggulan daerah,” ujar Khalid.

Audiensi tersebut ditutup dengan penyerahan cenderamata antara Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dan jajaran Perum Bulog sebagai simbol penguatan kerja sama dalam mendukung ketahanan pangan daerah sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.