Respond.io Raih Pendanaan Seri B US$62,5 Juta untuk Perluas Pasar Global

GLOBAL, TEKNOLOGI53 Dilihat

KUALA LUMPUR, SINKAP.info – Perusahaan teknologi pengelola percakapan pelanggan berbasis kecerdasan buatan (AI), Respond.io, mengumumkan perolehan pendanaan Seri B senilai US$62,5 juta atau sekitar Rp1 triliun. Pendanaan tersebut dipimpin oleh Camber Partners dengan dukungan investor lama serta Endeavor Catalyst.

Pendanaan baru ini akan digunakan untuk mempercepat ekspansi perusahaan ke pasar Amerika Utara dan Eropa, termasuk mendukung strategi akuisisi dan merger guna memperkuat posisinya di industri manajemen percakapan pelanggan berbasis AI.

Didirikan pada 2017 dan berkantor pusat di Kuala Lumpur, Malaysia, Respond.io mengembangkan platform yang memungkinkan perusahaan mengelola komunikasi pelanggan dari berbagai kanal dalam satu sistem terintegrasi.

Platform tersebut menghubungkan layanan seperti WhatsApp, Instagram, TikTok, Messenger, LINE, Telegram, WeChat, email, panggilan suara, hingga berbagai sistem Customer Relationship Management (CRM) untuk membantu bisnis meningkatkan penjualan dan layanan pelanggan.

Saat ini, Respond.io melayani lebih dari 10.000 perusahaan di lebih dari 180 negara, termasuk sejumlah merek global seperti Toyota, British Airways, Radisson, Hertz, dan Decathlon.

Perusahaan mengungkapkan telah membukukan pendapatan berulang tahunan (annual recurring revenue atau ARR) sebesar US$35 juta dengan pertumbuhan mencapai 169 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, perusahaan mencatat margin keuntungan sekitar 30 persen.

MENARIK DIBACA:  Hong Kong Ubah Kota Jadi Ruang Pamer Mewah Lewat Kerja Sama Informa Markets

CEO sekaligus Co-Founder Respond.io, Gerardo Salandra, mengatakan pendanaan tersebut menjadi langkah penting dalam mempercepat pertumbuhan perusahaan yang selama ini dibangun secara berkelanjutan dan menguntungkan.

“Kami membangun Respond.io selama sembilan tahun di berbagai pasar yang belum banyak dimasuki kompetitor dan melakukannya secara menguntungkan. Pendanaan ini diberikan karena investor melihat adanya kesesuaian produk dengan kebutuhan pasar, model bisnis yang sehat, dan peluang pertumbuhan yang besar,” ujar Salandra.

Menurutnya, perkembangan teknologi large language models (LLM) atau model bahasa AI membuka peluang baru bagi perusahaan untuk mengembangkan agen AI yang mampu menangani percakapan pelanggan secara otomatis dalam skala besar.

Saat ini, platform Respond.io mampu memproses sekitar dua miliar pesan setiap kuartal dan mendukung ribuan percakapan pelanggan setiap hari melalui teknologi AI yang dapat melakukan kualifikasi prospek hingga membantu proses penjualan secara otomatis.

Keunggulan tersebut juga membuat Respond.io dipercaya oleh sejumlah perusahaan teknologi global untuk mendukung peluncuran layanan baru, termasuk integrasi WhatsApp Business Calling API dan TikTok Business Messaging.

MENARIK DIBACA:  Hong Leong Bank Luncurkan Cabang Inovatif Meet @ HLB di Eco Majestic

Pendiri sekaligus Mitra Camber Partners, Scott Irwin, menilai Respond.io memiliki posisi yang kuat untuk memimpin pasar manajemen percakapan pelanggan berbasis AI di tingkat global.

“Respond.io telah membangun infrastruktur yang kuat untuk mendukung percakapan pelanggan berbasis AI dan melakukannya secara menguntungkan. Kami melihat perusahaan ini memiliki tim yang luar biasa dan potensi besar untuk memimpin kategori ini secara global,” katanya.

Sementara itu, Ketua Endeavor Catalyst sekaligus Co-Founder LinkedIn, Reid Hoffman, menyatakan pihaknya bangga dapat kembali berinvestasi dalam perusahaan teknologi yang tumbuh dari pasar berkembang dan mampu bersaing di tingkat internasional.

Melalui pendanaan Seri B ini, Respond.io menargetkan perluasan bisnis di Amerika Utara dan Eropa, seiring meningkatnya penggunaan media sosial dan aplikasi pesan instan sebagai saluran utama interaksi antara perusahaan dan pelanggan.

Perusahaan optimistis pengalaman yang telah dibangun di kawasan Asia Pasifik, Amerika Latin, dan Eropa, Timur Tengah, serta Afrika (EMEA) akan menjadi modal kuat untuk memperluas pangsa pasar global dan memperkuat posisinya sebagai penyedia solusi percakapan pelanggan berbasis AI.