Mengniu Pukau Dunia di Piala Dunia 2026, Budaya Tiongkok Jadi Sorotan Jutaan Penggemar Global

Sports, Wisata51 Dilihat

NEW YORK, SINKAP.info – Mengniu memanfaatkan ajang Piala Dunia FIFA 2026 untuk memperkenalkan budaya Tiongkok kepada masyarakat internasional melalui peluncuran Chinese Culture Pavilion atau Paviliun Budaya Tiongkok di kawasan New York New Jersey Stadium, Amerika Serikat.

Sebagai Sponsor Resmi Piala Dunia FIFA 2026, Mengniu menghadirkan paviliun seluas sekitar 400 meter persegi yang memadukan semangat sepak bola dengan kekayaan budaya tradisional Tiongkok. Paviliun tersebut dibuka menjelang partai final turnamen dan menjadi salah satu daya tarik bagi para pengunjung dari berbagai negara.

Mengniu menjelaskan, paviliun tersebut dibangun bersama sejumlah mitra sebagai sarana pertukaran budaya dengan menjadikan sepak bola sebagai jembatan komunikasi lintas bangsa.

Mengusung konsep arsitektur tradisional Tiongkok, desain paviliun terinspirasi dari kawasan Beijing Central Axis yang telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Tata ruang simetris dengan poros utama menjadi ciri khas bangunan tersebut.

Di pintu masuk, pengunjung disambut lukisan monumental Magnificent Central Axis yang menampilkan panorama jalur bersejarah Beijing dari sudut pandang udara sekaligus menggambarkan filosofi budaya Timur yang menjadi dasar konsep paviliun.

Berbagai instalasi interaktif juga disediakan agar pengunjung dapat mengenal lebih dekat seni, sejarah, dan nilai budaya Tiongkok. Kehadiran paviliun ini menjadi salah satu upaya memperkenalkan identitas budaya negara tersebut kepada jutaan penggemar sepak bola yang datang dari berbagai belahan dunia.

MENARIK DIBACA:  Alcatel-Lucent Enterprise Tingkatkan Dukungan Multi-Vendor pada OmniVista Network Advisor

Mengniu menilai Piala Dunia bukan hanya ajang kompetisi olahraga, tetapi juga ruang pertemuan berbagai budaya. Karena itu, perusahaan memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkuat pertukaran budaya melalui berbagai kegiatan yang dikemas dalam suasana olahraga internasional.

Sebelumnya, Mengniu juga menghadirkan program bertajuk China Night pada penyelenggaraan Olimpiade Musim Panas Paris dan Olimpiade Musim Dingin Milan sebagai bagian dari upaya memperkenalkan budaya Tiongkok kepada masyarakat dunia.

Selain menghadirkan paviliun budaya, Mengniu juga memperluas eksistensinya selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026 melalui berbagai strategi bisnis dan pemasaran.

Produk es krim Mengniu resmi menjadi Official Ice Cream of the 2026 FIFA World Cup dan tersedia di seluruh lokasi pertandingan. Perusahaan juga memperluas distribusi produknya ke 11 kota besar di Amerika Serikat, termasuk New York dan Los Angeles, sebagai bagian dari strategi ekspansi pasar internasional.

MENARIK DIBACA:  Menyayangi dan Memperbaiki Performa KJA adalah Pilihan Terbaik

Pada sisi promosi merek, Mengniu menggandeng sejumlah pesepak bola dunia seperti Lionel Messi, Kylian Mbappé, dan Lamine Yamal sebagai duta merek global. Bersama perusahaan teknologi Hisense, Mengniu juga menampilkan kampanye iklan beraksara Mandarin di sisi lapangan selama pertandingan berlangsung sebagai bentuk kolaborasi merek asal Tiongkok di panggung internasional.

Di bidang tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), Mengniu melibatkan enam pesepak bola muda asal Mongolia Dalam untuk membawa bendera FIFA pada laga pembuka Piala Dunia 2026. Inisiatif tersebut menjadi bagian dari dukungan perusahaan terhadap pengembangan sepak bola usia muda sekaligus menunjukkan komitmen terhadap pembangunan generasi masa depan.

Mengniu menyatakan partisipasinya di Piala Dunia FIFA 2026 bukan hanya bertujuan memperkuat merek secara global, tetapi juga memperkenalkan budaya Tiongkok, memperluas pasar internasional, serta menunjukkan kontribusi perusahaan dalam bidang olahraga dan tanggung jawab sosial.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, perusahaan berharap dapat terus memperkuat posisi industri susu Tiongkok di pasar global sekaligus memanfaatkan ajang olahraga dunia sebagai media memperkenalkan budaya dan nilai-nilai Tiongkok kepada masyarakat internasional.