ATR/BPN Buka Seleksi Taruna STPN, Ribuan Peserta Berebut Kesempatan Menjadi SDM Pertanahan Unggul Nasional

Pendidikan53 Dilihat

BOGOR, SINKAP.info – Politeknik Agraria STPN, perguruan tinggi di bawah naungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), menggelar Seleksi Penerimaan Taruna Baru (SPTB) Tahun Akademik 2026/2027. Seleksi ini bertujuan menjaring calon taruna terbaik yang akan dipersiapkan menjadi sumber daya manusia unggul di bidang pertanahan dan tata ruang.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian ATR/BPN, Agustyarsyah, mengatakan para peserta yang lolos seleksi diharapkan mampu menjadi generasi profesional yang memiliki kompetensi, integritas, dan karakter kuat dalam mendukung pembangunan nasional.

“Kita harus optimistis siapa pun yang akan menjadi calon taruna Politeknik Agraria STPN adalah benar-benar putra-putri terbaik bangsa yang memiliki attitude, knowledge, dan integritas dalam memperbaiki serta mempercepat penyelesaian berbagai program layanan pertanahan dan tata ruang,” ujarnya di BPSDM Kementerian ATR/BPN, Cikeas, Kabupaten Bogor, Kamis (2/7/2026).

Seleksi penerimaan taruna baru tahun ini dilaksanakan di dua lokasi, yakni Kampus Politeknik Agraria STPN di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada 1–4 Juli 2026 dan BPSDM Kementerian ATR/BPN di Cikeas, Kabupaten Bogor, pada 2 Juli 2026.

MENARIK DIBACA:  UAS Selesaikan Pendidikan Doktor, Raih Prediket Cum Laude di Sudan

Menurut Agustyarsyah, penambahan lokasi seleksi dilakukan untuk mengakomodasi meningkatnya jumlah pendaftar setiap tahun sekaligus memastikan proses seleksi berjalan optimal.

“Jumlah pendaftar Politeknik Agraria STPN setiap tahun semakin bertambah. Ketika peserta yang lolos administrasi semakin banyak, kapasitas di Yogyakarta tentu semakin terbatas. Oleh karena itu, kami memanfaatkan fasilitas BPSDM di Cikeas agar proses seleksi dapat berjalan dengan baik,” jelasnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan seleksi di dua lokasi juga bertujuan menjaga kualitas, objektivitas, dan integritas ujian yang menggunakan metode Computer Based Test (CBT).

Ke depan, Kementerian ATR/BPN berencana memperluas lokasi pelaksanaan seleksi ke sejumlah wilayah di Indonesia. Namun, langkah tersebut akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur, sistem, serta mekanisme pengawasan agar mutu pelaksanaan tetap terjaga.

“Kami berharap ke depan dapat membentuk beberapa zona pelaksanaan seleksi di berbagai wilayah Indonesia. Namun, saat ini kami memprioritaskan pelaksanaan yang profesional dan mudah diawasi sehingga kualitas seleksi tetap terjaga,” kata Agustyarsyah.

MENARIK DIBACA:  Nusron Ajak Santri Kuasai STEM, Siapkan Jadi Penggerak Kebijakan Negara Masa Depan

Berdasarkan data panitia, sebanyak 2.114 peserta mengikuti seleksi berbasis CBT. Dari jumlah tersebut, 1.405 peserta mengikuti ujian di Kampus Politeknik Agraria STPN Yogyakarta, sedangkan 709 peserta mengikuti seleksi di BPSDM Cikeas.

Materi yang diujikan meliputi Tes Potensi Akademik (TPA), Tes Potensi Umum (TPU), serta materi bidang keagrariaan.

Panitia menjadwalkan hasil seleksi CBT diumumkan pada 9 Juli 2026. Peserta yang dinyatakan lulus akan melanjutkan tahapan tes kesehatan, kesamaptaan, dan wawancara pada 13–15 Juli 2026.

Selanjutnya, pengumuman kelulusan akhir akan disampaikan pada 22 Juli 2026. Taruna yang dinyatakan lolos diwajibkan melakukan daftar ulang secara daring, masuk asrama pada 21 Agustus 2026, mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus Taruna Baru (PKKTB) pada 24–27 Agustus 2026, dan memulai perkuliahan pada 31 Agustus 2026.