Ribuan Calon Taruna STPN Berebut Kesempatan, Semangat Mengabdi Demi Indonesia Jadi Sorotan Utama Nasional

Pendidikan52 Dilihat

BOGOR, SINKAP.info – Semangat mengabdi kepada bangsa mewarnai pelaksanaan Seleksi Penerimaan Taruna Baru (SPTB) Politeknik Agraria STPN Tahun Akademik 2026/2027. Perguruan tinggi di bawah naungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) itu menggelar seleksi untuk menjaring calon sumber daya manusia (SDM) unggul di bidang pertanahan dan tata ruang.

Sebanyak 2.114 peserta dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti proses seleksi yang berlangsung pada 1–4 Juli 2026 di Kampus Politeknik Agraria STPN, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), serta pada 2 Juli 2026 di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian ATR/BPN di Cikeas, Kabupaten Bogor.

Di balik pelaksanaan seleksi, tersimpan kisah perjuangan para peserta yang datang dengan tekad kuat untuk mengabdi melalui profesi di bidang pertanahan dan tata ruang.

Salah satunya adalah Aditya Rahman (17), calon taruna asal Bandung, Jawa Barat, yang memilih Program Studi Manajemen Penataan Ruang dan Pertanahan (MPRP). Ia menilai Indonesia memiliki potensi wilayah yang besar sehingga membutuhkan penataan ruang yang baik demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

MENARIK DIBACA:  Kebersamaan M Syafii dan Gatot Eddy Pramono Bertekad Majukan Pendidikan 

“Saya tetap semangat dan optimistis mengikuti ujian ini karena ingin mengabdi kepada Indonesia, khususnya di bidang tata ruang yang masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Akan sangat disayangkan jika potensi tersebut tidak dimanfaatkan dengan baik,” ujarnya.

Untuk mempersiapkan diri, Aditya mempelajari berbagai materi seleksi, mulai dari matematika, pengetahuan umum, hingga dasar-dasar pertanahan. Ia juga aktif mencari informasi mengenai Politeknik Agraria STPN dan berdiskusi dengan para senior agar lebih siap menghadapi ujian.

Meski sempat merasa tegang saat mengikuti seleksi, Aditya mengaku sebagian besar materi yang diujikan masih sesuai dengan apa yang telah dipelajarinya. Menurutnya, peserta hanya dituntut lebih teliti dalam memahami soal-soal berbentuk narasi.

Semangat serupa juga ditunjukkan Malika Putri Aprilia Permana (18), calon taruni asal Karawang, Jawa Barat, yang memilih Program Studi Kebijakan dan Manajemen Pendaftaran Tanah (KMPT).

Menurut Malika, bidang pertanahan memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat sehingga ia terdorong untuk memperdalam ilmu di bidang tersebut.

MENARIK DIBACA:  Program MBA CEIBS Menduduki Peringkat #1 di Asia untuk Tahun Kesembilan Berturut-turut

“Menurut saya, tanah adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Semua yang kita lakukan berawal dari tanah dan pada akhirnya kembali ke tanah. Karena itu, saya ingin mempelajari bidang pertanahan lebih dalam,” katanya.

Malika mengaku telah mempersiapkan diri sejak duduk di bangku kelas XII dengan belajar secara rutin dan mengerjakan berbagai latihan soal. Ia menilai tantangan terbesar selama mengikuti seleksi bukan berasal dari tingkat kesulitan soal, melainkan kemampuan mengendalikan rasa gugup dan tetap percaya diri.

“Tantangan terbesar bukan dari soal ujiannya, tetapi bagaimana saya bisa mengalahkan rasa takut dalam diri sendiri. Saya optimistis dan berusaha tetap percaya diri,” ungkapnya.

Panitia menjadwalkan peserta yang lolos seleksi berbasis Computer Based Test (CBT) akan melanjutkan tahapan tes kesehatan, kesamaptaan, dan wawancara sebelum ditetapkan sebagai calon taruna dan taruni Politeknik Agraria STPN Tahun Akademik 2026/2027.