350 Taruna Baru Politeknik Agraria STPN Segera Terpilih Setelah Seleksi Ketat Berakhir

Pendidikan80 Dilihat

D.I. YOGYAKARTA, SINKAP.info – Proses Seleksi Penerimaan Taruna Baru (PTB) Politeknik Agraria STPN Tahun Akademik 2026/2027 terus berlanjut. Setelah dinyatakan lulus ujian Computer Based Test (CBT), para calon taruna dan taruni kini mengikuti tahapan seleksi lanjutan untuk memperebutkan kesempatan menempuh pendidikan di perguruan tinggi vokasi di bawah Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) tersebut.

Ujian CBT sebelumnya telah dilaksanakan pada 1–4 Juli 2026. Peserta yang lolos kemudian mengikuti rangkaian seleksi berikutnya, mulai dari tes kesamaptaan, tes kesehatan, tes psikologi, hingga tahap wawancara.

Tahap wawancara menjadi bagian penting dalam proses seleksi karena peserta akan dinilai dari kemampuan komunikasi, kepribadian, motivasi, serta kesiapan mengikuti pendidikan di Politeknik Agraria STPN.

Salah satu peserta seleksi, Dimas Badrikawi Starautomo (19), asal Kota Malang, Jawa Timur, mengaku bersyukur dapat melewati berbagai tahapan seleksi hingga mencapai tahap wawancara. Dimas memilih program studi Manajemen Penataan Ruang.

MENARIK DIBACA:  Ribuan Calon Taruna STPN Berebut Kesempatan, Semangat Mengabdi Demi Indonesia Jadi Sorotan Utama Nasional

“Saya merasa bersyukur sudah bisa melalui tahapan tes kesamaptaan, kesehatan, dan psikologi selama tiga hari kemarin, dan ternyata saya bisa sampai ke tahapan wawancara ini,” ujar Dimas.

Ia mengaku tetap optimistis menghadapi tahap wawancara meski masih merasakan sedikit rasa gugup. Dimas berharap dapat lolos dan menjadi bagian dari keluarga besar Politeknik Agraria STPN.

Hal serupa disampaikan calon taruni, Aurelia Nidya Prasetyo (19), asal Pati, Jawa Tengah. Peserta yang memilih program studi Kebijakan dan Manajemen Pendaftaran Tanah (KMPT) itu menilai seluruh rangkaian seleksi memberikan pengalaman berharga.

Menurut Aurelia, setiap tahapan seleksi memiliki tantangan berbeda, mulai dari pengujian kemampuan fisik, kesehatan, hingga kesiapan mental.

“Awalnya tentu saya merasa deg-degan saat akan mengikuti wawancara. Namun, setelah berada di ruang wawancara, saya mulai merasa lebih rileks dan bisa menjawab semua pertanyaan dengan baik,” tutur Aurelia.

Politeknik Agraria STPN memastikan seluruh proses seleksi dilakukan secara objektif dan transparan untuk menjaring calon taruna/i terbaik yang memiliki kompetensi, minat, serta komitmen dalam bidang pertanahan dan tata ruang.

MENARIK DIBACA:  500 Mahasiswa UIN Gus Dur Diterjunkan dalam KKN Tematik Pertanahan Nasional

Pembantu Ketua II Bidang Administrasi Umum Politeknik Agraria STPN, Widhiana Hestining Puri, mengatakan proses seleksi telah memasuki tahap akhir. Dari seluruh peserta yang mengikuti rangkaian seleksi, pihaknya akan memilih 350 calon taruna/i melalui jalur tugas belajar, jalur umum, serta kerja sama dengan pemerintah daerah.

“Kami akan menjaring 350 calon taruna/i yang terdiri dari tugas belajar, jalur umum dan juga kerja sama pemerintah daerah yang nantinya akan diumumkan pada 22 Juli 2026,” kata Widhiana.

Peserta yang dinyatakan lulus nantinya wajib mengikuti proses daftar ulang secara daring sebelum memasuki asrama pada 21 Agustus 2026. Selanjutnya, para taruna/i baru akan mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus Taruna Baru (PKKTB) pada 24–27 Agustus 2026 dan memulai kegiatan perkuliahan pada 31 Agustus 2026.