HONG KONG, SINKAP.info – Ketua Cyberport, Simon Chan, bergabung dalam delegasi bisnis yang dipimpin Kepala Eksekutif Hong Kong, John Lee, dalam kunjungan kerja ke Kazakhstan dan Uzbekistan pada 1–5 Juni 2026. Misi tersebut bertujuan memperkuat kerja sama inovasi teknologi, perdagangan, dan investasi antara Hong Kong dan kawasan Asia Tengah.
Dalam kunjungan tersebut, Cyberport menandatangani dua nota kesepahaman (MoU) dengan organisasi teknologi terkemuka di Kazakhstan dan Uzbekistan. Kesepakatan itu menjadi langkah strategis untuk membangun kolaborasi antarpusat inovasi atau hub-to-hub collaboration guna membuka peluang bisnis baru bagi perusahaan Hong Kong dan Tiongkok Daratan di pasar Asia Tengah.
Selama berada di kedua negara, Simon Chan melakukan serangkaian pertemuan dengan pemangku kepentingan sektor teknologi dan inovasi. Di Kazakhstan, ia mengunjungi Astana Hub, kawasan teknologi dan inovasi terbesar di Asia Tengah, termasuk fasilitas Artificial Intelligence Supercomputing Centre untuk mempelajari perkembangan kecerdasan buatan dan infrastruktur digital di kawasan tersebut.
Sementara di Uzbekistan, Chan mengunjungi IT Park Uzbekistan guna menjajaki peluang kerja sama yang lebih luas dalam pengembangan teknologi, penguatan talenta digital, serta ekspansi pasar internasional.
Menurut Chan, Asia Tengah merupakan kawasan strategis dalam kerangka Belt and Road Initiative (BRI) yang saat ini tengah mengalami percepatan transformasi digital dan pengembangan teknologi.
“Baik Kazakhstan maupun Uzbekistan menunjukkan pertumbuhan yang sangat kuat dalam inovasi teknologi, mulai dari pengembangan kecerdasan buatan hingga pembangunan infrastruktur digital berskala besar. Hal ini menciptakan peluang kolaborasi yang besar dengan ekosistem teknologi Hong Kong,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Cyberport saat ini menjadi rumah bagi lebih dari 2.300 perusahaan teknologi, termasuk 18 perusahaan tercatat di bursa dan sembilan perusahaan unicorn. Ekosistem tersebut mencakup berbagai sektor seperti kecerdasan buatan, ilmu data, teknologi finansial (fintech), aset digital, blockchain, keamanan siber, hingga teknologi kota pintar.
Kesamaan kebutuhan dan potensi pasar antara Hong Kong dan Asia Tengah, lanjutnya, menjadi landasan kuat untuk memperluas kerja sama teknologi dan perdagangan di masa depan.
Salah satu capaian utama kunjungan tersebut adalah penandatanganan nota kesepahaman antara Cyberport dan Astana Hub pada 1 Juni 2026. Astana Hub merupakan klaster inovasi terbesar di kawasan Eurasia Tengah yang saat ini menaungi lebih dari 1.800 perusahaan teknologi, termasuk lebih dari 450 perusahaan internasional.
Melalui kerja sama ini, kedua pihak akan mendorong transfer teknologi, pengembangan ekosistem inovasi, serta mendukung perusahaan teknologi di bidang kecerdasan buatan, fintech, kota pintar, dan Web3 untuk memperluas akses ke pasar global.
Selain itu, pada 4 Juni 2026, Cyberport juga menandatangani MoU dengan IT Park Uzbekistan, salah satu taman teknologi terbesar di Asia Tengah yang memiliki lebih dari 2.800 perusahaan anggota.
Kerja sama tersebut berfokus pada penyediaan dukungan ekspansi bisnis, akses infrastruktur teknologi, serta berbagai insentif yang memudahkan perusahaan Hong Kong dan Asia Tengah memasuki pasar masing-masing.
Cyberport menilai Hong Kong memiliki posisi strategis sebagai gerbang bagi perusahaan teknologi Asia Tengah yang ingin memperluas jangkauan ke Tiongkok Daratan, kawasan ASEAN, Asia Pasifik, hingga pasar global.
Sebaliknya, perusahaan-perusahaan teknologi Hong Kong dapat memanfaatkan Astana Hub dan IT Park Uzbekistan sebagai pintu masuk menuju pasar berkembang di Asia Tengah, khususnya dalam sektor kecerdasan buatan, fintech, dan teknologi kota pintar.
Dalam beberapa tahun terakhir, Cyberport juga aktif memperluas jejaring internasionalnya. Saat ini, sekitar sepertiga perusahaan yang beroperasi di Cyberport didirikan oleh pelaku usaha dari 27 negara dan wilayah, sementara perusahaan binaannya telah berekspansi ke lebih dari 35 pasar global.
Cyberport menyatakan akan terus mendukung strategi Pemerintah Hong Kong dalam memperkuat hubungan dengan pasar-pasar berkembang di sepanjang jalur Belt and Road serta mendorong Hong Kong menjadi pusat inovasi, teknologi, dan kecerdasan buatan bertaraf internasional.
Melalui kemitraan baru dengan Kazakhstan dan Uzbekistan, Cyberport berharap dapat mempercepat pertukaran teknologi, investasi, dan talenta digital sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru bagi Hong Kong, Asia Tengah, dan Tiongkok Daratan.







