Baznas Riau Targetkan Pengumpulan Zakat Rp70,4 Miliar pada Tahun 2026 Mendatang

RIAU52 Dilihat

RIAU, SINKAP.info – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Riau menargetkan pengumpulan zakat sebesar Rp70,4 miliar pada tahun 2026. Target tersebut meningkat sekitar Rp10 miliar dibandingkan capaian pada tahun 2025.

Ketua Baznas Provinsi Riau, H. Masriadi Hasan, menyampaikan hal tersebut usai kegiatan Gerakan Membayar Zakatyang diikuti Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Riau, Jumat (13/3/2026).

Menurut Masriadi, Baznas Riau terus berupaya mengoptimalkan potensi zakat yang ada di masyarakat. Ia berharap dukungan serta doa dari masyarakat agar target pengumpulan zakat pada tahun ini dapat tercapai.

“Target penerimaan zakat tahun 2026 sebesar Rp70,4 miliar. Itu sekitar Rp10 miliar lebih tinggi dibandingkan tahun 2025. Kita mohon doa masyarakat Riau agar target tersebut bisa tercapai, karena potensi zakat kita masih cukup besar,” ujarnya.

Masriadi menjelaskan bahwa Baznas memiliki peran sebagai mitra pemerintah dalam pengelolaan zakat. Oleh karena itu, berbagai program yang dijalankan oleh Baznas juga sejalan dengan program pemerintah, namun tetap mengacu pada ketentuan syariat dan hukum zakat.

MENARIK DIBACA:  Paslon AOK Menguat dengan Dukungan Partai PDI Perjuangan

“Posisi Baznas sebagai mitra pemerintah. Program-program yang kami jalankan juga mengadopsi program pemerintah dalam konteks penyaluran zakat, tentunya tetap disesuaikan dengan syariat serta ketentuan penerima zakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, hingga saat ini proses pengumpulan zakat masih terus berjalan. Mengingat saat ini masih memasuki bulan Maret, jumlah zakat yang terkumpul biasanya belum mencapai puncaknya.

“Karena ini masih bulan Maret, biasanya zakat yang masuk sekitar Rp4,5 miliar per bulan. Artinya sampai bulan ketiga atau Maret ini bisa mencapai sekitar Rp10 hingga Rp11 miliar,” katanya.

Sementara itu, Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Riau, Zulkifli Syukur, menyebutkan bahwa Baznas Riau selama ini berhasil mencatatkan berbagai prestasi di tingkat nasional dalam pengelolaan zakat. Bahkan lembaga tersebut kerap mendapatkan penghargaan dari Baznas Pusat.

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari peran aktif aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau yang secara konsisten menyalurkan zakat.

“Alhamdulillah setiap tahun Baznas Riau selalu mendapatkan penghargaan terbaik di Indonesia dan apresiasi dari Baznas Pusat. Hal ini karena berhasil mengumpulkan dana zakat sekitar Rp60 miliar dalam satu tahun,” ujarnya.

MENARIK DIBACA:  PWI Riau Tuan Rumah HPN 2025

Ia menjelaskan bahwa mayoritas dana zakat yang dihimpun Baznas Riau berasal dari sistem pemotongan gaji (payroll system) pegawai. Dana tersebut kemudian disalurkan melalui berbagai program sosial dan pemberdayaan masyarakat di seluruh wilayah Provinsi Riau.

“Dari seluruh dana yang terkumpul hampir 95 persen berasal dari ASN Provinsi Riau. Melalui zakat pegawai inilah kami menyalurkan berbagai bantuan kepada masyarakat penerima manfaat,” jelasnya.

Program bantuan tersebut meliputi santunan bagi masyarakat kurang mampu, bantuan pendidikan, hingga berbagai program sosial yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Zulkifli menilai, kontribusi ASN Pemerintah Provinsi Riau dalam program zakat tersebut telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya bagi kelompok mustahik yang membutuhkan bantuan ekonomi. Ia berharap hal ini dapat menjadi motivasi bagi para muzakki lainnya untuk meningkatkan semangat berzakat dan bersedekah.