ROKAN HILIR, SINKAP.info – Ketua DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Riau, DPD IMM Riau, Iyowan May Ozifa, S.E, melontarkan kritik keras terhadap penanganan kasus dugaan maraknya peredaran narkoba di Kecamatan Panipahan, Kabupaten Rokan Hilir. Ia menilai kondisi yang terjadi telah memicu keresahan publik hingga berujung pada aksi pembakaran rumah warga.
Menurutnya, situasi tersebut tidak lagi dapat dianggap sebagai peristiwa biasa, melainkan bentuk akumulasi kekecewaan masyarakat terhadap lemahnya penegakan hukum di wilayah tersebut.
Iyowan menilai langkah pencopotan Kapolsek dan Kanit Reskrim Panipahan belum menyentuh akar persoalan. Ia mendesak agar dilakukan evaluasi menyeluruh, termasuk terhadap jajaran Direktorat Reserse Narkoba.
“Kami meminta dengan tegas agar Direktur Narkoba segera dicopot karena tidak becus dalam menjalankan tugasnya. Ini bukan sekadar kelalaian kecil, ini menyangkut kegagalan menjaga wilayah dari ancaman serius narkoba,” ujarnya.
Ia juga mengkritik pendekatan aparat yang dinilai hanya bersifat seremonial dan tidak memberikan dampak nyata di lapangan. Menurutnya, masyarakat membutuhkan tindakan tegas, bukan sekadar narasi pemberantasan.
Lebih lanjut, Iyowan menyoroti kemungkinan adanya persoalan struktural yang lebih dalam, termasuk lemahnya pengawasan terhadap peredaran narkoba di daerah tersebut.
Selain kepolisian, ia juga menyoroti kinerja Badan Narkotika Nasional yang dinilai belum menunjukkan hasil optimal di Rokan Hilir.
“Kami mempertanyakan peran BNN Riau. Dalam kondisi seperti ini, publik menilai BNN terlihat mandul dalam menjalankan fungsinya,” katanya.
Ia menegaskan BNN seharusnya menjadi garda terdepan dalam pemberantasan narkoba, bukan bersikap pasif terhadap kondisi yang terjadi di masyarakat.
Iyowan juga meminta dilakukan audit terbuka terhadap penanganan kasus narkoba di wilayah Rokan Hilir, baik di lingkungan kepolisian maupun BNN, guna memastikan transparansi dan akuntabilitas.
“Publik berhak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Jangan ada yang ditutup-tutupi,” tegasnya.
Dalam pernyataannya, ia turut menyerukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Polres Rokan Hilir, termasuk pemeriksaan terhadap aparat yang menangani kasus narkoba di Panipahan.
Ia menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum saat ini berada pada titik kritis dan perlu segera dipulihkan melalui tindakan nyata.
“Kalau ini tidak ditangani serius, kepercayaan masyarakat akan runtuh,” ujarnya.
Sebagai penutup, DPD IMM Riau menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya pencopotan Direktur Narkoba, evaluasi total Polres Rokan Hilir, audit terbuka penanganan kasus narkoba, serta penindakan tegas tanpa pandang bulu terhadap aparat yang terbukti melanggar.
Meski demikian, IMM Riau mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas dan tidak terprovokasi, sambil terus mengawal proses penegakan hukum secara kritis, jujur, dan transparan.







