Poltek Agraria STPN Buka Sekolah Kedinasan, Jaring Generasi Muda Unggul Indonesia

Pendidikan45 Dilihat

SLEMAN, SINKAP.info – Politeknik Agraria Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN), kampus kedinasan di bawah Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), membuka peluang bagi generasi muda untuk menempuh pendidikan di bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang guna menjawab kebutuhan sumber daya manusia (SDM) di sektor tersebut.

Ketua Politeknik Agraria STPN, Sri Yanti Achmad, mengatakan bahwa perkembangan pembangunan nasional menuntut hadirnya SDM yang memiliki kompetensi khusus di bidang pertanahan dan penataan ruang.

“Yang cocok masuk Politeknik Agraria adalah mereka yang berminat pada bidang keagrariaan, pertanahan, penataan ruang, hingga kadaster atau pemetaan bidang tanah,” ujarnya di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (3/6/2026).

Ia menjelaskan, Politeknik Agraria STPN saat ini memiliki empat program studi, yaitu Sarjana Terapan Pertanahan, Kebijakan dan Manajemen Pendaftaran Tanah, Manajemen Penataan Ruang dan Pertanahan, serta Survei, Pemetaan, dan Informasi Pertanahan.

MENARIK DIBACA:  Bupati Meranti Pacu Hilirisasi Kelapa, China Siap Investasi Triliunan Rupiah

Keempat program tersebut dirancang untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi di bidang administrasi pertanahan, hukum pertanahan, penataan ruang, serta pengelolaan data spasial dan informasi pertanahan yang dibutuhkan dalam sistem layanan modern.

Menurut Sri Yanti, keunggulan Politeknik Agraria STPN terletak pada fokus pendidikannya yang spesifik di bidang agraria dan tata ruang. Hal ini membuat proses pembelajaran bersifat multidisiplin karena menggabungkan aspek hukum, teknik, kebijakan, hingga ilmu kebumian.

Ia menambahkan, persoalan pertanahan tidak hanya berkaitan dengan pemetaan atau pengukuran tanah, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, perencanaan wilayah, dan kebijakan tata ruang secara menyeluruh.

MENARIK DIBACA:  Aisha Kamila, Penyanyi Cilik Bandung Rilis Album Sunda Angkat Budaya Lokal

“Karena itu kurikulum kami dirancang agar lulusan memiliki kompetensi komprehensif dan mampu menjawab kebutuhan kebijakan agraria di Indonesia,” katanya.

Selain kompetensi akademik, Politeknik Agraria STPN juga menerapkan sistem pendidikan berasrama yang bertujuan membentuk karakter, integritas, serta kedisiplinan taruna.

“Yang kami bangun tidak hanya hard skill, tetapi juga karakter dan integritas,” ujar Sri Yanti.

Ia mengajak siswa kelas XII SMA/sederajat untuk menjadikan STPN sebagai pilihan pendidikan tinggi, terutama bagi yang ingin berkontribusi di bidang agraria dan pertanahan.

Informasi penerimaan taruna baru dapat diakses melalui laman resmi stpn.ac.id serta kanal media sosial resmi Politeknik Agraria STPN.