Israel Tahan Tujuh WNI Misi Gaza, Pemerintah Indonesia Siapkan Langkah Pembebasan Cepat

GLOBAL29 Dilihat

JAKARTA, SINKAP.info – Pemerintah Indonesia menyiapkan sejumlah langkah diplomatik dan perlindungan konsuler untuk membebaskan tujuh warga negara Indonesia (WNI) yang ditangkap militer Israel saat mengikuti misi pelayaran kemanusiaan menuju Gaza, Palestina.

Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, mengatakan pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri RI telah berkoordinasi dengan sejumlah Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di kawasan sekitar.

Koordinasi dilakukan dengan KBRI Ankara di Turki, Kairo di Mesir, Roma di Italia, hingga Amman di Yordania guna memantau perkembangan dan menyiapkan langkah perlindungan terhadap para WNI tersebut.

“Pemerintah Indonesia mendesak Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan serta menjamin kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina sesuai hukum humaniter internasional,” ujar Dudung di Kantor KSP, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Menurut Dudung, pemerintah juga menyiapkan langkah antisipatif berupa penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) apabila paspor para WNI disita oleh otoritas Israel.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan dukungan medis jika diperlukan serta memastikan akses transit dan proses kepulangan para WNI dapat berjalan tanpa hambatan keimigrasian.

MENARIK DIBACA:  Mahasiswa Filipina Tantang Pendidikan Konvensional, Pilih CUHK untuk Studi Akuntansi Profesional

“Perwakilan RI terus melakukan pendekatan kepada otoritas setempat untuk memastikan perlindungan dan kepulangan WNI dapat berjalan dengan aman,” katanya.

Dudung menambahkan, Indonesia bersama sembilan negara lainnya turut mengecam tindakan Israel terhadap misi kemanusiaan tersebut.

Sembilan negara itu yakni Turki, Bangladesh, Brasil, Kolombia, Yordania, Libya, Maladewa, Pakistan, dan Spanyol.

Sebelumnya, sebanyak sembilan WNI diketahui bergabung dalam misi pelayaran kemanusiaan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) melalui program Global Sumud Flotilla 2026 menuju Gaza.

Pada awal pekan ini, lima WNI lebih dulu dilaporkan dicegat militer Israel di perairan internasional saat berupaya menembus blokade menuju Gaza.

Mereka adalah jurnalis Republika Bambang Noroyono dan Thoudy Badai, jurnalis Tempo TV Andre Prasetyo Nugroho, jurnalis GPCI Rahendro Herubowo, serta aktivis Rumah Zakat Andi Angga Prasadewa.

Kelima WNI tersebut berada di kapal berbeda, yakni Kapal Ozgurluk, BoraLize, dan Josef yang diduga dicegat tentara Israel di perairan internasional.

Terbaru, dua WNI lainnya yakni Ronggo Wirasanu dan Herman Budianto dari Dompet Dhuafa juga dilaporkan ditangkap tentara Israel saat berada di Kapal Zapyro.

MENARIK DIBACA:  Guizhou Tuan Rumah Forum Global, Angkat Isu Keanekaragaman Hayati Pegunungan Dunia

Dengan penambahan tersebut, total tujuh WNI kini dilaporkan ditahan dalam misi Global Sumud Flotilla 2026.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, membenarkan adanya penambahan jumlah WNI yang ditangkap.

“Berdasarkan informasi terkini pukul 19.50 WIB, jumlah WNI yang ditangkap Israel telah bertambah,” kata Yvonne dalam keterangan resminya.

“Dari total sembilan WNI anggota Global Peace Convoy Indonesia yang tergabung dalam misi GSF 2.0, kini sebanyak tujuh WNI dilaporkan telah ditangkap,” lanjutnya.

Sementara itu, dua WNI lainnya yakni Asad Aras Muhammad dan Hendro Prasetyo diketahui masih berada di Kapal Kasr 1 Sadabat yang masih berlayar menuju Gaza.

Kementerian Luar Negeri menyebut situasi di lapangan masih sangat dinamis dan kedua WNI tersebut tetap berada dalam kondisi rawan.

“Perwakilan RI terkait dalam posisi siaga penuh untuk segera menindaklanjuti setiap perkembangan di lapangan,” ujar Yvonne.

Kemenlu RI melalui perwakilan di berbagai negara terus memantau kondisi para WNI, melakukan verifikasi posisi mereka, serta menyiapkan langkah-langkah perlindungan yang diperlukan.