Hohhot Gelar Hari Museum Internasional China 2026, Tampilkan Ribuan Tahun Warisan Budaya Dunia

GLOBAL, Wisata45 Dilihat

HOHHOT, SINKAP.info — Kota Hohhot di Mongolia Dalam, China, menjadi tuan rumah acara utama Hari Museum Internasional China 2026 yang berlangsung pada 17 hingga 19 Mei 2026. Kegiatan tersebut mengusung tema “Museum: A Bridge Connecting the World” atau “Museum: Jembatan Penghubung Dunia”.

Acara ini diselenggarakan bersama oleh National Cultural Heritage Administration dan Pemerintah Daerah Otonom Mongolia Dalam dengan menghadirkan lebih dari 500 peserta yang terdiri dari pemimpin sektor museum dan warisan budaya, akademisi, pakar, hingga tamu internasional.

Sebagai kota yang berada di jalur bersejarah Grassland Silk Road dan Ancient Tea Horse Road, Hohhot dinilai memiliki peran penting sebagai pusat pertukaran budaya dan perdagangan yang menghubungkan wilayah padang rumput dengan China bagian tengah, serta kawasan Rusia, Mongolia, dan Eurasia.

Pemerintah China melalui kegiatan ini menegaskan komitmennya dalam memperkuat dialog antarperadaban melalui museum sekaligus mendorong pertukaran budaya antara China dan masyarakat internasional.

Pembukaan acara utama digelar pada 18 Mei 2026 di Museum Mongolia Dalam dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat serta pelaku budaya.

MENARIK DIBACA:  Otonomi Strategis Jadi Taruhan Eropa Hadapi Perubahan Tatanan Dunia

Dalam kesempatan itu, pemerintah China menampilkan capaian sektor museum sejak pelaksanaan Rencana Lima Tahun ke-14, sekaligus menegaskan peran museum sebagai penghubung antara sejarah dan masa kini, serta antara China dengan dunia internasional.

Dalam beberapa tahun terakhir, sektor museum di Hohhot berkembang pesat dengan peningkatan kualitas layanan budaya publik. Salah satu inovasi yang dilakukan adalah penerapan konsep “satu museum utama dan enam cabang” oleh Museum Hohhot.

Konsep tersebut mengintegrasikan sejumlah museum penting seperti Museum Zhaojun dan General’s Yamen sehingga mampu menghadirkan pameran budaya berkualitas secara berkelanjutan.

Selama acara berlangsung, tiga pameran besar turut diluncurkan secara bersamaan, yakni Heaven and Earth in Harmony: Exhibition of Ancient Chinese Music Culture, Rivers and Mountains Shining: The Historical and Cultural Display of Hohhot, serta Radiance of Gold and Jade: Colorful China.

MENARIK DIBACA:  CIFTIS Promosi Digital Economy Jalin Kerja Sama Tiongkok-Singapura

Pameran tersebut menampilkan hampir 300 artefak bersejarah berupa perunggu, emas, batu giok, dan batu dari berbagai institusi budaya di seluruh China yang mencerminkan perjalanan peradaban China selama lebih dari 8.000 tahun.

Selain pameran, forum utama dan forum pemuda juga digelar dengan menghadirkan pakar domestik maupun internasional untuk membahas pengembangan museum, kerja sama internasional, hingga inovasi budaya.

Pada malam 18 Mei, pertunjukan imersif bertajuk “Museum Night” digelar di Dazhao Square dengan memadukan seni etnis, warisan budaya tak benda, serta pertunjukan cahaya yang menampilkan perpaduan budaya padang rumput, Sungai Kuning, dan Tembok Besar China.

Sebagai tindak lanjut acara tersebut, Hohhot juga meluncurkan program “Museum Season 2026” yang menghadirkan rangkaian pameran, wisata edukasi, dan jalur wisata budaya hingga libur Hari Nasional China.

Program tersebut diharapkan mampu memperkuat integrasi sektor budaya dan pariwisata serta memperluas akses masyarakat terhadap warisan budaya China.