Sen. Agu 26th, 2019

SINKAP

Suara Anak Bangsa

PKH Efektif Tingkatkan Indeks Pembangunan Manusia

Mensos RI

Khofifah Indar Parawansa, Mensos RI

Mensos RI
Khofifah Indar Parawansa, Mensos RI

Sinkap-Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa Program Keluarga Harapan (PKH) efektif dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tahun 2016, IPM Indonesia telah mencapai 70,18. Angka ini meningkat sebesar 0,63 poin dibandingkan dengan IPM Indonesia pada tahun 2015 yang sebesar 69,55.

Demikian pula dengan status pembangunan manusia di Indonesia yang meningkat dari “sedang” menjadi “tinggi”. IPM Indonesia pada tahun 2016 tumbuh sebesar 0,91 persen dibandingkan tahun 2015. “Komplementaritas Bansos PKH dengan bantuan sosial dan program subsidi lainnya berdampak signifikan dalam percepatan penanganan kemiskinan di Indonesia,” ungkap Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat menyalurkan bantuan sosial non tunai di Aula Pendopo Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (30/4).

Khofifah memaparkan, komponen pembentuk IPM juga mengalami peningkatan. Bayi yang baru lahir memiliki peluang untuk hidup hingga 70,90 tahun, meningkat 0,12 tahun dibandingkan tahun sebelumnya. Tidak hanya itu, anak-anak usia 7 tahun memiliki peluang untuk bersekolah selama 12,72 tahun, meningkat 0,17 tahun dibandingkan pada 2015. Sementara itu, penduduk usia 25 tahun ke atas secara rata-rata telah menempuh pendidikan selama 7,95 tahun, meningkat 0,11 tahun dibandingkan tahun sebelumnya.

MENARIK DIBACA:  Menristekdikti Himbau Mahasiswa Jangan Terprovokasi Aksi People Power

Pengeluaran per kapita masyarakat juga mencapai Rp10,42 juta di tahun 2016 atau meningkat Rp 270 ribu rupiah dibandingkan tahun 2015. “Intervensi yang dilakukan PKH sejak anak masih dalam kandungan, dimana selama kehamilan, ibu hamil harus melakukan pemeriksaan kehamilan di fasilitas kesehatan. Ini untuk mencegah bayi tidak normal atau kematian bayi. Alhamdulillah cara ini mampu mendongkrak peluang hidup bayi,” tuturnya.

Ditambahkan Khofifah, di bidang pendidikan, anak keluarga penerima manfaat (KPM) PKH wajib untuk bersekolah di berbagai level pendidikan, dari SD hingga SMA/SMK. Persyaratan tersebut harus dilaksanakan secara konsisten guna keberlanjutan memperoleh bantuan. “Saya optimistis, IPM akan semakin meningkat. Terlebih di tahun 2017 ini bantuan sosial disalurkan secara non tunai. Dan di tahun 2018 mendatang, jumlah KPM pun meningkat dari sebelumnya 6 Juta KPM menjadi 10 juta KPM,” imbuhnya.

MENARIK DIBACA:  Pandangan Aktivis GEMASABA Riau, terkait Pertemuan Pimpinan GNPF MUI dengan Presiden Joko Widodo

Khofifah mengatakan, Kemensos menargetkan awal Juni 2017 bansos PKH non tunai akan menjangkau 514 kabupaten/kota. Sebelumnya, terobosan penyaluran bansos ini hanya menyentuh 98 kota dan 200 kabupaten.

Sementara itu, di tahun 2017 ini Kabupaten Tasikmalaya menerima gelontoran bantuan sosial sebanyak Rp259,1 miliar. Bantuan tersebut terdiri dari PKH Non Tunai untuk 47.820 keluarga, beras sejahtera (Rastra) untuk 125.555 keluarga, bansos keserasian sosial untuk 2 desa/forum, bansos disabilitas bagi 148 jiwa, dan bansos lansia bagi 90 jiwa.(admin)

Sumber: Biro Humas Kemensos RI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »