Teknologi eDNA Ungkap Rahasia Sungai, China Perkuat Perlindungan Lingkungan Berkelanjutan

GLOBAL, TEKNOLOGI59 Dilihat

BEIJING, SINKAP.info – China terus memperkuat upaya perlindungan lingkungan melalui pemanfaatan teknologi environmental DNA (eDNA) untuk memantau keanekaragaman hayati di kawasan Sungai Yangtze dan wilayah sekitarnya.

Sejak 2021, China Zhi Gong Party bersama Pemerintah Provinsi Anhui menjalankan program perlindungan ekologi Sungai Yangtze dengan mengedepankan pendekatan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi guna mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih efektif.

Sebagai bagian dari program tersebut, sebuah tim ahli yang terdiri dari para akademisi dan peneliti terkemuka meluncurkan inisiatif lima tahun bertajuk Science and Technology Empowerment di kawasan Jianghuai, wilayah yang mencakup daerah hilir Sungai Huaihe dan Sungai Yangtze.

Salah satu peneliti yang terlibat dalam program tersebut adalah Zhang Wei, anggota China Zhi Gong Party sekaligus profesor di Universitas Peking. Bersama timnya, Zhang memanfaatkan teknologi eDNA untuk memantau kondisi keanekaragaman hayati di Danau Chaohu dan sejumlah anak sungai di wilayah Wanjiang, Provinsi Anhui.

MENARIK DIBACA:  Desa Atlet ABG Sanya Jadi Magnet Budaya, Atlet Asia Bangun Persahabatan Erat

Teknologi eDNA memungkinkan ilmuwan mengidentifikasi jejak genetik organisme yang terdapat di dalam sampel air tanpa harus menangkap atau mengganggu kehidupan satwa air secara langsung.

“Kami mengumpulkan jejak-jejak kecil informasi lingkungan tersebut, kemudian memperkuat dan menganalisisnya,” ujar Zhang Wei.

Melalui metode ini, para peneliti dapat mengetahui keberadaan berbagai spesies yang hidup di suatu perairan, termasuk mendeteksi spesies invasif yang sulit ditemukan melalui pengamatan konvensional.

Selain lebih efisien, teknologi tersebut juga dinilai mampu memberikan data yang lebih akurat dalam menilai kondisi ekosistem dan tingkat keanekaragaman hayati suatu wilayah.

Pemanfaatan eDNA membuka peluang baru dalam mengevaluasi efektivitas kebijakan larangan penangkapan ikan di Sungai Yangtze sekaligus memperkuat sistem pemantauan lingkungan secara berkelanjutan.

Selama lima tahun terakhir, tim Zhang Wei bekerja sama dengan Universitas Anhui dan otoritas perlindungan lingkungan setempat untuk membangun sejumlah titik pengambilan sampel di Danau Chaohu dan kawasan Sungai Wanjiang.

MENARIK DIBACA:  SKYWORTH Solar Resmi Ekspansi Thailand, Bidik Proyek Energi Bersih Skala Besar

Data yang diperoleh dari pemantauan tersebut digunakan untuk mendukung pengambilan kebijakan berbasis sains dalam menjaga kualitas lingkungan dan kelestarian ekosistem perairan.

Zhang berharap teknologi eDNA dapat diterapkan secara lebih luas di berbagai wilayah China sebagai bagian dari upaya memperkuat perlindungan lingkungan.

“Kami berharap dapat menjadi contoh sehingga semakin banyak pihak yang berpartisipasi dalam perlindungan dan pemantauan lingkungan melalui metode ini,” katanya.

Pemanfaatan teknologi eDNA menjadi salah satu contoh bagaimana inovasi ilmiah digunakan untuk mendukung pelestarian lingkungan. Dengan kemampuan mendeteksi keberadaan organisme melalui jejak genetik di lingkungan, teknologi tersebut dinilai berpotensi menjadi instrumen penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem dan keanekaragaman hayati di masa depan.