Mau Kuliah Pertanahan? STPN Buka Empat Prodi dengan Prospek Menjanjikan

Pendidikan58 Dilihat

SLEMAN, SINKAP.info – Memilih program studi menjadi salah satu keputusan penting bagi siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Bagi yang memiliki minat di bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang, Politeknik Agraria Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) menawarkan sejumlah pilihan program studi yang dirancang sesuai kebutuhan dunia kerja dan pembangunan nasional.

Perguruan tinggi vokasi di bawah naungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) tersebut saat ini memiliki empat program studi sarjana terapan yang fokus pada bidang pertanahan, pengukuran dan pemetaan, tata ruang, serta administrasi pertanahan.

Program studi pertama adalah Sarjana Terapan Survei dan Pemetaan Informasi Pertanahan (SPIP). Program ini diperuntukkan bagi calon mahasiswa yang memiliki ketertarikan pada pengukuran, pemetaan, teknologi geospasial, dan analisis data.

Mahasiswa SPIP akan mempelajari teknik pengukuran tanah, pengolahan data spasial, sistem informasi geografis (SIG), fotogrametri, hingga pemetaan digital berbasis teknologi terkini.

Salah satu taruna SPIP, Dandi Resando, mengaku tertarik memilih program studi tersebut karena memadukan pembelajaran teori dengan praktik lapangan.

“Kami tidak hanya belajar teori, tetapi juga terjun langsung melakukan pengukuran dan pemetaan di lapangan. Saya tertarik dengan penggunaan teknologi geospasial yang terus berkembang dan memiliki peran penting dalam pembangunan serta pengelolaan pertanahan,” ujarnya.

MENARIK DIBACA:  Santri PESMADAI Raih Wisudawan Terbaik UIN Jakarta

Program studi kedua adalah Sarjana Terapan Manajemen Penataan Ruang dan Pertanahan (MPRP) yang berfokus pada perencanaan wilayah, tata ruang, pelayanan pertanahan, serta analisis kebijakan agraria.

Mahasiswa MPRP mempelajari pengelolaan tata ruang, administrasi pertanahan, pelayanan berbasis elektronik, hingga penyusunan kebijakan yang mendukung pembangunan wilayah.

Taruni MPRP, Ayu Hanan Mutia, mengaku tertarik mendalami bidang tersebut karena ingin memahami proses perencanaan wilayah yang baik dan berkelanjutan.

“Saya melihat masih banyak persoalan tata ruang di daerah, misalnya kawasan industri yang berdekatan dengan permukiman atau pemanfaatan ruang yang belum sesuai. Karena itu saya tertarik mempelajari bagaimana perencanaan tata ruang bisa mendukung pembangunan yang lebih baik,” katanya.

Selain itu, Politeknik Agraria STPN juga menawarkan Program Studi Kebijakan dan Manajemen Pendaftaran Tanah (KMPT) yang menitikberatkan pada pelayanan publik, administrasi pertanahan, pengelolaan data, serta pemanfaatan teknologi dalam layanan pemerintahan.

Mahasiswa KMPT akan mempelajari sistem pendaftaran tanah, manajemen data pertanahan, kebijakan agraria, hingga tata kelola pelayanan pertanahan modern.

“Saya lebih tertarik pada aspek hukum dan kebijakan pertanahan dibandingkan perhitungan teknis. Di KMPT saya belajar memahami proses pendaftaran tanah dan bagaimana kebijakan pertanahan memberikan kepastian hukum bagi masyarakat,” ujar taruna KMPT, Rizaldi Secondia Putra.

MENARIK DIBACA:  Program MBA CEIBS Menduduki Peringkat #1 di Asia untuk Tahun Kesembilan Berturut-turut

Sementara itu, Program Studi Sarjana Terapan Pertanahan menawarkan pembelajaran yang lebih luas terkait hukum agraria, penyelesaian sengketa tanah, pengadaan tanah untuk pembangunan, pengendalian pemanfaatan ruang, serta kebijakan pertanahan.

Taruni asal Bali, Ni Putu Arista Pradnyaswari, memilih program studi tersebut karena sesuai dengan minatnya yang menyukai aktivitas lapangan dan tantangan baru.

“Saya melihat banyak kegiatan praktik lapangan dan kesempatan berinteraksi langsung dengan masyarakat, sehingga membuat saya semakin tertarik memilih program studi ini,” ujarnya.

Pada Seleksi Penerimaan Taruna Baru Tahun Akademik 2026/2027, Politeknik Agraria STPN menyediakan kuota sebanyak 350 calon taruna yang dibagi ke dalam tiga jalur seleksi.

Kuota tersebut terdiri dari 260 peserta jalur umum, 60 peserta jalur tugas belajar atau aparatur sipil negara (ASN) yang mendapat penugasan dari Kementerian ATR/BPN, serta 30 peserta melalui jalur kerja sama pemerintah daerah.

Politeknik Agraria STPN berharap keberagaman program studi yang ditawarkan dapat memberikan kesempatan bagi calon taruna untuk memilih bidang pendidikan sesuai minat dan tujuan karier mereka.

Pendaftaran Seleksi Penerimaan Taruna Baru Politeknik Agraria STPN Tahun Akademik 2026/2027 masih dibuka hingga 18 Juni 2026. Informasi lengkap mengenai persyaratan dan tahapan seleksi dapat diakses melalui laman resmi STPN.