BUSAN, SINKAP.info – DP World meluncurkan inisiatif restorasi padang lamun (seagrass) global pertamanya di Pulau Geoje, Korea Selatan, sebagai bagian dari upaya memperkuat keanekaragaman hayati laut dan mendukung pelestarian ekosistem pesisir.
Program tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara DP World, Korea Green Foundation, dan Korea Fisheries Resources Agency (FIRA). Kerja sama ini berfokus pada pemantauan jangka panjang padang lamun, pengembangan metode restorasi berbasis penelitian ilmiah, serta penguatan kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat pesisir.
Peluncuran program dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Laut Sedunia. Dalam kegiatan tersebut, perwakilan DP World, Korea Green Foundation, FIRA, dan komunitas nelayan setempat menanam sekitar 6.000 tunas lamun di kawasan pesisir Desa Dadae, Pulau Geoje.
Melalui program ini, para mitra menargetkan pemulihan habitat laut seluas 2,4 hektare dalam empat tahun ke depan. Restorasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas perairan, memperkuat habitat berbagai spesies laut, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir melalui peningkatan potensi hasil tangkapan ikan.
Chief Executive Officer dan Managing Director Asia Pacific DP World, Glen Hilton, mengatakan lautan yang sehat memiliki peran penting dalam mendukung perdagangan berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat pesisir.
“Dengan memulihkan padang lamun di Geoje, kami membantu melindungi salah satu ekosistem karbon biru paling efektif di alam sekaligus mendukung keanekaragaman hayati laut dan mata pencaharian masyarakat pesisir,” ujarnya.
Menurut Hilton, kolaborasi dengan Korea Green Foundation dan FIRA juga bertujuan memperkuat penelitian, restorasi lingkungan, serta keterlibatan masyarakat guna meningkatkan ketahanan ekosistem pesisir bagi generasi mendatang.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Korea Green Foundation, Jung Tae-yong, menilai padang lamun memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.
“Padang lamun mampu menyerap karbon, membantu mencegah abrasi pantai, dan berfungsi sebagai pelindung alami ekosistem. Program ini bukan hanya tentang perlindungan lingkungan, tetapi juga membangun model konservasi laut yang melibatkan dunia usaha, lembaga publik, dan masyarakat,” katanya.
Padang lamun dikenal sebagai habitat penting bagi berbagai spesies laut serta berfungsi sebagai salah satu ekosistem karbon biru yang mampu menyerap dan menyimpan karbon secara alami. Karena itu, pelestarian dan restorasi lamun kini menjadi perhatian berbagai lembaga penelitian dan organisasi konservasi di dunia.
Dalam pelaksanaannya, FIRA akan memimpin kegiatan pemantauan dan evaluasi restorasi secara berkala. Selain itu, program juga mencakup berbagai kegiatan edukasi dan pelibatan masyarakat untuk memastikan keberlanjutan kawasan restorasi dalam jangka panjang.
Inisiatif di Korea Selatan ini menjadi bagian dari komitmen keberlanjutan DP World di kawasan Asia Pasifik. Sebelumnya, perusahaan tersebut juga menjalankan berbagai program konservasi lingkungan, termasuk restorasi ekosistem mangrove di Indonesia, rehabilitasi daerah aliran sungai di Filipina, serta restorasi terumbu karang di Australia.
Melalui kemitraan dengan pemerintah, organisasi nonpemerintah, dan komunitas lokal, DP World terus mengembangkan berbagai program yang mendukung pelestarian lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat di wilayah operasionalnya.
DP World merupakan perusahaan logistik dan rantai pasok global yang beroperasi di enam benua dengan lebih dari 125 ribu karyawan. Di kawasan Asia Pasifik, perusahaan ini mempekerjakan lebih dari 11 ribu orang dan mengoperasikan 17 pelabuhan serta terminal yang didukung berbagai layanan rantai pasok terintegrasi.







