SINGAPURA, SINKAP.info – DKSH Business Unit Healthcare menjalin kemitraan distribusi strategis dengan perusahaan bioteknologi BridgeBio untuk mendukung evaluasi regulasi dan potensi akses pasien terhadap terapi transthyretin stabilizer bagi penderita transthyretin amyloid cardiomyopathy (ATTR-CM) di Australia, Singapura, Korea Selatan, dan Taiwan.
Melalui kerja sama tersebut, DKSH akan bertanggung jawab atas distribusi dan komersialisasi produk terapi inovatif tersebut di empat negara setelah memperoleh persetujuan dari otoritas regulator setempat.
ATTR-CM merupakan penyakit progresif yang disebabkan oleh penumpukan protein transthyretin abnormal pada jaringan jantung. Kondisi ini dapat menurunkan kualitas hidup pasien, meningkatkan risiko rawat inap berulang akibat gangguan kardiovaskular, serta berpotensi menyebabkan kematian dini.
Produk yang menjadi bagian dari kemitraan ini ditujukan untuk pengobatan kardiomiopati akibat amiloidosis yang dimediasi transthyretin, baik tipe liar maupun varian genetik, pada pasien dewasa. Namun, terapi tersebut saat ini belum mendapatkan persetujuan penggunaan di negara-negara yang tercakup dalam perjanjian sehingga proses komersialisasi masih menunggu persetujuan regulator sesuai ketentuan yang berlaku.
Dalam mendukung peluncuran produk tersebut, DKSH akan menyediakan layanan komprehensif mulai dari urusan regulasi, akses pasar, urusan medis, strategi peluncuran produk, hingga distribusi dan pemasaran melalui jaringan layanan kesehatan yang dimilikinya.
Global Head of Business Unit Healthcare DKSH, Patrik Grande, mengatakan kemitraan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat komitmen perusahaan untuk memperluas akses layanan kesehatan bagi pasien yang membutuhkan terapi inovatif.
“Kami bangga menggabungkan inovasi ilmiah BridgeBio dengan platform komersialisasi kesehatan DKSH yang terintegrasi. Dengan pengalaman pasar yang kuat dan kemampuan operasional yang luas, kami berada pada posisi yang tepat untuk menghadirkan inovasi bioteknologi ini serta memperluas akses terhadap pilihan pengobatan baru bagi pasien,” ujarnya.
Menurut Grande, kolaborasi tersebut juga menandai babak baru pertumbuhan DKSH Healthcare dalam menghadirkan solusi kesehatan yang lebih luas di berbagai negara Asia Pasifik.
Sementara itu, BridgeBio dikenal sebagai perusahaan bioteknologi yang berfokus pada pengembangan terapi untuk penyakit genetik dan penyakit langka. Melalui kemitraan ini, perusahaan berharap dapat memperluas jangkauan inovasi medisnya ke pasar internasional yang memiliki kebutuhan tinggi terhadap terapi penyakit kardiovaskular.
Kerja sama tersebut mencerminkan tren meningkatnya kolaborasi antara perusahaan bioteknologi dan penyedia layanan kesehatan global dalam mempercepat akses pasien terhadap terapi inovatif, khususnya untuk penyakit yang masih memiliki keterbatasan pilihan pengobatan.
DKSH sendiri merupakan penyedia layanan ekspansi pasar yang telah beroperasi lebih dari 160 tahun di kawasan Asia Pasifik, Eropa, dan Amerika Utara. Perusahaan ini bergerak di berbagai sektor, termasuk kesehatan, barang konsumsi, material berkinerja tinggi, dan teknologi.
Pada 2025, DKSH mencatatkan penjualan bersih sebesar 11,1 miliar franc Swiss dengan dukungan lebih dari 26 ribu tenaga profesional di 35 pasar global. Khusus unit Healthcare, DKSH membukukan penjualan bersih sebesar 5,8 miliar franc Swiss dan didukung sekitar 7.580 spesialis yang menangani distribusi farmasi, produk kesehatan konsumen, produk bebas, dan perangkat medis.







