Wakapolda Riau Bangun 26 Jembatan, Akses Desa Terpencil Dibuka

RIAU57 Dilihat

PEKANBARU, SINKAP.info Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Riau Brigjen Pol Hengky merilis program rencana pembangunan 26 Jembatan Merah Putih Presisi di desa-desa terpencil di Provinsi Riau. Program ini mengusung tema “Menjembatani Peradaban, Menggapai Harapan Melalui Jembatan Merah Putih Presisi”.

Rilis program tersebut digelar di Ruang Media Center Polda Riau, Selasa (27/1). Brigjen Hengky menjelaskan, dari total 26 jembatan yang direncanakan, 17 merupakan jembatan baru, sementara sembilan lainnya akan direnovasi.

“Program pembangunan jembatan ini bertujuan membuka akses vital masyarakat, terutama untuk pendidikan, ekonomi, dan keselamatan warga,” ujar Hengky.

Ia menegaskan, program ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia serta perintah Kapolriyang diimplementasikan oleh jajaran Polri di seluruh Indonesia.

Menurut Hengky, fungsi jembatan tidak sekadar sebagai penghubung wilayah, melainkan sebagai penopang utama aktivitas sosial masyarakat.

“Jika akses jembatan terputus, maka kehidupan masyarakat juga terganggu, mulai dari pendidikan, ekonomi, hingga aktivitas ibadah,” jelasnya.

Hengky menyebutkan, penentuan lokasi pembangunan dan renovasi jembatan dilakukan melalui verifikasi dan asesmen oleh tim khusus, serta berbasis pada kebutuhan dan aspirasi masyarakat. Total panjang jembatan yang akan dibangun dan direnovasi diperkirakan mencapai sekitar 700 meter.

MENARIK DIBACA:  UKW Gratis PWI Riau, Antusias Peminat Enam Kelas Sudah Terisi

Ia mencontohkan kondisi di Dusun Sumut, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, di mana anak-anak sekolah harus menyeberangi sungai yang kerap dilintasi buaya untuk menuju sekolah. Kondisi serupa juga ditemukan di sejumlah wilayah lain di Riau.

“Kami membangun bersama masyarakat, mulai dari perencanaan hingga perawatan ke depan,” tegas Hengky.

Selain pembangunan jembatan, Polda Riau juga akan melakukan renovasi SD Negeri 020 di Kabupaten Indragiri Hiliryang kondisinya memprihatinkan dan menjadi satu-satunya akses pendidikan bagi warga setempat.

Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi ini melibatkan kolaborasi lintas sektor, antara lain Polri, pemerintah daerah, masyarakat, akademisi, pelaku usaha, dan media. Seluruh proses pembangunan ditargetkan rampung dalam waktu sekitar satu bulan dan segera diresmikan.

“Ini adalah operasi kemanusiaan. Negara hadir untuk memastikan masyarakat dapat hidup, belajar, dan beraktivitas dengan aman,” pungkas Hengky.

Sementara itu, Dansat Brimob Polda Riau Kombes Pol I Ketut Gede Adi Wibawa menyampaikan bahwa 26 jembatan tersebut tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Riau. Kabupaten Indragiri Hulu menjadi wilayah dengan jumlah jembatan terbanyak, yakni empat jembatan.

MENARIK DIBACA:  Bengkalis Dinobatkan Daerah Informatif, Industri Pers Dipandang Sebelah Mata

“Di Kampar ada dua jembatan, Rokan Hulu dua, Rokan Hilir tiga, Indragiri Hilir dua, Siak dua, Pelalawan dua, Dumai satu, Kuantan Singingi dua, Kepulauan Meranti tiga, Polresta Pekanbaru satu, dan Bengkalis dua. Totalnya 26 jembatan,” jelasnya.

Karo Ops Polda Riau Kombes Pol Ino Harianto menambahkan, salah satu jembatan paling mendesak berada di Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Indragiri Hilir, dengan panjang mencapai 608 meter. Selama ini, anak-anak sekolah harus menggunakan perahu kecil yang berisiko tinggi terhadap keselamatan.

“Jembatan ini merupakan urat nadi masyarakat dan akses utama anak-anak sekolah. Karena volumenya besar, pembangunan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan personel Polri dan masyarakat setempat,” ungkap Ino.

Rilis program tersebut turut dihadiri oleh Karo Ops Polda Riau Kombes Pol Ino Harianto, Dansat Brimob Polda Riau Kombes Pol I Ketut Gede Adi Wibawa, Dir Polairud Polda Riau Kombes Pol Apri Fajar Hemanto, serta Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad.