Nusron Tantang Santri Jadi Ulama, Teknokrat dan Pemimpin Bangsa Masa Depan

Pendidikan42 Dilihat

SUKABUMI, SINKAP.info – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengajak para santri untuk mempersiapkan diri menjadi generasi penerus yang mampu berperan sebagai ulama, teknokrat, maupun pemimpin bangsa di masa depan.

Pesan tersebut disampaikan Nusron saat menghadiri peringatan Milad ke-26 Pondok Pesantren Darussyifa Al-Fithroh YASPIDA di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (4/6/2026).

Di hadapan ratusan santri, Nusron menegaskan bahwa santri memiliki peran strategis dalam pembangunan bangsa. Menurutnya, pendidikan pesantren tidak hanya mencetak generasi yang memahami ilmu agama, tetapi juga mampu berkontribusi dalam berbagai bidang kehidupan.

“Santri harus siap menjadi pemimpin di berbagai bidang. Ada yang menjadi ulama, ada yang menjadi teknokrat, dan ada yang menjadi pemimpin bangsa. Semua harus dipersiapkan sejak sekarang agar mampu memberikan kemanfaatan bagi masyarakat,” ujar Nusron.

Ia menjelaskan, setiap santri harus memiliki visi yang jelas untuk masa depan serta kesiapan mengambil peran penting dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Nusron mengibaratkan santri sebagai generasi yang suatu saat harus mampu melanjutkan estafet kepemimpinan dan membawa perubahan positif bagi bangsa.

MENARIK DIBACA:  Kebersamaan M Syafii dan Gatot Eddy Pramono Bertekad Majukan Pendidikan 

Menurutnya, kemajuan masyarakat membutuhkan sinergi antara ilmu keagamaan, kemampuan teknokrasi, dan kepemimpinan yang kuat. Konsep tersebut, kata Nusron, sejalan dengan ajaran Syekh Abdul Qadir al-Jailani yang menekankan pentingnya perpaduan ilmu ulama, kebijaksanaan para teknokrat, dan kepemimpinan yang berorientasi pada kemaslahatan umat.

“Pesantren memiliki peran penting dalam melahirkan generasi yang mampu menguasai ketiga aspek tersebut sehingga dapat berkontribusi nyata bagi pembangunan bangsa,” katanya.

Selain itu, Nusron juga mendorong para santri untuk meningkatkan literasi politik dan memahami berbagai kebijakan publik yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat.

“Santri tidak boleh apatis terhadap politik. Santri harus memahami kebijakan publik dan kehidupan berbangsa agar mampu ikut menentukan arah pembangunan bangsa,” tegasnya.

MENARIK DIBACA:  Harkitnas 2026, ATR/BPN Soroti Ancaman Digital dan Masa Depan Generasi Bangsa

Pada kesempatan yang sama, Menteri ATR/BPN menyerahkan sertipikat tanah wakaf kepada Pimpinan Pondok Pesantren Darussyifa Al-Fithroh YASPIDA, K.H. E.S. Mubarok. Penyerahan sertipikat tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memberikan kepastian hukum terhadap aset lembaga pendidikan keagamaan.

Menurut Nusron, legalitas tanah wakaf sangat penting untuk mendukung keberlangsungan kegiatan pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat yang dijalankan pesantren.

Acara Milad ke-26 YASPIDA turut dihadiri Wakil Bupati Sukabumi Andreas, Kapolres Sukabumi AKBP Samian, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Sukabumi Wendi Isnawan, serta sejumlah tokoh masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya.

Peringatan milad tersebut menjadi momentum penguatan peran pesantren dalam mencetak generasi yang berilmu, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan pembangunan di masa mendatang.