MERANTI, SINKAP.info – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menegaskan pentingnya peran lulusan perguruan tinggi sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah, H. Sudandri Jauzah, saat menghadiri Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana Angkatan ke-VII STKIP Meranti di Ballroom Grand Meranti Hotel, Senin (13/4/2026).
Dalam sambutannya, Sudandri mengucapkan selamat kepada para wisudawan dan wisudawati atas capaian akademik yang telah diraih. Ia menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari pengabdian nyata di tengah masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, saya mengucapkan selamat dan apresiasi kepada para wisudawan dan wisudawati. Keberhasilan ini adalah puncak dari ketekunan akademik, sekaligus awal dari penugasan sejati di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyoroti peran strategis STKIP Meranti dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) berkualitas, khususnya di bidang pendidikan. Menurutnya, keberadaan perguruan tinggi memiliki kontribusi besar dalam mendukung pembangunan daerah melalui lahirnya tenaga pendidik yang kompeten.
“Prosesi wisuda hari ini membuktikan bahwa kiprah perguruan tinggi sangat besar artinya bagi pemerintah daerah, terutama dalam menghasilkan tenaga pendidik yang akan membangun generasi masa depan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Sudandri menekankan pentingnya inovasi dalam dunia pendidikan. Ia mengingatkan para lulusan agar tidak menjadi pendidik yang monoton, melainkan mampu menghadirkan pembelajaran yang kreatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Jangan menjadi guru yang monoton. Jadilah pendidik yang transformatif, yang mampu mengubah ruang kelas menjadi laboratorium inovasi dan melahirkan generasi yang adaptif terhadap teknologi global,” tegasnya.
Selain itu, ia juga menekankan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter sebagai fondasi utama dalam membangun bangsa.
“Pendidikan bukan hanya transfer pengetahuan, tetapi juga penanaman nilai dan karakter. Tanpa karakter, kecerdasan akan kehilangan arah,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Wisuda, Hanna Safira, melaporkan bahwa pada wisuda tahun ini STKIP Meranti meluluskan 50 sarjana, terdiri dari 14 lulusan Program Studi Pendidikan Matematika dan 36 lulusan Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi.
Ia juga menyebutkan sekitar 85 persen alumni STKIP Meranti telah terserap di dunia kerja, baik sebagai tenaga pendidik, PPPK, maupun ASN.
Ketua STKIP Meranti, Erna Lestari Rambe, menambahkan bahwa sejak berdiri pada 2014 dan mulai beroperasi pada 2015, kampus tersebut telah meluluskan sekitar 400 alumni yang kini tersebar di berbagai sektor, termasuk instansi pemerintah dan wirausaha.
Ia menyebut pihaknya terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan, salah satunya melalui kerja sama dengan Universitas Maritim Raja Ali Haji dalam penyelenggaraan program pascasarjana.
“Kerja sama ini membuka akses bagi masyarakat Kepulauan Meranti untuk melanjutkan pendidikan magister tanpa harus keluar daerah,” jelasnya.
Kegiatan wisuda tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, Ketua LLDIKTI Wilayah XVII Riau–Kepri, pimpinan dan civitas akademika STKIP Meranti, perwakilan DPRD, Lembaga Adat Melayu, kepala OPD, serta orang tua wisudawan dan tamu undangan lainnya.







