Diduga Impor Barang Lartas KM Jaya Mulia Ditahan Bea Cukai

HuKrim160 Dilihat

KARIMUN, SINKAP.info – Barang impor dalam kondisi bekas termasuk dalam larangan dan pembatasan (lartas). Ketentuan bagi importir ini diatur dalam Permendag 20/2021. Pasal 18 Beleid menjelasakan setiap importir wajib mengimpor barang dalam kondisi baru.

Peraturan Menteri Perdagangan tersebut diduga dilanggar oleh Kapal Motor (KM) Jaya Mulia milik inisial AKN pengusaha asal Selatpanjang Kepulauan Meranti.

“KM Jaya Mulia sekarang sedang proses penelitian,” kata Arief Humas BC Tanjung balai Karimun saat dikonfirmasi tim awak media, Rabu (22/02).

KM Jaya Mulia milik AKN berhasil diamankan Pihak petugas kantor Wilayah Direktorat Jendral Tim Penindakan dan Penyidikan (P2) Bea dan Cukai Kepulauan Riau di kota Tanjung Balai Karimun.

Saat dikonfirmasi, pihak Humas Bea Cukai Tanjung Balai Karimun Arief menjelaskan, KM Jaya Mulia masih dalam proses pengembangan.

Pantauan tim awak media, diduga muatan barang di KM Jaya Mulia membawa Balpres seperti kursi seken, Freon Ac, tabung gas, ratusan dus Mikol (Minuman Alhkohol) yang belum mengantongi izin dan dokumen yang lengkap.

KM Jaya Mulia ditahan selama dua pekan oleh tim P2 Kanwil Kepri kota Tanjung Balai Karimun. Dikabarkan sebelumnya KM Jaya Mulia pernah ditahan pihak Kanwil BC Kota Pekanbaru namun lolos. Seolah tidak ada efek jera berhadapan dengan pihak petugas, pemilik kapal AKN pun melancarkan aksinya lagi.

Adapun jalur rute kapal KM Jaya Mulia disinyalir apabila lolos dari petugas yang dikelabui akan membawa barang lartas ke kota Pekanbaru diluar wilayah Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas kawasan Batam, Bintan dan Karimun.(*)

SINKAP.info | Laporan: tim 007