Beranda RIAU Kepulauan Meranti

Tenaga Non PNS Meranti Mengeluh, Tiga Bulan Bekerja Tanpa Menerima Upah

2072
Foto: iLustrasi - Source: Media Indonesia

MERANTI, SINKAP.info – Kebijakan pemerintah daerah kabupaten Kepulauan Meranti untuk tidak memperpanjang SK kontrak tenaga non PNS terhitung 31 desember 2021 sesuai dengan Surat nomor 800/BKD-SEKRE/XII/2021/1267 terbit pada tanggal 27 Desember 2021.

Ada pengecualian kepada tenaga kontrak Non PNS yang bersifat pelayanan diantaranya, tenaga kesehatan RSUD, puskesmas, tenaga kebersihan, pemadam kebakaran tetap bekerja sampai akhir Januari 2022.

Kenyataanya ada beberapa petugas tenaga kontrak non PNS yang dipekerjakan hingga bulan April 2022 sudah memasuki tiga bulan masa kerja tanpa menerima upah gaji dari Pemerintah kabupaten Kepulauan Meranti.

“Sudah tiga bulan kami bekerja dan belum menerima upah kerja (gaji.red). Kami minta informasi ke dinas tidak ada jawaban pasti,” kata tenaga non PNS dinas Kesehatan yang enggan disebutkan namanya.

Kepada media ini, Jumat (08/04) ia mengeluhkan dengan alasan menunggu dari bulan ke bulan depan namun tidak ada kejelasan. Sedangkan tanggung jawab untuk bekerja dalam melayani masyarakat tetap kami utamakan.

“Kami butuh makan untuk bertahan dengan kondisi seperti ini, untuk menutupi kebutuhan harian saya terpaksa meminjam uang kepada orang lain selama tidak menerima gaji. Seperti pengemis saya pak, sekarang sudah masuk bulan ke tiga gimana kami mau menutupi hutang dan keperluan yang lain lagi,” ungkap nya sembari mewakili kondisi yang senasib dari teman lainnya.

“Terasa sangat berat juga bagi teman teman yang sudah bekeluarga, apalagi dalam suasana puasa dan mejelang lebaran tiba, kasian,” tambahnya.

Sementara, menurut pengakuan dari tenaga kebersihan mengalami nasib yang sama, sedangkan tenaga kesehatan non PNS di RSUD juga mengeluhkan keterlambatan gaji yang baru terbayarakan di bulan Januari. Berbeda halnya dengan tenaga pemadam kebakaran yang sudah menerima gaji terhitung Januari dan Februari,

“Angin segarnya gaji untuk bulan Februari dan Maret akan dikeluarkan minggu ini, ada tanggung jawab yang harus kami jalani dan begitu juga hak kami harus dipenuhi,” kata perawat yang namanya tidak ingin disebutkan.

Menurut informasi beredar, keterlambatan gaji tenaga kesehatan menuai rencana protes untuk tetap hadir di Rumah sakit namun mogok diluar RS dengan tidak memberikan pelayanan secara langsung kepada masyarakat.

SINKAP.info | Laporan: SA
Facebook Comments