Beranda BERITA Ekonomi Dana Bansos Pandemi Corona Rawan Korupsi, Begini Modusnya

Dana Bansos Pandemi Corona Rawan Korupsi, Begini Modusnya

751
Foto: ILustrasi - Sumber: DetikNews

JAKARTA, Sinkap.infoImbas pandemi virus corona (COVID-19), Pemerintah Indonesia telah mengalokasikan dana belasan triliun rupiah untuk bantuan sosial (bansos). Nantinya, bansos ini akan disalurkan bagi masyarakat miskin yang terancam akibat wabah corona.

Presiden Joko Widodo akan memberikan bantuan berupa uang tunai sebesar Rp600 ribu per bulan kepada 9 juta kartu keluarga (KK). Total anggaran yang disiapkan Jokowi untuk dana bansos adalah Rp16,2 triliun.

Namun, dana bansos tersebut justru disebutkan rawan dikorupsi. Peneliti Pusat Kajian Anti Korupsi Universitas Gadjah Mada (Pukat UGM), Hanifah Febriani menjelaskan jika pemberian dana bansos di situasi bencana rentan membuka celah korupsi.

“Di situasi bencana, pengawasan dan keterbukaan itu jadi lemah dan kurang karena yang diutamakan kecepatan dan keterjangkauan yang luas, yang utama itu masalah selesai,dan audit itu terakhir” kata Hanifah seperti dilansir dari BBCIndonesia, Selasa (14/4).

MENARIK DIBACA:  Bupati Irwan Kunjungi Perum Bulog RI, Perjuangkan Sagu Meranti Masuk Komoditi Pokok Nasional

Modus kemungkinan dana bansos dikorupsi sendiri bisa dilakukan dengan mengurangi jatah penerima atau bahkan ada yang tidak menerima bansos sama sekali. “Pelaku membuat daftar penerima bantuan fiktif. Jadi sebenarnya penerima bantuan itu tidak ada tapi dana tetap dikeluarkan,” jelas Hanifah.

Oleh sebab itu, Hanifah menyarankan dua hal yang perlu dilakukan pemerintah dalam menyalurkan dana bansos sembako di tengah wabah virus corona. Pertama adalah menyiapkan basis data yang terverifikasi dan membentuk sistem anti korupsi yang melibatkan masyarakat dalam melakukan pengawasan.

Kedua, pemerintah harus melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam melakukan pengawasan, sesuai dengan semangat KPK saat ini yang fokus pada pencegahan. “KPK melalui divisi pencegahan terlibat mengawal pelaksanaan dana bansos ini, menutup celah-celah potensi kecurangan dalam sistem antikorupsi yang terbuka,” saran Hanifah.

MENARIK DIBACA:  Cegah Covid-19, Kapus dan Lurah Sei Berombang Tinjau Langsung OTG

Sementara itu, Menteri Sosial Juliari P. Batubara mengatakan bansos sembako ditargetkan untuk keluarga miskin yang terdampak akibat wabah virus corona. Di DKI Jakarta, warga yang berhak mendapat bantuan ini adalah mereka yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP), guru kontrak kerja, guru honorer, dan penghuni rumah susun, juga pekerja harian.*

SINKAP.info | Sumber: wowokeren
Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here