Warga Jalan Rambutan-Wonosari Barat Kesalkan Parit Beton Dirusak Oknum

Bengkalis1779 Dilihat

BENGKALIS, SINKAP.info — Sejumlah warga Desa Wonosari Barat, Kecamatan Bengkalis, tepatnya di Jalan Rambutan kesal akibat ulah oknum. Pasalnya, parit beton di ruas jalan itu rusak berat akibat dilalui alat berat (exkavator) pembuka lahan milik oknum, Senin (30/4).

Hingga berita ini terbit, belum ada upaya dari oknum tersebut untuk beritikad baik memperbaiki kerusakan yang terjadi. Bahkan, usai pembersihan lahan lokasi itu ditinggal tegak dan tanpa ada tanggungjawabnya atas kerusakan yang terjadi.

“Kami sangat menyangkan, pemilik alat berat dan pekerja lapangan tak bertanggung jawab untuk memperbaiki parit beton yang sudah dirusak akibat alat berat milik pribadi yang melindas parit beton sampai mengalami kerusakan parah,” ujar Robi, salah seorang warga yang bermukim di Wonosari, Senin (30/4).

Menurutnya, kondisi parit beton yang dibangun pemerintah daerah dan bersumber dari APBD Bengkalis, baik-baik saja. Namun setelah alat berat masuk membuka lahan, justru rusak parah. Dugaan warga pemilik alat berat itu adalah pengusaha lembu asal Kelapapati, berinisial HB.

“Kami mendengar kabar pembersihan lahan tersebut rencananya akan di bangun perumahan. Tapi malah merugikan masyarakat dan seharusnya diperbaiki lagi, agar parit beton itu bisa berfungsi,” harapnya.

Ia meminta, agar petugas dari kelurahan atau pun kecamatan dapat turun melihat kondisi di lapangan. Karena ini failitas umum yang dibangun melalui uang negara dan harus dipertanggung jawabkan.

“Ini namanya pengerusakan barang milik negara dan pihak keamanan bisa menyelidikinya dan jangan sampai dibiarkan berlarut-larut tak diperbaiki,” harapnya.

Media ini yang berusahaa menghubungi Hasan melalui via ponselnya, Senin (30/4/2024) belum mendapat jawaban. Dan beberapa kali dilayangkan pesan melalui WhatsApp belum bersedia membalas.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Aset dan Keuangan Daerah (BPKAD) Kabupaten Bengkalis melalui Sekretaris BPKAD Muhamam Firdaus,SE, M,Si, Senin (30/4) saat dimintai tanggapan soal aset. Ia mengatakan, aset itu adalah milik pemerintah daerah.

“Kalau dilihat dari kondisi drainase besar itu dibangun oleh Dinas PUPR Bengkalis. Kalau Dinas Perkimtan biasanya dilingkungan pemukiman. Memang dinas terkait lah yang punya tanggungjawab memonitor asetnya, “kata Muhammad Firdaus.

Ditanya soal kerusakan yang terjadi. Mantan pejabat Bappeda Bengkalis ini mengutarakan, selayaknya kerusakan itu tanggungjawab dari pihak yang beraktivitas, yang telah menyebabkan kerusakan.

“Kalau terjadi kerusakan, akibat adanya aktivitas disana, seharusnya oknum itu bertanggungjawab memperbaiki,”tutupnya.

SINKAP.info | Laporan: Abu

Komentar