Sen. Agu 26th, 2019

SINKAP

Suara Anak Bangsa

Berita Berduka, KH Hasyim Muzadi Tutup Usia. Berikut Pesan Beliau Kepada Khofifah Indar Parawansa, Mensos RI.

KH Hasyim Muzadi Mantan Ketum PB NU
KH A Hasyim Muzadi Mantan Ketum PB NU berpesan kepada umat untuk membangun persaudaraan dan harmoni guna menjaga keutuhan berbangsa dan beragama. (walisongo-foto)

Sinkap, Jakarta- Berita duka, Mantan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama periode 1999-2010 Hasyim Muzadi tutup usia sekitar pukul 06.15 WIB, Kamis (16/3), di kediamannya  kompleks Pondok Pesantren Al Hikam, Kota Malang, Jawa Timur. KH Hasyim lahir  di Bangilan, Tuban 08 Agustus 1944, tutup usia 72 tahun setelah menjalani perawatan.

Kabar wafatnya Hasyim diutarakan KH. Ahmad Mustofa Bisri alias Gus Mus melalui akun Twitternya. “Inna lillahi wainna ilaihi raji’un. Kita kehilangan lagi seorang tokoh, mantan Ketum PBNU, KH. Hasyim Muzadi. Semoga husnul khatimah,” tulis Gus Mus.

Informasi serupa juga disampaikan putri Presiden keempat Abdurrahman Wahid, Alissa Qotrunnada Munawaroh.”Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Telah berpulang ke Rahmatullah, KH Hasyim Muzadi, Kamis 16/3/2017 ini. Allahummaghfirlahum al-fatihah,” tulis Alissa dalam akun Twitternya. Semasa hidupnya Hasyim merupakan salah satu ulama dari NU yang sangat dihormati. Ia telah aktif berorganisasi sejak 1960-an dan telah menduduki sejumlah jabatan penting di tubuh NU.

MENARIK DIBACA:  Ketua Umum PBB, Yusril Ihza Mahendra Berharap MK Segera Putuskan Pengujian Presidential Threshold

“Ia tokoh yang dikenal berpandangan moderat. Ia kerap diundang dalam forum-forum internasional untuk berbicara mengenai Islam”

“Karakter Islam terletak pada kelembutannya,” kata Kiai Hasyim ketika menjadi narasumber Forum Bahtsul Masail Kongres Ke-17 Muslimat NU, Jumat (25/11) di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, seperti dilansir dari situs resmi NU.

Sebelum wafat Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan KH Hasyim Muzadi pernah berpesan kepada umat untuk senantiasa membangun persaudaraan dan harmoni guna menjaga keutuhan berbangsa dan beragama.

“Seminggu lalu yang beliau mandatkan, basis dalam membangun harmoni adalah membangun persaudaraan, ini mandat sekaligus wasiat yang sangat berat,” kata Khofifah di rumah duka di kompleks Pondok Pesantren Al-Hikam Depok, Jawa Barat, (16/3). Khofifah memaparkan pesan tersebut disampaikan secara khusus kepada dirinya yang merupakan Ketua Umum PB Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) dan juga Menteri Sosial RI.

MENARIK DIBACA:  Lomba Menulis "Opini dan Features Pedidikan dan Kebudayaan"

Dia menjelaskan membangun persaudaraan antarumat Islam, antarbangsa, antarumat beragama, persaudaraan sesama manusia dan persaudaraan antarwarga NU adalah akar dalam menciptakan harmoni. Harmoni dalam kehidupan umat beragama, antarsuku bangsa Indonesia dan harmoni antarumat Islam akan menjadi pondasi NKRI.

Mensos juga menekankan pentingnya dalam membangun persaudaraan antarumat Islam mengingat ada perbedaan gerakan, berbeda visi, namun tetap dalam misi besar yaitu Islam sebagai agama rahmatan lil alamin.

Khofifah seharusnya mendampingi Presiden RI Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Barat bersama Menteri Kesehatan dan Sekretaris Kabinet. Namun dirinya mengatakan meminta izin kepada Presiden untuk melayat ke rumah duka almarhum KH Hasyim Muzadi. (admin)

 Sumber: cnnindonesia.com dan beritasatu.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »