IHSG Bergejolak, Traze Bahas Peluang Emas Sekaligus Risiko Trading yang Perlu Diwaspadai

NASIONAL49 Dilihat

JAKARTA, SINKAP.info – PT Traze Andalan Futures menggelar talk show edukasi bertajuk “IHSG Rontok, Emas Jadi Peluang atau Jebakan?” di Sinarmas Land Plaza Sudirman (MSIG Tower), Jakarta Selatan, Kamis (29/10/2026).

Kegiatan ini membahas kondisi pasar saham Indonesia yang tengah menghadapi tekanan, termasuk isu MSCI terkait keterbukaan informasi dan kepercayaan investor. Diskusi juga mengulas pergerakan harga emas serta faktor yang memengaruhinya, seperti nilai tukar dolar AS, suku bunga, dan imbal hasil obligasi.

Hadir sebagai narasumber, pakar ekonomi Ibrahim Assuaibi. Diskusi dipandu Kuswanto, Head Research Analyst sekaligus Wakil Pialang Berjangka Traze Andalan Futures.

Dalam pemaparannya, Kuswanto mengingatkan masyarakat agar tidak mengambil keputusan investasi hanya karena panik atau mengikuti tren pasar.

“Harga turun belum tentu berarti murah. Begitu juga emas, tidak otomatis naik setiap kali saham turun. Karena itu kita perlu memahami apa yang menggerakkan harga, bukan hanya melihat apakah pasar sedang panik atau tidak,” ujar Kuswanto.

MENARIK DIBACA:  PRI Dorong Generasi Muda Aktif Politik Demi Memperkuat Demokrasi Nasional Indonesia

Ia juga mengingatkan bahwa perdagangan emas melalui kontrak berjangka maupun XAUUSD memiliki risiko. Penggunaan margin dapat memperbesar potensi keuntungan sekaligus kerugian.

Menurutnya, pelaku pasar perlu menentukan rencana transaksi, termasuk titik masuk dan keluar, serta menghitung kemampuan menanggung kerugian sebelum mengambil posisi.

Direktur Utama Traze Andalan Futures, Adhy Elma Raharja, mengatakan program edukasi tersebut digelar untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai perdagangan derivatif dan pentingnya manajemen risiko.

“Melalui program edukasi Open House ini dan platform Traze HUB secara daring, fokus utama kami untuk mengedukasi masyarakat melakukan trading berdasarkan prinsip kehati-hatian dengan menanamkan pentingnya manajemen risiko dan psikologi trading,” ujarnya.

MENARIK DIBACA:  ATR/BPN Ingatkan Pemilik Tanah Pasang Patok Batas untuk Cegah Sengketa Pertanahan

Selain kegiatan tatap muka, Traze juga memperkenalkan platform Traze HUB yang menyediakan informasi pasar, kalender ekonomi, berita pasar, serta panduan dasar trading bagi pemula.

Upaya edukasi tersebut dinilai penting di tengah meningkatnya akses masyarakat terhadap layanan keuangan. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, indeks literasi keuangan Indonesia mencapai 69,57 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan berada di angka 93,61 persen.

Dalam kesempatan itu, Traze turut menyampaikan rencana peluncuran aplikasi baru dalam waktu dekat. Namun, perusahaan belum mengumumkan tanggal resmi peluncurannya.

Traze Andalan Futures menyatakan akan terus mengadakan kegiatan edukasi untuk membantu masyarakat memahami instrumen perdagangan derivatif, termasuk karakteristik risiko dan strategi pengelolaannya.