Agoda Jadikan Bangkok Kantor Terbesar Dunia, Rekrut 4.500 Karyawan dan Perkuat Industri Teknologi Thailand

GLOBAL, TEKNOLOGI77 Dilihat

BANGKOK, SINKAP.info – Platform perjalanan daring Agoda menjadikan Bangkok, Thailand, sebagai kantor terbesarnya di dunia dengan lebih dari 4.500 karyawan. Kantor tersebut menjadi pusat pengembangan teknologi dan operasional global perusahaan, termasuk rekayasa perangkat lunak, kecerdasan buatan (AI), analisis data, dan manajemen produk.

Agoda merupakan bagian dari Booking Holdings, perusahaan yang menaungi sejumlah platform perjalanan global. Melalui pusat teknologi dan operasional di Bangkok, Agoda mengembangkan sistem yang mendukung layanan pemesanan akomodasi di lebih dari 200 negara dan wilayah.

Kantor Agoda di kompleks One Bangkok berfungsi sebagai Global Tech & Operations Hub. Platform perusahaan mencantumkan lebih dari 6 juta properti dengan layanan dalam 39 bahasa. Secara keseluruhan, Agoda mempekerjakan lebih dari 8.000 orang di 25 pasar.

Perkembangan tersebut menunjukkan peran Thailand sebagai salah satu basis pengembangan talenta teknologi berketerampilan tinggi di kawasan Asia.

Ribuan tenaga kerja dari berbagai negara

Lebih dari separuh karyawan Agoda di Bangkok merupakan warga Thailand. Sementara itu, sekitar 2.000 tenaga profesional asing dari lebih dari 80 negara turut bekerja di kantor tersebut.

Mereka mengisi berbagai posisi, mulai dari rekayasa perangkat lunak, ilmu data, dan AI hingga manajemen produk, pemasaran, serta pengelolaan bisnis internasional.

Agoda juga telah memperoleh promosi investasi dari Thailand Board of Investment (BOI) untuk kegiatan pusat bisnis internasional atau International Business Center.

Sekretaris Jenderal BOI, Narit Therdsteerasukdi, mengunjungi kantor Agoda di kompleks One Bangkok dan bertemu dengan CEO Agoda, Omri Morgenshtern, beserta jajaran manajemen perusahaan.

MENARIK DIBACA:  Huawei Gegerkan Bangkok dengan Tablet Tipis, Smartwatch Mewah, dan Smartphone Super Canggih

Narit menilai Thailand memiliki sumber daya manusia yang kompeten di bidang analisis data, teknologi informasi dan komunikasi, teknik, serta manajemen bisnis. Budaya kerja yang terbuka terhadap berbagai kebangsaan juga dinilai mendukung kolaborasi lintas negara.

“Perpaduan keahlian tenaga kerja Thailand dan tenaga profesional asing memungkinkan perusahaan menjalankan kegiatan bernilai tambah tinggi di Thailand. Hal ini juga membuka peluang transfer pengetahuan, peningkatan keterampilan, dan pengembangan ekosistem teknologi negara dalam jangka panjang,” ujar Narit.

Permudah tenaga ahli asing bekerja di Thailand

Untuk mendukung operasional internasional, tenaga ahli asing yang bekerja di Agoda dapat mengakses layanan pengurusan visa dan izin kerja melalui Thailand Investment and Expat Service Center.

Pusat layanan terpadu tersebut melibatkan BOI, Biro Imigrasi, dan Departemen Ketenagakerjaan Thailand. Layanan ini berlokasi di One Bangkok, kompleks yang juga menjadi tempat kantor Agoda.

Fasilitas tersebut membantu tenaga profesional dari berbagai negara bergabung dengan tim di Thailand secara lebih mudah dan efisien, sekaligus mendukung kebutuhan perusahaan yang memiliki kegiatan pelatihan, koordinasi, dan perjalanan internasional.

Gandeng universitas untuk kembangkan talenta lokal

Selain merekrut tenaga profesional berpengalaman, Agoda juga membangun jalur pengembangan talenta melalui kerja sama dengan sejumlah universitas di Thailand.

Program Tech Camp Day diselenggarakan tiga kali dalam setahun dan melibatkan lebih dari 100 mahasiswa dalam setiap sesi. Perusahaan juga membuka program magang bagi lebih dari 500 mahasiswa setiap tahun dari lebih dari 10 universitas.

MENARIK DIBACA:  Guizhou Sukses Transformasi Ekologis Jadi Zona Percontohan Pembangunan Hijau

Dari peserta magang tersebut, lebih dari 20 persen dilaporkan melanjutkan karier dengan bergabung bersama Agoda.

CEO Agoda, Omri Morgenshtern, mengatakan pengalaman bekerja di perusahaan teknologi global dapat memberikan kesempatan kepada tenaga profesional Thailand untuk mempelajari standar, perangkat, dan metode kerja tim internasional.

“Pengalaman tersebut dapat diterapkan pada bisnis baru, perusahaan rintisan, serta peningkatan kemampuan perusahaan di berbagai sektor. Dengan demikian, pengetahuan dapat menyebar dan mendukung pertumbuhan ekonomi Thailand dalam jangka panjang,” kata Morgenshtern.

Narit menambahkan, keberadaan perusahaan global yang menjadikan Thailand sebagai basis utama pekerjaan teknologi berketerampilan tinggi merupakan contoh investasi yang bertumpu pada sumber daya manusia dan pengetahuan.

Menurutnya, investasi semacam ini menciptakan lapangan kerja bernilai tambah tinggi sekaligus memberikan kesempatan bagi tenaga kerja lokal untuk berkolaborasi dengan para ahli dari berbagai negara.

Keterampilan yang diperoleh melalui pengalaman tersebut diharapkan dapat mendorong lahirnya usaha baru dan mendukung pengembangan ekonomi Thailand pada masa mendatang.

Tentang Thailand Board of Investment (BOI)

Thailand Board of Investment (BOI) didirikan pada 1966 untuk mendorong investasi bernilai tambah tinggi dari investor domestik maupun asing. Lembaga ini berfokus pada peningkatan daya saing Thailand dan mendukung transformasi menuju perekonomian baru yang berkelanjutan serta seimbang.