Dubes RI Temui Ketua Menteri Sabah, Al Washliyah Beri Apresiasi Tinggi

GLOBAL88 Dilihat

KOTA KINABALU, SINKAP.info – Pengurus Perwakilan Luar Negeri (LN) Al Jam’iyatul Washliyah Malaysia mengapresiasi kunjungan kehormatan Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia, Raden Dato’ Iman Hascarya, kepada Ketua Menteri Sabah, Hajiji Noor. Pertemuan yang berlangsung pada 25 Mei 2026 tersebut dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Malaysia, khususnya dengan Negeri Sabah.

Kunjungan tersebut mendapat perhatian positif dari berbagai kalangan masyarakat Indonesia di Malaysia. Hubungan Indonesia dan Sabah selama ini dinilai memiliki keterkaitan yang erat dalam berbagai sektor, mulai dari ekonomi, pendidikan, sosial hingga keagamaan.

Pengurus Perwakilan LN Al Washliyah Malaysia, Rasyid Riza, mengatakan diplomasi yang terus dibangun oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur merupakan bagian penting dalam menjaga hubungan baik antara dua negara serumpun yang memiliki kedekatan sejarah dan budaya.

“Kami mengapresiasi kunjungan kerja dan komunikasi yang terus dibangun oleh KBRI Kuala Lumpur bersama Pemerintah Negeri Sabah. Hubungan Indonesia dan Sabah memiliki akar sejarah yang panjang dan telah memberikan manfaat besar bagi masyarakat kedua negara,” ujar Rasyid, Selasa (9/6/2026).

Menurutnya, hubungan Indonesia dan Sabah tidak hanya terlihat melalui kerja sama perdagangan dan investasi, tetapi juga melalui kontribusi dalam pembangunan pendidikan serta penguatan nilai-nilai keagamaan yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

MENARIK DIBACA:  Batik Air Pindah Terminal 4 Changi, Luncurkan Rute Baru Desember 2025

Rasyid mengungkapkan, salah satu catatan penting dalam sejarah hubungan kedua wilayah tersebut terjadi pada 1974, ketika Indonesia melalui Kota Medan mengirimkan 18 mubaligh ke Sabah untuk membantu pengembangan syiar Islam berlandaskan Ahlus Sunnah Wal Jamaah.

Program tersebut, kata dia, menjadi tonggak penting dalam mempererat hubungan keagamaan antara masyarakat Indonesia dan Sabah.

“Kontribusi para mubaligh Indonesia pada masa itu menjadi bagian dari sejarah persaudaraan yang patut dikenang. Hingga saat ini, jejak dakwah dan pendidikan yang mereka bangun masih dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Sabah,” katanya.

Ia menambahkan, keberhasilan menjaga harmoni kehidupan beragama di Sabah tidak terlepas dari sinergi antara pemerintah negeri, lembaga keagamaan, serta para pendakwah yang secara konsisten membangun pendidikan umat.

Dalam kesempatan itu, Rasyid juga menyampaikan apresiasi kepada Jabatan Hal Ehwal Agama Islam Negeri Sabah dan Majlis Ugama Islam Sabah yang selama ini dinilai aktif mendukung pengembangan pendidikan Islam dan pembinaan masyarakat.

“Kami berterima kasih atas sambutan baik dan kerja sama yang selama ini diberikan oleh institusi keagamaan dan pemerintah Sabah. Hubungan yang harmonis ini menjadi modal penting untuk membangun generasi yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing,” ujarnya.

MENARIK DIBACA:  Café Amazon Perkuat Ekspansi Global dengan Misi Keberlanjutan dan Pemberdayaan Sosial Thailand

Lebih lanjut, Al Washliyah Malaysia berharap momentum kunjungan Dubes RI tersebut dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara Indonesia dan Sabah, khususnya di bidang pendidikan, pembangunan sumber daya manusia, penguatan ekonomi masyarakat, serta pembinaan generasi muda berbasis nilai-nilai keagamaan.

Menurut Rasyid, hubungan yang telah terjalin selama puluhan tahun harus terus dipelihara dan diperkuat sebagai bentuk nyata persaudaraan serumpun di kawasan Asia Tenggara.

“Kami berharap kerja sama Indonesia dan Sabah tidak hanya berkembang dalam bidang ekonomi dan investasi, tetapi juga terus melahirkan program-program pendidikan dan pembangunan insan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara,” tegasnya.

Kunjungan Dubes RI ke Sabah tersebut dinilai menjadi simbol komitmen kedua pihak dalam mempererat hubungan bilateral yang saling menguntungkan. Di tengah berbagai tantangan global, diplomasi yang mengedepankan persaudaraan, pendidikan, dan pembangunan manusia dinilai menjadi fondasi penting bagi terciptanya stabilitas serta kemajuan bersama.

Bagi Al Washliyah Malaysia, hubungan Indonesia dan Sabah tidak sekadar hubungan antarwilayah atau antarnegara, melainkan ikatan persaudaraan lintas generasi yang terus memberikan kontribusi positif bagi kemajuan masyarakat di kedua belah pihak.